Showing posts with label celotehan iseng. Show all posts
Showing posts with label celotehan iseng. Show all posts

Monday, January 26, 2015

Nyapa Blog Aja

Udah lama banget gak nulis, keyboard jadi kaku-kaku. Engga ada topik khusus yang mau gue tulis sih. Makin lama blog ini makin mirip kayak kotak saran di restoran-restoran deh. Diisi kadang-kadang, tapi toh jarang juga dilongok. Iya, dilongok sama bloggernya sendiri. Oke, gue tau, blog gue pasti udah jengaaaaaaah soal gue yang minta maaf karena jarang ngeblog.

Sore ini, entah sore yang keberapa dari Senin yang kesian yang udah gue lewati sebagai seorang manusia yang udah engga terbilang baru lagi menjejaki dunia pekerjaan. Ya, sore yang rasanya masih sama seperti awal-awal gue lompat dari anak kuliahan ke anak kerjaan (anak kerjaan? ya you know what I mean lah :p). Jadi, karena rasanya masih sama, gue mau berterimakasih pada Pencipta yang mengizinkan banyak cara terlintas di otak gue untuk tetap maju, melewati hari demi hari, menghitungnya.

Pertama, terimakasih pada MP3 di ponsel yang akhir-akhir ini lebih sering gue denger, teristimewa untuk sederet lagunya abang ganteng John Mayer, Duo Couplenya Endah 'n Rhesa plus Banda Neira, juga Mocca, dan tak lupa abang Tulus dan Buble. Dengerin musik bisa mengalihkan pikiran gue dari momok yang itu-itu aja ke hal-hal lain, sangat membantu pula untuk merilekskan saraf-saraf yang kayaknya saling tarik persis main tarik tambang, itu dia gue takut ada saraf yang putus aja, hahaha. Untung ada musik. Bersyukur banget, gue yang engga jago nyanyi dan cuman bisa main suling sama keyboard kadang-kadang, bisa sangat menikmati musik. Gue sangat mensyukuri keahlian gue sebagai penikmat musik. Iya, modalnya cuman kuping sama hati aja. Haha.

Kedua, tentunya ucapan terimakasih teriring pada bercangkir-cangkir kopi yang gue minum. Sangat membantu. Emang sih kopi itu engga membantu gue buat engga tidur, tapi membantu untuk menenangkan pikiran dan hati. Seandainya air putih itu kopi.

Ketiga, menulis. Wahai pikiran dan jemari yang berkolaborasi dengan cantik, terimakasih ya. Gue merasakan betul kalo menulis itu menyembuhkan. Emang! Emang engga 100% menghilangkan penyakit. Itu mah lo ke dokter lah. Tapi, menulis itu membantu untuk menuangkan perasaan dan pikiran yang mau gue tuang. Sama kayak termos yang keisi kopi panas terus-menerus, sayang kalau kopinya dibuang, jadi harus ada wadah buat menumpahkan luberan kopi yang udah berlebihan tersebut. Yang pasti, setiap habis nulis, gue merasa lebih baik, meskipun gue harus berjuang untuk menyaring penggunaan kata-katanya. Sebenernya itu agak mengganggu, tapi kalau engga disaring, mungkin bakal kebaca terlalu pait.

Keempat, lawak. Diberkatilah para komedian atau pelawak di acara-acara TV, berkat mereka gue engga lupa caranya ketawa loh. Terimakasih!


