Tuesday, May 31, 2011
cuma tentang komik, itu juga dikit
Wedeeehh udah lama juga ternyata gue ga komat-kamit di blog, sayang ini blog ga bisa ngeblog sendiri secara otomatis tanpa pemiliknya harus memutar otak nyari ide lalu menulisnya di sini. Wahh, barusan kayaknya efek dari baca komik yang berjam-jam ini gue geluti deh, jadi mulai mengkhayal yang iya-iya ehh engga-engga ding. Sekarang juga gue bingung mau nulis apa, padahal udah pegangan, pegangan sambil khayang malah (gimana tuh? praktekin sendiri aja :p), tapi emang sedari kemaren engga ada ide muncul, sebenernya sih kalau dipaksa bisa dapet ide tapi kayaknya apapun yang dipaksa itu gak enak dijalaninnya (kadang-kadang). Jadi, gue lagi engga pengen ngerutin jidat buat nulis (gue tetep nulis pake tangan kok, bukan pake jidat --"), sehingga gue terlantarkan ini blog untuk sejenak (gayaaaaaaa :p). Mungkin juga terlalu banyak yang berkutat di dalam tempurung kepala gue ini, jadi buat nelorin satu ide aja rasanya susahnya kayak garuk-garuk punggung pake kaki. Padahal engga penting-penting banget juga sih yang gue pikirin (paling mikirin kenapa harus ada cuti bersama di tanggal 3, kan gue jadinya engga ada kerjaan lagi, sedih *nguruk-nguruk tanah pake telunjuk*), tapi engga tau juga rasanya banyak yang harus gue kerjain dan selesein tapi apaa??? Ya, mungkin ini efek kebanyakan minum ASI semasa kecil gue jadinya lemooott gini (aduuhh pake ngaku! *tepuk jidat*). Atau mungkin karena hampir terlalu banyak waktu buat mikirin si desing yang abu-abu yang engga jelas keberadaannya dan kedepannya yang sebenarnya cuma ngabisin tenaga aja mikirnya, tapi kalau yang satu ini otak dan hati rasanya otomatis gak pake pencet tombol, langsung on sendiri. Lalu apakah gue akan menyerah dengan keadaan yang hampa terasa hidupku tanpa dirimu.. (malah nyanyi ><), maksudnya dengan keadaan yang bisa menimbulkan efek lumut, jamur, kudis, kurap, dan pren-prennya ini??? Gak! Ibarat kata semisal Belanda maju nyerang gue engga akan mundur satu langkah, tapi seribu langkaaahhhh buat ngatur strategi di belakang maksudnya. Gue akan bertahan di kondisi ini dengan komik. Ya, gue melarikan diri ke komik. Siang tadi gue sudah menjadi member resmi Virgin bukan The Virgin yang duet itu, tapi toko sewa buku, dan langsung saja gue pinjem 5 komik yang dapet bonus boleh pinjem 5 komik lagi karena hari itu Selasa (jangan tanya kenapa). Bisa ditebak apa yang gue akan lakukan setelah minjam komik kann??? Yap! gue langsung makan, karena laperrrr banget (:s), abis itu baru mantengin komik dari siang dilanjut sampe tengah malem. Gue serasa balik ke masa SMP dimana komik bisa jadi santapan harian di dalam kelas, di balik buku pelajaran tepatnya, dan bisa kelar baca 1 komik dalam sekejap, beda dengan baca buku yang gampang ngantukin, alasannya seperti kata anak TK, kan kalo komik ada gambalnya jadi seluuuuu!!! Pokoknya it's a fun escape deh di saat-saat kebanyakan pikiran engga penting kayak sekarang gini^^
Friday, May 27, 2011
"T DOUBLE K"
Almost everyone has ever failed in various things and when we fail, we feel sad, angry, disappointed of course, or we feel like the earth collapses above our head and u scream, “Oh my God, It’s doomsday!!!” then you are hopeless and give up, is it right?
As we know, when u get a failure what u have to do is don’t give up, keep moving on, and try again and again. But what will u do when u get an unusual failure I mean a failure that always happen repeatedly in your life??? Or like this, when u fail once, then u try again, but fail u fail again, and u try again, fail again, and try again, but u fail again, what will u do?? How is your feel?? There are many examples like I have ever watched a university student killed his self because he failed in his thesis. That was very terrible, right!
I have a little story about a little butterfly. There was a little butterfly that had just born in this world. Let’s called her Momo. One day Momo looked at their friends were flying freely in the sky. Momo really wanted to fly like them because she had wings too, so she should fly like others. Then Momo tried to fly enthusiasmly, but she fell down for the first time. Momo didn’t want to give up, she tried to fly again, but there was a fast wind blew her, and she fell down again. She tried again for the third times but her wings were not strong enough to fly higher, she fell down again, and all her friends that could fly laughing at her, Momo felt very embarrassed, and guess what? Momo decided not to try flying again and buried her dream to fly, at the and Momo was the only butterfly that couldn’t fly.
Well, if we fail again and again, like Momo we can choose to give up and say “good bye” to our target, but we have other option too, that is keep fighting, think positively, and keep praying. Because our every failure is a process to make ourselves strong and not easy to give up, so keep fighting! Think positively, when u “fell down” don’t judge that you’re stupid or loser or don’t think that u’re cursed to be an unlucky person, but believe that God never created one for bad things but good things, and ask God to help us. so just always think positively and believe in God, keep praying.
Finally, guys, when you are in the hard struggle to reach ur target for example to get best GPA in this semester, finish thesis, or to get ur dream job in the future, remember “T DOUBLE K” (Think positively, keep fighting, and keep praying) just like a quotation says “Just do our best and God will do the rest”
As we know, when u get a failure what u have to do is don’t give up, keep moving on, and try again and again. But what will u do when u get an unusual failure I mean a failure that always happen repeatedly in your life??? Or like this, when u fail once, then u try again, but fail u fail again, and u try again, fail again, and try again, but u fail again, what will u do?? How is your feel?? There are many examples like I have ever watched a university student killed his self because he failed in his thesis. That was very terrible, right!
I have a little story about a little butterfly. There was a little butterfly that had just born in this world. Let’s called her Momo. One day Momo looked at their friends were flying freely in the sky. Momo really wanted to fly like them because she had wings too, so she should fly like others. Then Momo tried to fly enthusiasmly, but she fell down for the first time. Momo didn’t want to give up, she tried to fly again, but there was a fast wind blew her, and she fell down again. She tried again for the third times but her wings were not strong enough to fly higher, she fell down again, and all her friends that could fly laughing at her, Momo felt very embarrassed, and guess what? Momo decided not to try flying again and buried her dream to fly, at the and Momo was the only butterfly that couldn’t fly.
Well, if we fail again and again, like Momo we can choose to give up and say “good bye” to our target, but we have other option too, that is keep fighting, think positively, and keep praying. Because our every failure is a process to make ourselves strong and not easy to give up, so keep fighting! Think positively, when u “fell down” don’t judge that you’re stupid or loser or don’t think that u’re cursed to be an unlucky person, but believe that God never created one for bad things but good things, and ask God to help us. so just always think positively and believe in God, keep praying.
