Sedini Ini...

tidak seharusnya sedini ini,
aku memilih memikirkan yang lain
terlalu penat dan jengah aku dengan interpretasi
usahaku sampai sedini ini...
sedini ini dulu...
tidak seharusnya pula sedini ini,
aku malah berpuisi tentangmu
yang seharusnya tak sedini ini
aku memutuskan mengagumimu...
kamu yang berada di balik kemeja rapih
kamu yang hanya seperti sembulan embun di kala pagi
kamu yang lenyap seketika
kamu yang entah bagaimana
yang seharusnya memang tak sedini ini
aku begitu mengagumi...
karena ada banyak sisi belum terkuak
karena masih tentang interpretasi aku ini muak
sedini ini...
aku sudah berpuisi...
kembali mengangumimu...
yang baru sedini menganggumi...
sampai sedini ini... :')

Comments

Popular posts from this blog

Seragam SMA = Baju Jojon

Postingan Galau

Demam Itazura na Kiss, Mischievous Kiss: Love in Tokyo