Tuesday, September 30, 2014

i am just bored with similarities in routines

The sexiest reason for me to go home fast is my bed because i am so sleepy.
But, sometimes you want more than a bed. Am i right?
Something which is alive. Well, English has a term for it, "someone."
Is it clear enough?
No, i am not in the mood of finding mr. right as soon as possible.
I just feel bored with my bed, my room, my usual activities, my common zone.
That's comfort, but common.
I am in the mood of looking for differences out of my routines.
It's totally boring when you get up early in the morning, sometimes 5 or 10 minutes late.
Then, you take a bath in hurry.
You get dressed.
You say to the mirror that "you are awesome! today is gonna be a great day!"
Then, you go. You work.
You face your stuff.
You see the clock and wanna kill it for you are missing your bed so bad.
Then, you sleep.
Those daily things officially happen in most of the days in a week. Whatta!
So, here it comes. That feeling.
Am i the one and only person that feels bored towards routines and similarities on earth?
Or are you with me?
So you know what, at this point, i suggest you that please, laugh at your mistakes.
Mistakes happen to break the routines. You know, i mean mistakes which are under your good responsibility as human beings. human beings, not animals.
I am writing this for no special reasons, unless..
I just want you my reader(s) to know my "unique" feeling right now.
I am writing for taking my medicine to beat this feeling.
Ya, my blog. This is home. This is my medicine. This is my loyal listener.
A place that i will always come back.
I love you, blog.

sorry for you who accidentally read this posting till the end that it is not beneficial at all for you. but, thank you to listen to my words, my feeling. :)

Sunday, June 8, 2014

Kusuka Tulus dan Lirik-liriknya


Siapa yang kenal Tulus? Nah kan, banyak yang kenal. Iya, pendatang yang cukup baru di bilantika musik Indonesia ini memang terkenal bersuara apik, adem ayem, dan jazzy banget. Belum lagi, beberapa lirik lagu di albumnya ia tulis sendiri. Ini dia yang bikin gue makin jatuh cinta sama dia. Lirik-lirik bikinannya meaningful dan positif. Nah, saking ngefansnya gue sama doi, postingan ini gue khususkan untuk menampung lirik-lirik lagu Tulus. Check 'em out!


-Gajah-

Setidaknya punya tujuh puluh tahun
Tak bisa melompat kumahir berenang
Bahagia melihat kawanan betina
Berkumpul bersama sampai ajal



Besar dan berani berperang sendiri
Yang aku hindari hanya semut kecil
Otak ini cerdas kurakit berangka
Wajahmu tak akan pernah ku lupa



Waktu kecil dulu mereka menertawakan
Mereka panggilku gajah, ku marah
Kini baru ku tahu puji di dalam olokan
Mereka ingatku marah
Jabat tanganku panggil aku gajah



Kau temanku kau doakan aku
Punya otak cerdas aku harus tangguh
Bila jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku



Kecil kita tak tahu apa-apa
Wajar bila terlalu cepat marah
Kecil kita tak tahu apa-apa


Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik



Kau temanku kau doakan aku
Punya otak cerdas aku harus tangguh
Bila jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disitu masih rela jadi tamengku



Kau temanku kau doakan aku
Punya otak cerdas aku harus tangguh
Bila jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku

courtesy of: http://www.metrolyrics.com/gajah-lyrics-tulus.html



Setau gue, lagu berjudul Gajah ini bercerita tentang masa kecil Tulus yang sering dipanggil "Gajah" oleh teman-temannya. Nah, di lagu ini Tulus kasih respon positif tentang panggilan "Gajah" tersebut, meskipun dulunya ia sempat marah dijuluki "Gajah." Wajar lah anak kecil.




-Baru-

Tak perlu kau ajak aku bicara
Tak akan pernah ku mendengar-nya
Ini aku yang dulu bahkan tak dapat sebelah dengar dari telingamu

Tak perlu pesolek berwangi bunga
Tak akan mampu luluhkan hatiku
Ini aku yang dulu bahkan tak dapat sebelah mata dari pandanganmu


(Reff)

Nikmatilah kejutanku
Ini aku yang baru
Nikmatilah rasa rindu
Tak lagi di kuasamu

Tak perlu gelitik aku tertawa
Tak lagi kulihat ada yang lucu
Ini aku yang dulu namanya terus jadi sisipan tiap leluconmu


(Reff 2x)

Dari dulu kamu tau
Patuh aku demi kamu
Dulu lalu tinggal dulu
Inilah aku yang baru


(Reff 2x)

courtesy of http://www.metrolyrics.com/baru-lyrics-tulus.html 


Lagu sepanjang 2 menit 57 detik di atas ini ditulis Tulus tahun 2013 dengan bantuan sahabatnya, Ferry Nurhayat. Aransemen musiknya ditangani langsung oleh produser Tulus sendiri: Ari Renaldi. (sumber)

Untuk sementara, dua ini dulu lirik-lirik lagu yang ditulis sendiri oleh Tulus dan gue favoritkan. Silakan kalau mau dipakai buat karaokean. Tapi, lagunya download sendiri ya. Hehehehe.