Finally, guys, when you are in the hard struggle to reach ur target for example to get best GPA in this semester, finish thesis, or to get ur dream job in the future, remember “T DOUBLE K” (Think positively, keep fighting, and keep praying) just like a quotation says “Just do our best and God will do the rest”
Thursday, May 26, 2011
Jangan Cepet Puas! Tabiat Manusia
Bicara soal kepuasan, manusia yang memang dasarnya terkenal dengan istilah "engga pernah ada puasnya" memang tidak bisa dipungkiri kalau istilah itu benar adanya dan gue rasakan. Pastinya ada banyak jenis kepuasan, gampangnya kita bagi dua aja, kepuasan dalam hal positif dan negatif. Saat ini gue prefer untuk bahas yang positif aja kayak yang lagi gue rasain banget nih. Kepuasan dalam hal positif ini contoh gampangnya ketika kita berhasil dapet nilai B di satu matakuliah yang susahnya amit-amit cuih-cuih dan di antara seluruh mahasiswa di kelas itu yang apes nasibnya dapet D dan E semua. Nah, jangan cepet puasnya adalah pertama pastinya bersyukur dulu dong udah dapet nilai paling ajib sendiri, yang kedua adalah jangan cepet puas karena masih ada AB di atas B dan masih ada A di atas AB. Kepuasan seperti ini bertujuan agar supaya kita tidak cepat puas lalu santai-santai dan merasa sudah nyaman di posisi tersebut, tapi untuk memacu semangat kita untuk mendapat yang lebih baik lagi karena siapa tahu Tuhan sudah kasih kapasitas kemampuan kita untuk masih bisa mendapat yang lebih baik dari itu. Jadi, teruslah bermaksimal!
Di sini, di kamar kos kotak yang ukurannya kayaknya ga nyampe 3x4 tapi 3x3.5 ini, gue sedang merasa tidak ada apa-apanya. Apa yang sedang gue kerjakan saat ini masih jauh dari kesan hebat, malah biasa atau engga ada apa-apanya ketika gue melihat orang lain bisa mencapai taraf yang menurut gue maksimal. Mungkin sekilas gue sepertinya sedang iri dan Yang Maha Hebat itu engga suka dengan orang yang suka iri tapi gue yakin kalau Dia suka dengan orang yang bekerja dengan semangat dan maksimal dalam hal-hal yang baik dan yang sesuai apa yang Dia mau asalkan. Dan kalau rasa semangat yang menimbulkan efek kerja maksimal itu datangnya ketika melirik hasil kerja orang lain bukan menjadi suatu masalah, bukan? (yang mau bilang bukan ya engga apa-apa, engga bakal ditimpuk, paling digaplok :p)
Gue baru saja melihat blog temen gue, kakak kelas gue pas SMA tepatnya dan it's cool, mannnnn!!! Kalau penasaran segimana keren dan goblognya -sesuai nama blognya-, kalian bisa intip di sini http://goblognyakia.blogspot.com/. Cool-nya dimana? Yaaa di kekonyolan cerita, tampilan blog yang elegant-simple, content-nya yang berisi bobot bibit bebet bubut babat (opooo tooohhh><) alias modal buat ketawa tanpa bayar tapi isi tetap ada mutunya, dan kreatif, emang yang punya tuh blog anak sekolah desain sih, hahaha. Mulai dari situ gue merasa engga boleh cepet puas dengan blog alakadar gue ini dan belajar juga berusaha pastinya pake doa juga untuk memaksimalkan yang alakadar ini menjadi superkadar (apa itu? ga ngerti juga --a). Untuk mencapai titik maksimal itu pastinya juga perlu yang namanya PROSES. Oleh karena itu, kita butuh stok kesabaran sekardus-kardus buat ngejalanin yang satu itu. Proses itu termasuk cara apa yang bakal gue lakukan untuk mencapai target blog ideal dan sudah pasti praktisnya dengan mengintip-intip blognya para superior blogger, juga dengan lebih meningkatkan mutu produk tapi tetap dengan kekhasan dan keorijinalan saya (emang apa khasnya? apa ya? *garuk-garuk dengkul*). Bukan hanya dalam hal blog-ngeblog tapi juga dalam berbagai bidang di hidup gue yang lain kayak studi, hobi, pelayanan, dkk lah. Ibaratnya nih kepuasan itu kayak ngupil, harus digali terus lebih dalam untuk mendapat hasil yang maksimal. Jadi, jangan cepet puas sama yang sedang atau sudah lo dapetin atau jalanin sekarang karena siapa tau itu belum hasil maksimal dari kapasitas kemampuan maksimal dalam diri lo. So, keep learning! Keep maximizing! Keep ngupil! --d
Thanks for reading!
Gbu :)
Di sini, di kamar kos kotak yang ukurannya kayaknya ga nyampe 3x4 tapi 3x3.5 ini, gue sedang merasa tidak ada apa-apanya. Apa yang sedang gue kerjakan saat ini masih jauh dari kesan hebat, malah biasa atau engga ada apa-apanya ketika gue melihat orang lain bisa mencapai taraf yang menurut gue maksimal. Mungkin sekilas gue sepertinya sedang iri dan Yang Maha Hebat itu engga suka dengan orang yang suka iri tapi gue yakin kalau Dia suka dengan orang yang bekerja dengan semangat dan maksimal dalam hal-hal yang baik dan yang sesuai apa yang Dia mau asalkan. Dan kalau rasa semangat yang menimbulkan efek kerja maksimal itu datangnya ketika melirik hasil kerja orang lain bukan menjadi suatu masalah, bukan? (yang mau bilang bukan ya engga apa-apa, engga bakal ditimpuk, paling digaplok :p)
Gue baru saja melihat blog temen gue, kakak kelas gue pas SMA tepatnya dan it's cool, mannnnn!!! Kalau penasaran segimana keren dan goblognya -sesuai nama blognya-, kalian bisa intip di sini http://goblognyakia.blogspot.com/. Cool-nya dimana? Yaaa di kekonyolan cerita, tampilan blog yang elegant-simple, content-nya yang berisi bobot bibit bebet bubut babat (opooo tooohhh><) alias modal buat ketawa tanpa bayar tapi isi tetap ada mutunya, dan kreatif, emang yang punya tuh blog anak sekolah desain sih, hahaha. Mulai dari situ gue merasa engga boleh cepet puas dengan blog alakadar gue ini dan belajar juga berusaha pastinya pake doa juga untuk memaksimalkan yang alakadar ini menjadi superkadar (apa itu? ga ngerti juga --a). Untuk mencapai titik maksimal itu pastinya juga perlu yang namanya PROSES. Oleh karena itu, kita butuh stok kesabaran sekardus-kardus buat ngejalanin yang satu itu. Proses itu termasuk cara apa yang bakal gue lakukan untuk mencapai target blog ideal dan sudah pasti praktisnya dengan mengintip-intip blognya para superior blogger, juga dengan lebih meningkatkan mutu produk tapi tetap dengan kekhasan dan keorijinalan saya (emang apa khasnya? apa ya? *garuk-garuk dengkul*). Bukan hanya dalam hal blog-ngeblog tapi juga dalam berbagai bidang di hidup gue yang lain kayak studi, hobi, pelayanan, dkk lah. Ibaratnya nih kepuasan itu kayak ngupil, harus digali terus lebih dalam untuk mendapat hasil yang maksimal. Jadi, jangan cepet puas sama yang sedang atau sudah lo dapetin atau jalanin sekarang karena siapa tau itu belum hasil maksimal dari kapasitas kemampuan maksimal dalam diri lo. So, keep learning! Keep maximizing! Keep ngupil! --d
Thanks for reading!
Gbu :)
Brought Ur name
Everyone needs to be loved and needs to love somebody else, that's why we're called human. If there's someone who says "I don't need love", he/she is a big lier and it's same as he/she actually wanna say "I really need love" but maybe it's too hard to say. So do I, not about a lier, but I need to love someone and to be loved with the same one. So, it's about my silly love. I call it silly because I do not know whether what I feel is called love or not.
