Sunday, March 25, 2012

Laughing at

sun,
moon,
color of crayons,
comedies,
light blue sky,
nice bird's twitter,
laying on green,
embrace,
holding hands,
helping hands,

laughing at
masks of you
I have many and lay them inside the cupboard
cupboard of sickness
sickness of such masks around masks

those things I deserve to have to
without false and tricks
just let it be
mine
without false and tricks

Sakit Terus-Terusan? Siapa yang mau!

tanya penjuru dunia, tidak ada yang mau dengan sengaja membiarkan dirinya sakit terus-terusan! kalau kamu mau, berarti aku lupa tanya kamu.
yang paling tahu kamu sakit dan penyakit apa yang biasanya menyerangmu ya kamu sendiri. Bahkan dokter sekalipun tidak akan tahu tanpa kamu beritahu.
kalau kamu tahu sesuatu yang menyakitimu, menggrogotimu perlahan, malah mungkin bisa-bisa mematikanmu, lalu kamu mau membiarkannya datang, matilah saja kamu! boleh ya dikatakan bodoh.
kalau orang lain menganggap aneh pertahanan tubuhmu atas penyakit tersebut itu karena mereka tidak pernah merasakan seperti apa menjadi kamu! seperti apa tersiksanya digerogoti penyakitmu! seperti sesaknya nafas ketika pandangan aneh mereka berpadu padan dengan penyakit dan membawa penyakit baru. mereka tidak pernah tahu rasanya. karena mereka punya penyakit masing-masing. mereka punya rasa sakitnya masing-masing. yang terlalu sulit untuk mereka peduli dengan penyakit orang lain saat mereka sendiri pun sebenarnya sakit. sekalipun mereka bisa mengerti, itu tidak sempurna, dan memang tidak ada yang sempurna, itu pun tidak cukup menghiburmu, mungkin karena pada dasarnya manusia tercipta dengan rasa tak pernah puas.
lalu bagaimana?
bagaimana?
menghindar?
kemungkinan besar yang ada di benak para pesakitan adalah menghindar dari virus-virus yang menyebabkan penyakit itu.
apa itu salah? salah? salah?
kata-kata bijakpun mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati.
coba agak sedikit diedit boleh, lebih baik mencegah daripada mengobati berkali-kali, bisa mati pula nanti.
untuk mereka, tidak dituntut untuk mengerti hal ini, tenang saja, karena pemaksaan atau penuntutan itu tidak enak bukan? kalau begitu, cobalah untuk cukup tahu saja, tahuuu aja, sakit terus-terusan? siapa yang mau!

Krik Krik Jangkrik

kurang sok-sokan pujangga apa saya?

terduduk di samping ranjang, menatap silau ke langit biru keabu-abuan yang diselimuti gumpalan awan seputih tembok rumah baru, mendengar krik krik jangkrik riuh bergemuruh bak kontes paduan suara jangkrik terriuh, memandang kupu-kupu putih cantik bercorak menari kian kemari sambil sekilas membayangkan dulunya ia ulat bergeliat yang menjijikan, lalu meratapi dua carik kertas berisi puisi suara hati seorang pujangga sejati yang harus dikritisi..
 
Siang ini, kurang sok-sokan pujangga apa saya?
 
Ketika menomor-duakan tidur siang dan memilih mengkritisi puisi di tengah semarak krik krik kontes paduan suara jangkrik.


Tuesday, March 20, 2012

Tarian Hidup

Sudah bukan menjadi rahasia lagi kalau hidup ini seperti sebuah roda yang berputar, kadang di atas, kadang di bawah, kadang suka, kadang juga duka. Semua insan di bumi ini pasti pernah merasakan berada di atas dan di bawah, begitupun suka dan duka. Kapan waktunya suka dan duka pun tidak ada yang tahu, seperti sebuah kejutan April Mop. Lalu, keunikan dan perbedaannya adalah bagaimana setiap orang mengatasi datangnya suka, apalagi duka, dengan strategi mereka masing-masing. Hal ini gue sebut latihan tarian hidup.

Gue pun sedang menjalani latihan tarian ini. Ketika hari berganti hari, tanggal menjadi semakin tua, dan dalam perjalanan menuju akhir semester perkuliahan, entah ada angin apa, seperti yang sudah gue share di postingan sebelumnya, Blacky, leptop gue tercinta rusak. Sudah lebih dari 3 minggu gue berganti toko komputer untuk menyervisnya, tapi hasilnya. Nihil. Bagi gue, yang biasa menggantungkan nasib tugas-tugas dan sebagian besar kegiatan di sebuah leptop, merasa kejadian ini berat banget, seperti musibah. Lalu, dimulailah proses latihan tarian hidup.