Monday, May 5, 2014

surat penumpang busway

kepada bapak ibu yang dipilih dan dipercaya rakyat. 


keibuan ibukota sudah mulai menguap. 
dimana-mana ada asap. 
kendaraan berroda dua, tiga, empat merayap. 
sebelum kami kalap, 
karena diri kami penat dengan tempat kami hinggap, 
janganlah tambahi lagi gedung-gedung tinggi, 
di sepanjang jalan yang kami lewati, 
sepulang kami bekerja demi sesuap nasi. 
sudah cukup dengan polusi dan macet di sana sini. 
ingin kami ketika letih disuguhi pemandangan langit senja yang aduhai. 
karenanya, jangan tutupi pandangan kami dengan jajaran gedung tinggi berkaca. 
karena langit senja yang memerah itu terlebih menghibur diri yang letih 
dibanding kami saling menatap diri berdesak-desakan dalam kendaraan kebanggaan ibukota yang rutin kami tumpangi. 
untuk pengertiannya, kami berterimakasih. 

salam, 
penumpang setia busway.

Sunday, April 27, 2014

Random Thought about GOD's Calling upon Me

Saat menulis postingan ini, gue sedang terduduk di ruang kelas tempat biasa gue berteriak-teriak. Yah, skill teriak gue semakin terasah semenjak memasuki dunia kerja. Jangan tanya kenapa, karena tidak semua pertanyaan gue berikan jawabannya dengan apa adanya.

Oke, rasanya bosan kalau harus terus-terusan merasa bersalah karena jarang mengunjungi blog. Jadi, kali ini langsung saja. Sebenarnya tidak ada topik khusus untuk postingan ini, tapi ya sudahlah kita bicara soal perasaan.

Terkadang gue berpikir, setiap orang lahir ke dunia tanpa ia minta. Tidak ada perjanjian di atas materai tentang persetujuan kita akan dilahirkan ke dunia bukan? Tau-tau lahir aja gitu. Dan, Tuhan punya rencana kenapa kita diizinkan lahir ke dunia. Kita lahir untuk menggenapi rencana Tuhan atas hidup kita. Nyebelinnya adalah kita tidak diberitahu terlebih dahulu apa rencana tersebut. Jika seseorang disuruh ke warung untuk membeli gula, ia akan sangat mudah ke warung dengan tujuan yang sudah pasti which is membeli gula. Sedangkan kita, ibaratnya seperti disuruh ke warung, diberi uang, tapi engga diberitahu apa yang harus dibeli, jadinya bingung.

Sepertinya sebelum kita menggenapi rencana Tuhan atas hidup kita, tugas kita yang pertama ialah untuk mencari tahu dahulu apa rencana Tuhan tersebut, baru bisa melaksanakan rencana itu. Nah, di sini pangkal uneg-uneg gue yang gue rasa beberapa orang juga memiliki kebingungan dan kerinduan yang sama.

Logikanya adalah ketika kita sudah tahu rencana apa yang Tuhan pengen kita lakukan, baru setelah itu kita mengerjakan rencana itu. Idealnya begitu. Tetapi, untuk tahu rencana Tuhan itu engga semudah membalikkan tempe yang udah garing di penggorengan. Kalo begitu, kapan ngelaksanain rencanaNya dong wong tahu rencanaNya aja belum? Naaaaaah, itu dia selagi kita mencari tahu rencana spesifik Tuhan atas hidup kita, kita sudah seharusnya tetap mengerjakan apa yang baik yang bisa kita lakukan. Toh, Tuhan Maha misterius, Dia engga akan terang-terangan ngasih tau rencanaNya itu. Kalau Ia terang-terangan ngasih tahu rencanaNya ke kita mungkin habis sudah perkara. Kita akan berhenti mendekat pada Tuhan, berhenti mencariNya. Mungkin itu juga kali ya alasan kenapa Tuhan engga terang-terangan ngasih tahu rencana spesifikNya buat kita? Biar kita terus datang ke Dia, terus tanya, terus kepo, terus cari tahu, terus mendekat padaNya. Karena Tuhan juga kasih janji. Siapa yang terus haus, ia akan dipuaskan. Siapa yang terus mencari, ia akan menemukan. Jadi, Tuhan juga berjanji kok kalau Dia akan membiarkan kita menemukan rencana spesifikNya untuk kita.