Some days ago, I talked with my friend about someone who would be our life's partner. She told that her pray about a man he liked was answered and now they are a couple. "Wow!" I yelled. Deepest in my heart, if it happened with me... and I imagined someone who I called Buzz. Now my turn to share about the same topic. I just told that there's someone I'd just liked since a single-fast moment happened with us that night and I wanted to love him but I only wasn't brave to feel it. My friend said that I could bring his name to God, shared to Him, told what I wanted to share about him and did it for some months, then looked what His answer. Yes, I did.
On Wednesday morning, 25th May, I brought his name bravely. I would do it for two months later, maybe till 25th July. I just shared to God the moment when that feeling came, who he was, what I felt, etc and now I'm still waiting what He will answer. However, it's kinda a silly thing cause he's so far away, how come I pray for him but I never meet him and do something together that maybe will grow this feeling higher and higher between us. I don't know. I just desire to brought ur name in my pray. He never knows it, but God knows. We'll see :)
Some days ago, I talked with my friend about someone who would be our life's partner. She told that her pray about a man he liked was answered and now they are a couple. "Wow!" I yelled. Deepest in my heart, if it happened with me... and I imagined someone who I called Buzz. Now my turn to share about the same topic. I just told that there's someone I'd just liked since a single-fast moment happened with us that night and I wanted to love him but I only wasn't brave to feel it. My friend said that I could bring his name to God, shared to Him, told what I wanted to share about him and did it for some months, then looked what His answer. Yes, I did.
On Wednesday morning, 25th May, I brought his name bravely. I would do it for two months later, maybe till 25th July. I just shared to God the moment when that feeling came, who he was, what I felt, etc and now I'm still waiting what He will answer. However, it's kinda a silly thing cause he's so far away, how come I pray for him but I never meet him and do something together that maybe will grow this feeling higher and higher between us. I don't know. I just desire to brought ur name in my pray. He never knows it, but God knows. We'll see :)
Wednesday, May 25, 2011
100 Years - Five For Fighting
"100 Years"
I'm 15 for a moment
Caught in between 10 and 20
And I'm just dreaming
Counting the ways to where you are
I'm 22 for a moment
She feels better than ever
And we're on fire
Making our way back from Mars
15 there's still time for you
Time to buy and time to lose
15, there's never a wish better than this
When you only got 100 years to live
I'm 33 for a moment
Still the man, but you see I'm a they
A kid on the way
A family on my mind
I'm 45 for a moment
The sea is high
And I'm heading into a crisis
Chasing the years of my life
15 there's still time for you
Time to buy, Time to lose yourself
Within a morning star
15 I'm all right with you
15, there's never a wish better than this
When you only got 100 years to live
Half time goes by
Suddenly you’re wise
Another blink of an eye
67 is gone
The sun is getting high
We're moving on...
I'm 99 for a moment
Dying for just another moment
And I'm just dreaming
Counting the ways to where you are
15 there's still time for you
22 I feel her too
33 you’re on your way
Every day's a new day...
15 there's still time for you
Time to buy and time to choose
Hey 15, there's never a wish better than this
When you only got 100 years to live
Lagu ini emang jadul, tapi inilah salah satu lagu yang ngangenin banget sejak jaman gue masih pake rok biru sepertinya, pokoknya udah lama banget, and masih terdengar apik di telinga. Ini lagu yang dari dulu gue cari dan akhirnya Selasa, 24 Mei '11 kemaren gue temukan berkat bantuan temen yang sekaligus menjadi pahlawan gue buat penemuan lagu ini, Zilpa namanya si Kalongman, sepupunya Batman, bedanya kalau Batman dari luar negeri, kalau Zilpa ini asli PeKALONGan, hahaha. Oiya, berhubung tadi sore sudah mendapat lirikan mata sadis dari temen gue yang satu lagi karena dia juga udah bantu mikir nginget-nginget judul lagu ini tapi namanya belum terpampang, jadi w sambitin ehh sebutin deh namanya, Kartika atau Tika atau Tince atau Tikii atau EMAK. Makasih loh semuanya sudah membantu menemukan kekasih saya yang sudah lama menghilang ini, bwahahahaha. Betewe, yang mau unduh mp3-nya bisa klik di bawah ini aja! :D
Monday, May 23, 2011
Senin Asam Manis (Bukan Nama Masakan)
Senin (Indonesa eh Indonesia). Monday (InggEris). Montag (Jerman). Maandag (Belanda). Lundi (Perancis). Jangan! Jangan muji gue pintar banyak bahasa! gue gak mau sombong. Pujilah Mbah Gugel Transleit karena dialah yang pintar mentranslate Senin ke bahasa-bahasa tersebut. Lalu ada apa dengan Senin dan bahasa-bahasa tersebut? Sebenernya engga ada apa-apa juga sih cuma ingin pamer kehebatan Mbah gue yang satu itu Simbah Gugel Transleit and biar intronya lebih beda aja, hahaha.
Senin. Sering banget gue liat wacana entah itu di status Facebook, dialog seorang tokoh di FTV, ataupun di novel-novel tentang hari tersebut, yaitu "I hate Monday". Pasti banyak dari kalian yang juga sering menemukannya dan mungkin juga merasakan dan mengalaminya, membenci hari Senin. Sebenernya Senin itu salah apa sih? Kok sampe banyak orang benci sama dia? Hmh.. tanyalah pada rumput yang bergoyang atau pada kambing yang mengembik (he?). Mungkin jawabnya karena Senin adalah hari pertama dalam minggu yang baru dimana yang menikmati weekend harus mengakhiri liburannya dan kembali bekerja, bersekolah, atau rutinitas lainnya, kembali ke kesibukan yang kadang bisa bikin stres, bosen, dan ketombean akut, makanya banyak yang mmbenci Senin, kasian Senin udah kayak anak tiri aja (Ehh betewe gue bukan rumput apalagi kambing ya karena nyoba ngejawab pertanyaan tersebut, gue masih manusia tulen :D). Anyway, hari ini gue mencoba mengganti kepercayaan "I hate Monday" menjadi "I love and ENJOY Monday". Kenapa? Karena gue benar-benar menikmati hari Senin di minggu ini meskipun tak bisa gue pungkiri kalau gue sendiri terkadang tidak menyukai hari Senin.
Di hari Senin ini ada satu pelajaran manis yang gue pelajari dari pengalaman gue sendiri, yaitu "pikiranmu musuhmu" terutama pikiran yang negatif, negatif yang gue maksudkan di sini bukan yang mikir-mikir jorok ya walaupun itu juga emang musuh besar kita, tapi yang gue maksud adalah negative thinking dimana selalu ada pikiran-pikiran negatif berseliweran di dalam kepala tentang something baik itu mikir negatif kepada orang lain ataupun keadaan yang akan terjadi. Itulah kelemahan gue. Gue sering banget mikir negatif sama orang lain dan keadaan di depan gue. Adanya kebiasaan jelek gue itu mungkin dilatarbelakangi oleh banyak hal yang terjadi di masa lalu gue sehingga ngebentuk gue yang suka mikir negatif dan gue ga mungkin cerita latar belakang itu di sini karena bisa-bisa ini blog eror saking panjang ceritanya, ngalahin cerita Harry Potter. Hari ini gue menyadari kalau pikiran negatifmu itu adalah musuhmu. Pikiran negatif hanya akan memberikan kerugian bukan keuntungan, misalnya ketika kita berpikir negatif tentang orang lain itu akan membuat kita membenci orang tersebut padahal apa yang kita pikirkan itu belum tentu orang tersebut akan lakukan, jadi kita terjebak oleh pikiran sendiri. Contoh lagi ketika kita berpikir negatif tentang suatu keadaan yang akan terjadi, hal itu akan membuat kita mundur untuk melangkah, takut ambil resiko, dan menjadi seorang pesimistis. Nah, kalo udah gitu yang rugi siapa? kita sendiri. Itupun yang gue alami hari ini tapi bersyukurnya gue mencoba untuk tetap melangkah walaupun gue sudah membayangkan kalau nanti akan terjadi hal yang tidak mengenakan dan nyebelin (itu pikiran negatif gue). But in fact, hal yang gue takutkan atau yang gue bayangin negatif tadi bertolak belakang dengan apa yang gue pikirin. Jadi, tadi siang gue berpikir akan mendapat respon tidak menyenangkan dari orang yang akan gue temui karena orang tersebut bales sms gue aja udah males-malesan gitu, tapi begitu ketemu sama orangnya, ternyata dia excited banget, pokoknya ceria dan hati gue pun lega. Ya Tuhan, terimakasih untung gue tetep maju, ga mundur tadi! pikir gue dalam hati.
Ada baiknya dan memang baiknya kalau gue mereduksi dan mengeliminasi keseleruhan kebiasaan berpikir negatif gue sih karena sumpah! itu bikin capek! capek hati, capek otak, capek perasaan, itu yang gue rasakan. Pikiran negatif emang menjadi musuh sehari-hari gue dan gue sedang belajar terus untuk membunuhnya dengan kekuatan bulan (Sailormoon kali --"), dengan pertolongan Yang Maha Baik ding. So, temen-temen jangan sampe termakan atau kalah dengan pikiran negatifmu ya, tapi sebaliknya kalahkanlah pikiran negatifmu karena kamu berkuasa untuk mengalahkannya. Berpikirlah positif saja biar lebih awet muda!^^
Satu hal nge-happy-in lain yang gue alami di Senin ini adalah sebuah tradisi bertahun-tahun dimana setiap ada teman yang ultah, teman yang lain mengunjungi sebagai wujud perhatian dan solidaritas.
Jadi, hari ini ada seorang teman yang ultah, namanya Fajar (cieeeee eksis nih haha), dia temen sepelayanan gue di Salatiga. Seperti biasanya kalau ada temen pelayanan yang ultah, gue dan temen-temen yang lain ngunjungin ke rumahnya. Biar rada surprise dikit, kita engga bilang mau dateng jam berapa tau-tau udah dateng aja kayak pengamen untung kita engga dateng sambil ngecrek-ngecrek kecrekan beras, dan kita pun disambut dengan ramah oleh sang tuan rumah walaupun muka-mukanya muka 'bantal' kayak abis kebangun tidur gara-gara lupa napas (hehe). Sebagai seorang tamu yang baik, kitapun tidak datang dengan tangan hampa, tapi ada sekotak kue tart kiyut berwarna pink ungu dan bunga-bunga untuk kita persembahkan kepada Fajar. Kue tart yang terlalu unyu buat cowok sebenernya tapi apa boleh buat adanya itu, daripada kita kasih bom tart kan. Kita ngerayain ultah sohib kita ini dengan rangkaian ultah seperti pada umumnya, nyanyi selamat ulang tahun, tiup lilin, make a wish (hope), potong kue, first cake, makan-makan, dan pulang (SMP (Sehabis Maem Puyang) banget :p)), tapi ada yang beda sebelum rangkaian perayaan yang gue sebutin itu, kita mulai dengan sesi kesan & pesan, dimana setiap dari kita yang datang memberikan kesan, kritikan, dan pesan tentang dan untuk untuk Fajar, yang membangun pastinya. Itulah yang membuat beda dari perayaan pada umumnya karena berhubung yang dateng juga engga terlalu banyak jadi sesi ini engga makan waktu banyak, makan waktu banyak pas makan-makan aja (hahaha teteuuppp). Dengan adanya sesi kesan & pesan ini ibarat kita membantu orang yang kita beri kesan dan pesan untuk mengoreksi ataupun mengevaluasi dirinya agar ke depannya bisa jadi lebih baik. Itu merupakan bukti juga kalau kita care and saling mengasihi satu sama lain, emang seharusnya gitu kan? hehehe. Jadi temenan sama orang juga ada untungnya kan? haha. Perayaan ultah teman kita ini ditutup dengan makan mie ayam dan bakso secara free atau gretongan berkat kebaikan yang lagi ultah ini (makasih loh Jar! makasih loh! makasih loh! haha).
Dari kedua hal manis yang gue alami di atas belum sesuai judul postingan ini kalau belum ada asemnya. Asemnya adalah di saat perut gue sudah terisi penuh dengan bola-bola daging yang nama pangkehnya bakso, begitu gue sampai kos, malapetaka terjadi, keran aer mati!!!!!!! Alhasil gue harus merelakan energi dari bakso keluar lagi menjadi sebongkah tenaga untuk ngangkat ember berisi air dari keran depan kamar kos ke kamar mandi di dalem kamar gue, begitu seterusnya sampe kira-kira 8 kali bolak-balik agar bak ember gue terisi penuh mengingat kalau besoknya gue akan kuliah perdana di SA ini jam 7 (TUJUH) pagi tet! jadi engga mungkin sempet ngangkat aer pagi-pagi >< Asem kan? *Asem=sejenis ungkapan sebel atau kesel dalam bahasa Jawa* Pada akhirnya gue pun harus mengisi perut lagi dengan nasi goreng (emang dasarnya doyan makan :p). Tapi daripada merengut ngutuk-ngutuk mesin air yang ngadat, mending disyukuri aja karena gue juga jarang olahraga, siapa tau dengan bolak-balik angkat ember bisa bikin otot-otot di tangan gue jadi sekeker Agnes Monica (GUBZBRAAAAGGGHHH!!!!).
Begitulah senin asam manis (bukan nama masakan) yang gue alami di Senin ini. Sebenarnya setiap hari adalah hari yang menyenangkan loh kalau kita mau menghargai dan mensyukuri (ceileehhh) setiap moment yang terjadi di hari itu, even in the worst moment. Oke, sekian. Selamat menikmati Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu Asam Manismu! :)
Makasih sudah nyape-nyapein mata buat baca :D
Gbu :)
Senin. Sering banget gue liat wacana entah itu di status Facebook, dialog seorang tokoh di FTV, ataupun di novel-novel tentang hari tersebut, yaitu "I hate Monday". Pasti banyak dari kalian yang juga sering menemukannya dan mungkin juga merasakan dan mengalaminya, membenci hari Senin. Sebenernya Senin itu salah apa sih? Kok sampe banyak orang benci sama dia? Hmh.. tanyalah pada rumput yang bergoyang atau pada kambing yang mengembik (he?). Mungkin jawabnya karena Senin adalah hari pertama dalam minggu yang baru dimana yang menikmati weekend harus mengakhiri liburannya dan kembali bekerja, bersekolah, atau rutinitas lainnya, kembali ke kesibukan yang kadang bisa bikin stres, bosen, dan ketombean akut, makanya banyak yang mmbenci Senin, kasian Senin udah kayak anak tiri aja (Ehh betewe gue bukan rumput apalagi kambing ya karena nyoba ngejawab pertanyaan tersebut, gue masih manusia tulen :D). Anyway, hari ini gue mencoba mengganti kepercayaan "I hate Monday" menjadi "I love and ENJOY Monday". Kenapa? Karena gue benar-benar menikmati hari Senin di minggu ini meskipun tak bisa gue pungkiri kalau gue sendiri terkadang tidak menyukai hari Senin.