Wait. Sebelum lebih jauh, kenapa sih repot-repot cari tahu rencana Tuhan buat kita? Hidup ya tinggal hidup aja kali. Cari duit, nikmati hidup. Memang sih, bagaimana kita menjalankan hidup ini adalah pilihan kita. Tetapi, bagi gue, ketika gue engga tahu masa depan dan gue tahu Tuhan yang pegang masa depan, jadi mending gue nurut kata Tuhan aja. Lagijuga, ketika kita hidup bertahun-tahun, kaya raya, tetapi cuma dihabiskan untuk diri sendiri itu rasanya hambar. Ketika hidup kita bisa "menghidupkan" hidup orang lain alias kita bisa membantu dan bermanfaat bagi sesama, hidup itu jadi berarti, meaningful dan berharga.

Nah, yang jadi uneg-uneg gue adalah

Sunday, January 12, 2014

Blog, Sorry dan How Are You?

Saat ini gue sedang dipunggungi blog sendiri. Gue datang membawa setangkup permintaan maaf dan pertanyaan "apa kabar?", tapi malah dipunggungi. Katanya, gue sudah terlalu sering PHP-in dia. Iya sih. Hiks. Berkali-kali gue bilang, gue akan sering-sering mampir dan nulis sesuatu sekedar buat "buang-buangin sarang laba-laba", tapi apa? apaaa? kamu pemberi harapan palsuhh! Blog gue murka sambil banjir air mata.


Friday, October 4, 2013

Blog, Kangen!

Kacang lupa sama kulitnya. Jangan sampai gue jadi blogger yang lupa sama blog kesayangannya. Jangan sampe! Saat ini pun, sebagai blogger yang budiman, gue udah siap bawa kemoceng buat ngebersihin sarang laba-laba dan dedebuan yang bertengger anteng di blog ini saking udah lamanya ditinggal penghuninya. Maafkan ya, blog. Maklum, sekarang masa-masa jaya yang berlimpah waktu kosong sudah terenggut sang waktu. Hiks.

Sunday, August 25, 2013

Kesempatan untuk Menyapa

Akhirnya aku tiba di hadapan deretan menu makan siangku setelah mengantri panjang tadi. Kuambil piringku, lalu kutaruh beberapa sendok nasi, lauk, dan sayur. Memandang makanan di piringku ini rasanya liurku hampir menetes. Aku ingin segera meraih kursi di pinggir pantai, lalu menikmati makan siangku di sana sambil bersenda gurau dengan teman-teman yang lain. Ah! Sebelum tiba di kursi itu, aku harus mengambil dulu segelas air daripada bolak-balik. 

rindu bebunyian musik air menghantam bebatuan

dari sekian banyak hal yang kusyukuri, aku juga bersyukur selain pernah merasakan berbaring di atas gunung Merbabu dan di bawah hamparan bintang yang terlihat lebih besar dari biasanya, kini kujuga telah merasakan nikmatnya berbaring beralas bebatuan besar, beratap luasnya langit malam yang pekat, dan di hadapan pantai lepas dengan bebunyian musik air yang menghantam bebatuan. terimakasih untuk kesempatan-kesempatan itu, Tuhan. betapa luarbiasa indah hasil karyaMu pada semesta. hanya karena anugerahMu kubisa menikmatinya. :) 

Monday, June 10, 2013

jiwanya tidak benar-benar bersamanya di sini, di tempat ini...

desiran pantai mengisi pendengaran, sentuhan angin malam yang dingin menusuk kulit, dan gelapnya langit malam memuaskan pandanganku. di tengah keramaian malam ini, aku merasa begitu tenang. sesuatu yang aku cari sedari tadi akhirnya kutemukan.