Di hari Senin ini ada satu pelajaran manis yang gue pelajari dari pengalaman gue sendiri, yaitu "pikiranmu musuhmu" terutama pikiran yang negatif, negatif yang gue maksudkan di sini bukan yang mikir-mikir jorok ya walaupun itu juga emang musuh besar kita, tapi yang gue maksud adalah negative thinking dimana selalu ada pikiran-pikiran negatif berseliweran di dalam kepala tentang something baik itu mikir negatif kepada orang lain ataupun keadaan yang akan terjadi. Itulah kelemahan gue. Gue sering banget mikir negatif sama orang lain dan keadaan di depan gue. Adanya kebiasaan jelek gue itu mungkin dilatarbelakangi oleh banyak hal yang terjadi di masa lalu gue sehingga ngebentuk gue yang suka mikir negatif dan gue ga mungkin cerita latar belakang itu di sini karena bisa-bisa ini blog eror saking panjang ceritanya, ngalahin cerita Harry Potter. Hari ini gue menyadari kalau pikiran negatifmu itu adalah musuhmu. Pikiran negatif hanya akan memberikan kerugian bukan keuntungan, misalnya ketika kita berpikir negatif tentang orang lain itu akan membuat kita membenci orang tersebut padahal apa yang kita pikirkan itu belum tentu orang tersebut akan lakukan, jadi kita terjebak oleh pikiran sendiri. Contoh lagi ketika kita berpikir negatif tentang suatu keadaan yang akan terjadi, hal itu akan membuat kita mundur untuk melangkah, takut ambil resiko, dan menjadi seorang pesimistis. Nah, kalo udah gitu yang rugi siapa? kita sendiri. Itupun yang gue alami hari ini tapi bersyukurnya gue mencoba untuk tetap melangkah walaupun gue sudah membayangkan kalau nanti akan terjadi hal yang tidak mengenakan dan nyebelin (itu pikiran negatif gue). But in fact, hal yang gue takutkan atau yang gue bayangin negatif tadi bertolak belakang dengan apa yang gue pikirin. Jadi, tadi siang gue berpikir akan mendapat respon tidak menyenangkan dari orang yang akan gue temui karena orang tersebut bales sms gue aja udah males-malesan gitu, tapi begitu ketemu sama orangnya, ternyata dia excited banget, pokoknya ceria dan hati gue pun lega. Ya Tuhan, terimakasih untung gue tetep maju, ga mundur tadi! pikir gue dalam hati.
Ada baiknya dan memang baiknya kalau gue mereduksi dan mengeliminasi keseleruhan kebiasaan berpikir negatif gue sih karena sumpah! itu bikin capek! capek hati, capek otak, capek perasaan, itu yang gue rasakan. Pikiran negatif emang menjadi musuh sehari-hari gue dan gue sedang belajar terus untuk membunuhnya dengan kekuatan bulan (Sailormoon kali --"), dengan pertolongan Yang Maha Baik ding. So, temen-temen jangan sampe termakan atau kalah dengan pikiran negatifmu ya, tapi sebaliknya kalahkanlah pikiran negatifmu karena kamu berkuasa untuk mengalahkannya. Berpikirlah positif saja biar lebih awet muda!^^
Satu hal nge-happy-in lain yang gue alami di Senin ini adalah sebuah tradisi bertahun-tahun dimana setiap ada teman yang ultah, teman yang lain mengunjungi sebagai wujud perhatian dan solidaritas.
| ini dia yang punya nama Fajar |
![]() |
| Ini bukan mie ayam dan bakso sesungguhnya kita makan sih, tapi kurang lebih bentuknya sama :D |
Dari kedua hal manis yang gue alami di atas belum sesuai judul postingan ini kalau belum ada asemnya. Asemnya adalah di saat perut gue sudah terisi penuh dengan bola-bola daging yang nama pangkehnya bakso, begitu gue sampai kos, malapetaka terjadi, keran aer mati!!!!!!! Alhasil gue harus merelakan energi dari bakso keluar lagi menjadi sebongkah tenaga untuk ngangkat ember berisi air dari keran depan kamar kos ke kamar mandi di dalem kamar gue, begitu seterusnya sampe kira-kira 8 kali bolak-balik agar bak ember gue terisi penuh mengingat kalau besoknya gue akan kuliah perdana di SA ini jam 7 (TUJUH) pagi tet! jadi engga mungkin sempet ngangkat aer pagi-pagi >< Asem kan? *Asem=sejenis ungkapan sebel atau kesel dalam bahasa Jawa* Pada akhirnya gue pun harus mengisi perut lagi dengan nasi goreng (emang dasarnya doyan makan :p). Tapi daripada merengut ngutuk-ngutuk mesin air yang ngadat, mending disyukuri aja karena gue juga jarang olahraga, siapa tau dengan bolak-balik angkat ember bisa bikin otot-otot di tangan gue jadi sekeker Agnes Monica (GUBZBRAAAAGGGHHH!!!!).
Begitulah senin asam manis (bukan nama masakan) yang gue alami di Senin ini. Sebenarnya setiap hari adalah hari yang menyenangkan loh kalau kita mau menghargai dan mensyukuri (ceileehhh) setiap moment yang terjadi di hari itu, even in the worst moment. Oke, sekian. Selamat menikmati Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu Asam Manismu! :)
Makasih sudah nyape-nyapein mata buat baca :D
Gbu :)
Sunday, May 22, 2011
'Iseng' Time
Pernahkah Anda mengalami saat-saat dimana sepertinya tidak ada tugas sepertinya tidak ada kegiatan dimana Anda yang biasanya disibukkan oleh sesuatu sekarang engga? atau bahasa entengnya saat-saat dimana Anda engga ada kerjaan? Itulah yang gue alami hari ini. Ada sih hal yang gue kerjain kayak pergi ke gereja dan tidur siang, tapi setelah itu gue tiba-tiba kayak tersambar petir ctaaaarrrrrrr terus bengong mendadak sambil mikir mau-ngapain-ya? Sebenernya enak sih ada hari dimana tidak disibukan oleh hal-hal yang harus dikerjain, bisa santai-santai, leha-leha (lehaaaaaaaaaaa angkat jemuran!!! lho, nama orang itu sih ><), tapi lama-lama kok bikin bingung juga kalau tidak ada aktivitas berarti yang bisa dikerjakan atau apakah gue terserang sindrom 'kelebihan protein' ya? Jadi dulu pernah ada seorang pembicara bilang intinya seperti ini 'jangan sampe kita jadi orang yang kelebihan protein, yaitu orang yang saking biasanya sibuk mulu, giliran ga ada yang dikerjain bingung sendiri trus nyari-nyari kesibukan' kalo engga salah seperti itu, pokoknya yang nyantol di otak gue istilah 'kelebihan protein'nya itu, hehehe.
Awal gue bisa seperti pengangguran malas nyari kerja ini karena ikutan SA ((Semester Antara kayak semester pendek cuma beda nama aja) waaa jadi nyalahin SA ><). Selama 2 bulan dari pertengahan Mei sampai pertengahan Juli akan ada SA di kampus gue dan gue salah satu penikmatnya, padahal gue cuma ngulang 1 makul yang biji sks-nya 4, alhasil selama seminggu gue hanya 2 hari kuliah, 1 hari diisi 4 jam kuliah, mangztaaabbb pan??!! saya mahasiswa siap mabok Grammarzilla!! Mengingat akan ada banyak hari kosong walaupun ada beberapa jam dalam hari-hari itu yang akan diisi dengan kegiatan-kegiatan, tapi di bayangan gue, gue tetep bakal kayak pengangguran malas nyari kerja seperti hari ini. Anyway, sebagai anak SGM eh anak MILO (engga ada hubungannya ><), gue engga mau terus-terusan berjamur dan berlumut karena engga ada kegiatan yang berarti. So, terdorong oleh hasrat untuk tidak ingin menjadi kerupuk melempem di kamar kos sendiri, gue mikir (bisa mikir juga, horeeeeee!!!!! -_-') apa ya yang kira-kira bisa gue lakuin? Dan mata guepun bergulir ke arah seperangkat tali berwarna-warni yang beberapa hari lalu gue beli di Petra (toko asesoris yang jual bahan mentahan untuk bikin asesoris juga kayak mute, tali, bandul, dkk). Apa yang akan gue lakukan dengan tali-tali tersebut? bukan gantung diri atau skiping-an pake itu loh ya, tapi membuat gelang. Gelang yang sudah jadi pun gue beri judul 'gelang gaje' karena lihatlah bentuknya yang indah nan gaje itu. Bagi yang belum tau gaje, gaje itu kependekan dari gak jelas atau abstrak atau ambigu atau yang bikin orang mengernyitkan dahi sambil bergumum "opo kui!"
Nah, gue udah bukan seperti pengangguran malas nyari kerja lagi karena sudah ada kegiatan yang menyibukkan tali, pikiran, dan jari-jemari gue untuk menari-nari merangkai tali-temali menjadi sebuah karya yang cukup memuaskan dan membanggakan hati walaupun bentuknya tidak jelas tapi at least gelang gaje ini limited edition, hanya gue satu-satunya orang di bumi ini yang punya gelang seperti ini hahahaha (yaiyalah -_-'). Aktivitas membuat gelang tersebut menghabiskan waktu berjam-jam padahal hasilnya gue hanya sukses menelurkan 2 bentuk gelang. Penasaran seperti apa sih gaje bracelet yang limited edition itu??? Monggo dilihat di bawah ini. Ingat ya yang kamu liat ini gelang loh bukang cacing.
Gimana? gaje bangeeeetttttt kaaaannn??? >< Tapi bagi temen-temen yang suka mengoleksi aneka jenis gelang dan mengaku sebagai kolektor gelang, belom afdol kalau belom punya gelang jenis yang kayak begini. So, kalau berminat bisa koling-koling saya via facebook, twitter, atau sms. (jiaaaahhh ujung-ujungnya jualaaaaannnn. hahaha :D)
Baydewei eniwei baswei somei capcei, bukan cuma sekali ini gue mengalami saat-saat engga ada kerjaan, dulu juga pernah sewaktu tugas-tugas akhir semester mulai berguguran. Tapi bukan gelang yang gue bikin, melainkan sarung pulpen seperti yang di bawah ini (jualan lagi nih ceritanya? hahaha). Bentuknya memang tidak jelas, koki berbadan astor, mungkin karena pas lagi bikin ini gue lagi laper dan jadinya tiap pake pulpen bersarung inipun gue bawaannya laper mulu, untung masih sadar kalau ini bukan astor beneran. Dan gambar yang terakhir itu adalah wajah dari tersangka utama bersama hasil ulah kejahatan jari jemarinya yang udah mencabik-cabik kain flanel menjadi seperti astor begini. Sekali lagi, buat temen-temen yang berminat bisa langsung pesen aja, model dan harga bisa disesuaikan di belakang (kamar mandi? bukan! Toilet. Sama aja =_=').
Well, temen-temen, di saat engga ada kerjaan sekalipun sebenarnya ada hal yang bisa kita kerjakan loh asal kita mau sedikit memaksa otak kita untuk berpikir apa yang kita bisa kerjakan saat itu, mungkin kegiatan ringan saja seperti ngelakuin hobi kayak yang gue lakukan hari ini, sukur-sukur kalau di 'iseng' time kita itu malah bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan bisa dijual (sales banget deh :D) itu lebih baik. Jadi, setiap waktu kita tidak terlewat dengan sia-sia, bukannya nyaranin untuk nyari-nyari kesibukan ya, kalau memang tidak ada kesibukan ya bersyukur saja bisa santai dan nikmati saja, tapi tidak ada salahnya juga untuk mengisi waktu santai itu dengan ngelakuin hal yang kita suka, sekedar menyalurkan hobi juga bisa, biar waktu-waktu santai kita tidak terlewat begitu saja. Let's try if u want! ^^
Thanks 4 reading! Gbu :)
Awal gue bisa seperti pengangguran malas nyari kerja ini karena ikutan SA ((Semester Antara kayak semester pendek cuma beda nama aja) waaa jadi nyalahin SA ><). Selama 2 bulan dari pertengahan Mei sampai pertengahan Juli akan ada SA di kampus gue dan gue salah satu penikmatnya, padahal gue cuma ngulang 1 makul yang biji sks-nya 4, alhasil selama seminggu gue hanya 2 hari kuliah, 1 hari diisi 4 jam kuliah, mangztaaabbb pan??!! saya mahasiswa siap mabok Grammarzilla!! Mengingat akan ada banyak hari kosong walaupun ada beberapa jam dalam hari-hari itu yang akan diisi dengan kegiatan-kegiatan, tapi di bayangan gue, gue tetep bakal kayak pengangguran malas nyari kerja seperti hari ini. Anyway, sebagai anak SGM eh anak MILO (engga ada hubungannya ><), gue engga mau terus-terusan berjamur dan berlumut karena engga ada kegiatan yang berarti. So, terdorong oleh hasrat untuk tidak ingin menjadi kerupuk melempem di kamar kos sendiri, gue mikir (bisa mikir juga, horeeeeee!!!!! -_-') apa ya yang kira-kira bisa gue lakuin? Dan mata guepun bergulir ke arah seperangkat tali berwarna-warni yang beberapa hari lalu gue beli di Petra (toko asesoris yang jual bahan mentahan untuk bikin asesoris juga kayak mute, tali, bandul, dkk). Apa yang akan gue lakukan dengan tali-tali tersebut? bukan gantung diri atau skiping-an pake itu loh ya, tapi membuat gelang. Gelang yang sudah jadi pun gue beri judul 'gelang gaje' karena lihatlah bentuknya yang indah nan gaje itu. Bagi yang belum tau gaje, gaje itu kependekan dari gak jelas atau abstrak atau ambigu atau yang bikin orang mengernyitkan dahi sambil bergumum "opo kui!"
Nah, gue udah bukan seperti pengangguran malas nyari kerja lagi karena sudah ada kegiatan yang menyibukkan tali, pikiran, dan jari-jemari gue untuk menari-nari merangkai tali-temali menjadi sebuah karya yang cukup memuaskan dan membanggakan hati walaupun bentuknya tidak jelas tapi at least gelang gaje ini limited edition, hanya gue satu-satunya orang di bumi ini yang punya gelang seperti ini hahahaha (yaiyalah -_-'). Aktivitas membuat gelang tersebut menghabiskan waktu berjam-jam padahal hasilnya gue hanya sukses menelurkan 2 bentuk gelang. Penasaran seperti apa sih gaje bracelet yang limited edition itu??? Monggo dilihat di bawah ini. Ingat ya yang kamu liat ini gelang loh bukang cacing.
Gimana? gaje bangeeeetttttt kaaaannn??? >< Tapi bagi temen-temen yang suka mengoleksi aneka jenis gelang dan mengaku sebagai kolektor gelang, belom afdol kalau belom punya gelang jenis yang kayak begini. So, kalau berminat bisa koling-koling saya via facebook, twitter, atau sms. (jiaaaahhh ujung-ujungnya jualaaaaannnn. hahaha :D)
Baydewei eniwei baswei somei capcei, bukan cuma sekali ini gue mengalami saat-saat engga ada kerjaan, dulu juga pernah sewaktu tugas-tugas akhir semester mulai berguguran. Tapi bukan gelang yang gue bikin, melainkan sarung pulpen seperti yang di bawah ini (jualan lagi nih ceritanya? hahaha). Bentuknya memang tidak jelas, koki berbadan astor, mungkin karena pas lagi bikin ini gue lagi laper dan jadinya tiap pake pulpen bersarung inipun gue bawaannya laper mulu, untung masih sadar kalau ini bukan astor beneran. Dan gambar yang terakhir itu adalah wajah dari tersangka utama bersama hasil ulah kejahatan jari jemarinya yang udah mencabik-cabik kain flanel menjadi seperti astor begini. Sekali lagi, buat temen-temen yang berminat bisa langsung pesen aja, model dan harga bisa disesuaikan di belakang (kamar mandi? bukan! Toilet. Sama aja =_=').