"apa bagusnya langit tanpa bintang?" dan sebuah suara berat yang entah sejak kapan berada di sana, memecah keharmonisan malam yang sedang kunikmati ini.

Sunday, June 2, 2013

Sedini Ini...

tidak seharusnya sedini ini,
aku memilih memikirkan yang lain
terlalu penat dan jengah aku dengan interpretasi
usahaku sampai sedini ini...
sedini ini dulu...
tidak seharusnya pula sedini ini,
aku malah berpuisi tentangmu
yang seharusnya tak sedini ini
aku memutuskan mengagumimu...
kamu yang berada di balik kemeja rapih
kamu yang hanya seperti sembulan embun di kala pagi
kamu yang lenyap seketika
kamu yang entah bagaimana
yang seharusnya memang tak sedini ini
aku begitu mengagumi...
karena ada banyak sisi belum terkuak
karena masih tentang interpretasi aku ini muak
sedini ini...
aku sudah berpuisi...
kembali mengangumimu...
yang baru sedini menganggumi...
sampai sedini ini... :')

Monday, May 27, 2013

Flanelnya atau Dirinya


Dari kejauhan aku sudah memandangnya
dengan setelan flanel khasnya
ahh apakah aku sedang memasuki pintu doraemon
kembali ke masa putih biru
saat sedang senang-senangnya mengagumi sesosok manusia dari kejauhan
di usiaku saat ini
yang sudah sangat jelas tidak cocok lagi memakai rok span biru itu
habis apa yang bisa kuperbuat
membiarkan kagum ini menguap di udara?
i love the way you dress
i love your style
hanya sebatas itu
karena hanya itu yang saat ini nampak
aah satu lagi!
you are doing what I am doing
and I believe that you are growing, so am I

Wednesday, April 24, 2013

Temenin Ke Toilet


“Nad! Pleaseeeeeeee….,” rengek Dinda sambil menarik-narik lengan seragam Nadia, teman sebangkunya.
“Iiiih, sendiri aja sih, Din! Gue engga mau melewatkan sedetikpun tanpa melihat wajah rupawannya Pak Aryo, lo ngerti kan?” balas Nadia, masih kekeuh untuk tidak beranjak dari bangkunya dan menatap lurus ke satu titik, guru Matematikanya, Pak Aryo.
“Lo tega banget sih sama temen sendiri, Nad! Udah gak tahan gue, lagi juga masih ada satu jam lagi kali lo bisa mantengin pak Aryo,” Dinda makin gelisah, dihentak-hentakkannya kakinya ke lantai terus-menerus.
“Gak, gak, gue lagi fokus!” tegas Nadia. “Tuh sama Melly aja sana!” suruh Nadia sambil menggerakkan dagunya ke arah Melly.
“Ck! Melly kan sama aja kayak lo, fans beratnya Pak Aryo!” ujar Dinda sebal, kali ini ia juga menggoyang-goyangkan badannya. Lalu, diguncang-guncangkannya pundak Nina yang duduk di depannya, “Nin, Nin, anterin gue yuk ke toilet….”
Nina menoleh sambil mendengus sebal karena merasa terusik, “Sendiri aja kenapa, sih?”
“Malu gue! Kan harus ngelewatin kelas IPS yang anak-anaknya suka nongkrong di depan kelas dan ngata-ngatain. Ayo dong!”

(Bukan) Tahu Isi

nampaknya lama-lama kamu kubikin tahu isi.
bukan lagi berisi interpretasi, melainkan sayur mayur.
karena sebakul interpretasiku habis tereliminasi.
nampaknya lama-lama kamu kubikin tahu isi.
bukan lagi tentang kritisasi, tapi bergizi.
karena entah harus kutulisi apalagi, kuisi apalagi.
sayur mayur?
memangnya aku sedang bikin tahu isi?
ini skripsi. bukan tahu isi.