Well, temen-temen, di saat engga ada kerjaan sekalipun sebenarnya ada hal yang bisa kita kerjakan loh asal kita mau sedikit memaksa otak kita untuk berpikir apa yang kita bisa kerjakan saat itu, mungkin kegiatan ringan saja seperti ngelakuin hobi kayak yang gue lakukan hari ini, sukur-sukur kalau di 'iseng' time kita itu malah bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan bisa dijual (sales banget deh :D) itu lebih baik. Jadi, setiap waktu kita tidak terlewat dengan sia-sia, bukannya nyaranin untuk nyari-nyari kesibukan ya, kalau memang tidak ada kesibukan ya bersyukur saja bisa santai dan nikmati saja, tapi tidak ada salahnya juga untuk mengisi waktu santai itu dengan ngelakuin hal yang kita suka, sekedar menyalurkan hobi juga bisa, biar waktu-waktu santai kita tidak terlewat begitu saja. Let's try if u want! ^^
Thanks 4 reading! Gbu :)
Saturday, May 21, 2011
Hari BIASA
Hari ini sumpah BIASA banget! Bangun keBIASAan jam 9 pagi gara-gara BIASA ol tengah malem, mandi BIASA di kamar mandi (iyalah masa di dapur? ntar dikira mau goreng badan lagi *apa sih!><*), makan BIASA sambil nonton tv, abis itu juga keBIASAan maenan kakinya Boni, terus tengah malem BIASAAAA... ol lagi. BIASA semua. Tapi walaupun BIASA-BIASA gitu tetep aja ga BIASA, ada nikmatnya, soalnya at least hal-hal yang BIASA itu engga gue lewatin di KOS yang lama-lama BI(a)SA kayak virus mematikan, tepatnya virus boring mematikan. Sekaran juga karena engga tau mau nulis apa, engga jelas juntrungannya (apaan sih itu? engga tau gue juga, main pake aja :p), yang penting nulis deh and ada yang bisa gue share walaupun nih postingan kelewat BIASA banget atau kalau di bahasa bule-nya poor (Y.Y). Intinya postingan kali ini gue kayak bener-bener lagi curhat di diary-diary gitu kayak jaman SD cuman bedanya kalau jaman SD masih imut-imut BIASAnya bilangnya "Dear Diary..." sekarang udah amit-amit bilangnya "Dear Diare...", nah untungnya gue lagi engga curhat di Diar(e)y. Aduh makin engga jelas tulisan gue ini! >< Ya sudah daripada makin engga jelas dan luarBIASA ngelantur ngalor ngidul wetan kulonnya, mending sudahi saja tulisan ini dengan berharap besok gue memiliki hari yang engga BIASA-BIASAnya atau luarBIASA, hahaha (ketawa P-man). Oke deh! Nite yaw (kayak nyang BIASA di sms2 gt), aduuuhhh dibahas lagi BIASAnya, katanya mau udahan? Oke oke! Gbu :)
Nb: Kesalahan teknis. Postingan ini postingan hari Kamis, 12 Mei 2011 :D
Nb: Kesalahan teknis. Postingan ini postingan hari Kamis, 12 Mei 2011 :D
Di dalam sebuah dunia, Angan-angan
Kumasuki ruang tak berdimensi berkerlap-kerlip mengikuti irama hati, melangkah cepat dan menatap di sana, dalam sebuah angan-angan saat kenyataan tak sesedap ayam goreng kesukaanku. Tiap tetes perih pernah keluar dari dua balik pandang yang tak berdaya, begitu lemah, bak seonggok daging dalam kuali panas. Sebersit bayangan-bayangan kelam menghantui untuk minta dimaafkan bukan dilupakan manakala mereka tau aku tak kuasa melakukannya, mengingatnya pun sama saja ku melempar diri dalam jurang berbatu terjal, walaupun kutahu Siapa yang mampu membantuku tapi gores-gores luka bercampur cuka terlalu indah untuk dinikmati kembali. Begitulah saat aku menyukai dunia entah apa ini di balik sebuah kenyataan dimana tiap insan memilikinya tapi ku takkan mencurinya karena punyaku ini begitu indah, mungkin jiwa yang lain berpikir hal yang sama kalau indah nian angan-angan.
Setiap detik-detik manis tak terkecap oleh kata tak tertulis oleh nada hanya mampu untuk dirasa tercipta di sana seperti apa yang dari balik jiwa yang egois membentuknya sedemikian rupa. Begitu memabukan hingga kutenggelam di dalamnya, bermain dengan air segar yang masuk lewat hidung dan segala celah hingga tak bernafas. Melarikan diri sejauh mungkin dengan rantai-rantai nyata yang melekat di raga dan siap menarik kapan saja. Aku hanya ingin meraih yang namanya indah dalam jauhnya lubuk keinginan hati, merasakan yang hitam dalam abu-abu, yang tak ada dalam ada, yang begitu nyata dalam tak nyata.
Sesungging garis tipis elok terukir di sana, melupakan logika. Nada-nada manis teralun apik mengiringi langkah-langkah mimpi. Bagaikan berdansa dengan derap lincahnya sang ego dalam indahya yang disebut surga. Menikmati desiran angin semi, merasakan gesekan daun-daun tua berguguran dalam kemarau, mencicipi dinginnya es di pucuk daun berbalut putih, dan memandang pelangi sehabis derai-derai air dari langit berwarna jingga. Tapi di sana ku tak bernyawa, ku berangan dalam diri makhluk yang terbentuk dari butir-butir debu tak ada apa-apanya.
Setiap detik-detik manis tak terkecap oleh kata tak tertulis oleh nada hanya mampu untuk dirasa tercipta di sana seperti apa yang dari balik jiwa yang egois membentuknya sedemikian rupa. Begitu memabukan hingga kutenggelam di dalamnya, bermain dengan air segar yang masuk lewat hidung dan segala celah hingga tak bernafas. Melarikan diri sejauh mungkin dengan rantai-rantai nyata yang melekat di raga dan siap menarik kapan saja. Aku hanya ingin meraih yang namanya indah dalam jauhnya lubuk keinginan hati, merasakan yang hitam dalam abu-abu, yang tak ada dalam ada, yang begitu nyata dalam tak nyata.
Sesungging garis tipis elok terukir di sana, melupakan logika. Nada-nada manis teralun apik mengiringi langkah-langkah mimpi. Bagaikan berdansa dengan derap lincahnya sang ego dalam indahya yang disebut surga. Menikmati desiran angin semi, merasakan gesekan daun-daun tua berguguran dalam kemarau, mencicipi dinginnya es di pucuk daun berbalut putih, dan memandang pelangi sehabis derai-derai air dari langit berwarna jingga. Tapi di sana ku tak bernyawa, ku berangan dalam diri makhluk yang terbentuk dari butir-butir debu tak ada apa-apanya.
Wednesday, May 18, 2011
Obrolan singkat bersama si 65th
Malam tadi di angkutan umum oranye nomor 06 jurusan Johar yang gue, Ibu, dan adek tumpangi tidak terlalu ramai, hanya ada kita dan seorang bapak yang duduk di kursi belakang supir. Saat Ibu bilang "nanti saya turun di Sukun ya, Pak" dengan bahasa Jawa tentunya, si pak supir dan bapak yang duduk di belakangnya itu menjawabnya berbarengan. Itulah awal dimana si bapak belakang supir ngobrol-ngobrol dengan kita. Pembahasannya ringan seperti orang (memang) belum pernah ketemu, seperti tanya-tanya gue kuliah dimana, adek gue kelas berapa, sampai kita ke satu topik yang menarik perhatian gue untuk mendengar, mengingat, dan membagikannya di sini.
Dari sekian panjang obrolan bapak itu, kalimat yang menarik hati gue adalah waktu dia bilang "olahraga itu penting, bisa ketemu teman-teman, bisa gojekan, untuk ngilangi stres..." begitu kira-kira kalimat yag terlontar dari mulut bapak ini. Sebenarnya kalimat itu terbilang biasa, tapi begitu gue denger dia bilang kalau dia adalah seorang pensiunan dan ternyata usianya 65 tahun, gue engga lagi nganggep kalau kalimatnya barusan itu biasa karena kalimat tersebut keluar dari mulut seorang bapak yang ternyata sudah tua dan cukup usia untuk menyandang sebutan "mbah", "opa", "kakek" ataupun "ngkong", yang biasanya kaum mbah itu menikmati hari tua dengan santai-santai, ngopi-ngopi, dolanan cucu (dolanan? emang cucu mainan? :p) di rumah tapi bapak ini beda, dia masih mau menempuh jarak berkilo-kilo meter dengan angkutan umum untuk main badminton dengan temen-temennya, bayangan gue sih temen-temennya juga seusianya. Hebat gue bilang. "Kalau leyeh-leyeh gitu malah sakit, Bu. Saya ini orangnya engga bisa diem," tambahnya lagi. Dia ngejelasin dengan begitu mantap kalau biarpun sudah tua, harus tetap aktif biar penyakit engga mudah hinggap di body yang sudah merenta itu dan mencegah stress, makanya si bapak ini masih menyempatkan diri untuk main badminton. Dia juga sempat singgung kalau ada banyak orang yang usianya lebih muda malah kesehatan atau tepatnya kekuatan fisiknya tidak seprima dibanding yang usianya sebapak ini, istilah kasarnya lebih loyo lah karena sukanya malas-malasan, jarang olahraga. Weittttzzzzz mendengar itu, gue sebagai daun muda (hayyyyyaaahhhh =_+) merasa engga terima tapi begitu gue melihat diri gue sendiri iya juga sih, olahraga gue cuma pas jalan kaki kalau mau ke kampus. Terbukti juga sih omongannya itu karena setua ini aja dia masih sebugar dan sesemangat itu, gimana pas muda?
Yang bikin gue suka dengan kalimat-kalimat bapak ini karena memang rangkaian kalimat yang dia ucapkan itu terbukti pada dirinya jadi engga sekedar celotehan belaka. Begitu dia bicara soal olahraga, kesehatan, sampe bilang kasarnya anak muda "loyo", gue langsung lihat ke penampakan ehh penampilan pokoknya ke fisik bapak itu. Kesan pertama gue sebelum dia menyebutkan usianya, gue kira bapak ini berumur sekitar 45-50 tahun lah tapi ternyata di luar dugaan. Fisik nih bapak sih emang terbilang bugar di usianya yang sudah banyak termakan waktu itu. Badannya rata boo, engga buncit kayak bapak-bapak atau opa-opa pada umumnya, bicaranya pun masih lugas, jelas, dan mantaplah, pokoknya terlihat memang dia opa-opa yang menjaga kesehatannya dan suka berolahraga.
Obrolan yang lumayan menginspirasi itupun berakhir di Sukun saat angkutan oranye itu tinggal landas begitu kita bayar ongkos.
Dari obrolan kita sepanjang rute Java Mall-Sukun yang terhitung singkat ini menyadarkan gue kalau usia tua jangan dijadikan alasan untuk malah terus-terusan santai dan leyeh-leyeh, melainkan harus tetap aktif, paling engga ada hal yang dikerjakan, dan tetap jaga kesehatan dengan berolahraga karena justru terkadang santai-santai itu lama-lama bisa bikin stres dan penyakit. Sementara kalau kita berolahraga, main badminton contohnya, itu bisa bikin fresh otak, bisa guyonan sama teman-teman, jadi masa tua pun tetap seindah dan seasyik masa muda. Untuk anak muda (termasuk gue :D) jangan mau kalah dengan si usia 65 tahun ini, fisik kita juga harus tetap fit untuk lompat sana-lompat sini maksudnya masih tetap aktif seaktif-aktifnya dan walaupun anak muda tuh sibuk sesibuk-sibuknya ataupun santai sesantai-santainya juga mesti inget untuk olahraga biar badan tetap prima (kayak sales minuman berenergi Extr* J*ss -___-").
Sekian postingan hari ini dari pelajaran yang bisa gue petik kala mengobrol singkat nan santai bersama si 65th itu. Pertemuan dengan si bapak itu mungkin kebetulan tapi mungkin juga memang sudah direncanakan oleh yang Maha Mengatur, yaaa apapun itu ada hal yang bisa gue pelajari hari ini.
Thanks 4 reading!^^
Gbu :)
Tuesday, May 17, 2011
TeguranMu
Saat emosi melingkupiku
Saat ambisi memenuhiku
Saat mimpi-mimpi mengalihkan perhatianku
Dan derap hasrat jiwa mengebu-gebu
Menutupi pandanganku akan Engkau
Memburamkan fokus dan prioritas
Menunda apa yang seharusnya dan sebaiknya
Mencampuradukan perasaan dan iman
TanganMu sigap sebelum kulenyap
Engkau tamparku sebelum ku jatuh lebih sakit
SentilanMu tepat mengarah pada satu titik telak dalam jiwa yang salah
TeguranMu bak cambuk si kuda jantan
Kau tahu arah mana yang harus kutuju
Kau tegur untuk mengembalikan fokusku
TeguranMu sakit tapi manis kukecap akhirnya
TeguranMu cukup menyadarkan aku manusia tak berdaya
TeguranMu buah kasihMu yang menyatakan
Engkau hidup
Engkau peduli
Engkau kasih
Engkau Allah
Saat ambisi memenuhiku
Saat mimpi-mimpi mengalihkan perhatianku
Dan derap hasrat jiwa mengebu-gebu
Menutupi pandanganku akan Engkau
Memburamkan fokus dan prioritas
Menunda apa yang seharusnya dan sebaiknya
Mencampuradukan perasaan dan iman
TanganMu sigap sebelum kulenyap
Engkau tamparku sebelum ku jatuh lebih sakit
SentilanMu tepat mengarah pada satu titik telak dalam jiwa yang salah
TeguranMu bak cambuk si kuda jantan
Kau tahu arah mana yang harus kutuju
Kau tegur untuk mengembalikan fokusku
TeguranMu sakit tapi manis kukecap akhirnya
TeguranMu cukup menyadarkan aku manusia tak berdaya
TeguranMu buah kasihMu yang menyatakan
Engkau hidup
Engkau peduli
Engkau kasih
Engkau Allah
Subscribe to:
Posts (Atom)
Waspada Gudang Celotehan Bajakan!
Belakangan ini gue iseng buka blog gue setelah sekian lama gak terjamah. Gue iseng aja ketik keyword "Gudang Celotehan" di Googl...
-
Beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan yang selalu menjadi bulan penengah setiap tahunnya, saat gue bersama beberapa teman sedang ...
-
Dari jaman masih berseragam putih abu-abu, hasrat ngeblog gue udah menggebu-gebu. Sayangnya, saat itu megang FB aja gue masih gemeteran h...

