#edisigalauanalisadata :/

Wednesday, March 27, 2013

Sunshine Award



HAP! Ternyata temen kampus gue, Meykke Santoso, pernah lebih dulu ngasih award ini, sebelum versatille award, hehehe. Jadi, Versatille Award itu sebenernya award kedua. hahaha. Oke, thank you a bunch (lagi) buat Meykke yang udah mengoper Sunshine Award ini untuk saya (kedip-kedip *.*).

Dan di award yang kali ini lagi-lagi gue akan membeberkan beberapa hal tentang gue. Pilihin yang bagus-bagus aja ah, hahaha. Tanpa memperpanjag lagi, yuk langsung cekidot saja! ;)

Tuesday, March 19, 2013

setelahnya kumerasa lebih baik...

aku sungguh sangat ingin meneguk barang seteguk dua teguk kopi paling pahit sedunia
lalu, jikat tidak diizinkan aku membawa secangkir saja, aku akan terus mengecap-ecap tegukan terakhirnya di lidah,
agar dapat kuingat-ingat dengan baik bagaimana rasa pahit saat di awal kumengecapnya,
rasa pahit yang masih solid dan pekat sepekat pahit di awal kumengecapnya
dan kubawa lari ke tengah hutan yang gelap dan dingin yang menusuk
hingga kuhanya sanggup meringkuk di pelukan malam yang dingin
dan kumembeku didekap semesta hingga ke tulang sumsum
tubuhku bergetar, pelupuk mataku basah terkena embun dari pucuk daun
angin malam membelaiku penuh perhatian
lalu aku menanti parade musik malam
perpaduan lolongan srigala dan suara hati
hingga aku rasa semesta turut mengecap pahit kopi paling pahit sedunia saat di awal kumengecapnya

kenapa manusia tidak meniru kehidupan tupai?


Di suatu pagi yang mendung, di tengah hutan rimba raya yang dipenuhi dengan pepohonan berdaun rimbun dan berbatang merah, sekumpulan hewan keluar dari sarangnya dan berbaur. Mereka asyik dengan kegiatan masing-masing. Ada sekumpulan tupai yang sedang bermain lompat akar lentur. Dua tupai masing-masing memegang ujung akar pohon yang lentur, lalu memutar-mutarnya, dan seekor kelinci dengan lihai melompati akar tersebut. Ada pula segerombolan semut yang sibuk mengangkat rerempahan makanan sisa para pemburu semalam di atas kepala mereka. Beberapa semut itu sibuk berteriak-teriak, "awas! awas! air panas!" agar tidak terinjak hewan lain.

surat untuk Pemilik malaikat tanpa sayap


teruntuk Pemilik malaikat tanpa sayap yang terkasih dan berlimpah kasih,
aku menulis surat untuk minta dikirimkan malaikat tanpa sayap yang mau menolongku sampai selesai.

amin.
surat terbawa angin.
semoga sampai.


alkisah...


aku sinar
aku melihat secercah sinar di kejauhan
tanpa babibu aku berlari ke arahnya
saking terlalu senang dan semangat, sering aku tersandung batu dan jatuh

Wednesday, January 23, 2013

Let's Jump On The Train!

Sebenarnya, bukan tentang ini yang ingin gue post hari ini, tapi apa daya cerita yang satunya itu belum selesai ditulis dan diedit. Kalau postingan ini, gue cuman ingin sekedar mengabadikan sebuah moment dimana gue baru menyadari "eh, iya ya, udah 2 tahun lebih sepertinya, dan gue masih belum beranjak dari nama yang sama". Apakah itu bodoh? >.<

Salah seorang temen gue bilang, "let's jump on the train and let go!"
Ya, ada benarnya juga. Itu nama lain dari gerakan move on. "I hope that I can jump on the train that will not carry me to the same station."

Heran juga, kok bisa sampe 2 tahun (lebih)? O.O"
you should jump on the train soon, Ray!

Waspada Gudang Celotehan Bajakan!

Belakangan ini gue iseng buka blog gue setelah sekian lama gak terjamah. Gue iseng aja ketik keyword "Gudang Celotehan" di Googl...