Latihan pertama dimulai dengan: Menangis

Namanya kehilangan identik dengan kesedihan, kesedihan bisa menjadi alasan di balik air mata, dan hal itu wajar. Menangislah kalau memang perlu. Jangan sok tegar, jangan sok kuat! akui lah kalau memang kamu perlu menangis. Engga peduli kamu perempuan atau pria, kalau kamu perlu menangis, menangislah. Asal kamu punya kendali kapan berhenti menangis. Ada sebuah quote yang bagus untuk diiyakan:



Menangis itu seperti pintu menuju lorong kekuatan seseorang dimana dia bisa mengakui dirinya lemah, itu artinya manusia tidak ada apa-apanya ketika Tuhan sudah berkehendak akan sesuatu dan kuat untuk menerima kenyataan yang ada.

Latihan kedua: Berdoa

Respon awal mungkin menangis, tetapi setelah itu berdoa atau lakukan apa yang menjadi penghubung kamu dengan Tuhan. Istilahnya ini seperti evaluasi diri sendiri, juga meminta klarifikasi dan konfirmasi dari Tuhan, yang mengizinkan hal itu terjadi. Meminta kekuatan dan kesabaran dariNya yang mempunyai segalanya itu penting. Hal yang perlu diingat: kalau segala sesuatu terjadi tidak diluar rencanaNya, untuk kebaikan, dan tidak melampaui kekuatanmu.

Latihan ketiga: Sharing

Keluarkan uneg-uneg di hati dan pikiranmu ke seseorang yang kamu percaya. Tidak hanya ke manusia kok, mengeluarkan uneg-uneg juga bisa ke bagaimana caramu biasa mengeluarkannya, cara yang positif pastinya. Kalau dengan menulis, kamu bisa men-share uneg-uneg, menulislah. Yang jelas kamu perlu tempat untuk tidak menyimpan perasaan atau pikiran yang negatif ketika mengahadapi masalah. Atau, jangan sampai berpikir kamu tidak memiliki teman yang cukup dekat untuk diceritakan tentang masalahmu! Datang saja pada Tuhan yang bersedia dan setia mendengar segala ceritamu.


Latihan keempat: Bersyukur

Pada akhirnya kita perlu men-syukuri segala hal yang sudah terjadi, even the worst thing, kita harus selalu bersyukur. Gue engga mengatakan kalau bersyukur itu barang kecil atau mudah dilakukan, gue juga engga bilang kalau bersyukur itu mustahil untuk dilakukan. Bersyukur itu sulit tapi pasti bisa kita lakukan. Dengan melakukan latihan-latihan sebelumnya di atas mungkin bisa membantu gue atau kamu, yang sulit untuk otomatis bersyukur ketika ditimpa musibah, untuk segera bersyukur menerima keadaan yang tidak enak Kalau sudah terlatih untuk selalu mengucap syukur ketika keadaan buruk terjadi, lanjutkan dan pertahankan! Bersyukur ini adalah sebuah musik yang mengalun apik untuk mengiringi tiap gerak tarianmu sehingga dapat dinikmati.


Latihan kelima: Lihat sisi baiknya

Karena segala sesuatu terjadi di dalam sebuah rencana yang mendatangkan kebaikan, coba lihat sisi positif dari masalahmu. Cari sedapat mungkin hal apa yang dapat kamu pelajari, yang pastinya untuk menjadikan diri lebih baik dan terlatih dalam setiap kondisi.


Latihan keenam: Terbiasa

Ketika kehilangan terjadi, itu berarti sesuatu yang sudah terbiasa dengan kita hilang, lalu kita perlu terbiasa pula untuk tidak terbiasa lagi dengan hal tersebut. Seiring berjalannya waktu, kamu pasti terbiasa atau membiasakan diri tanpa hal tersebut. Ya, memang butuh waktu dan proses. Tapi just for your info, kalau pasti ada gantinya, maksudnya pasti ada fasilitas lain yang diberikan Allah untuk kita terbiasa tanpa hal tersebut. Satu pintu ditutup, pintu lain dibuka.

Latihan ketujuh: Berpengharapan

Kehilangan atau hal apapun yang menjadi musibah untukmu jangan sampai menjadi rem untuk menghentikan harapanmu. Justru jadikan itu yang sebagai pedal gas agar kamu dapat terus berpengharapan kalau hal baik masih akan terjadi padamu karena kamu layak mendapatkannya dan Tuhan itu baik! :)


Postingan ini sebenernya terinspirasi dari artikel yang gue baca beberapa hari lalu pas banget gue lagi suram-suramnya >< Jadi, artikel itu membukakan tentang hidup ini seperti sebuah tarian, ada gerak maju, ada gerak mundur. Dan moment-moment berat dalam hidup ini yang berwujud masalah atau musibah itu diibaratkan seperti sebuah gerak mundur, dan gerak mundur itu bukan berarti hal buruk, malah itu menjadikan gerak tarian kita lebih dinamik. Lalu untuk bisa menikmati setiap gerak itu kita memerlukan sentuhan musik atau seni yang membuat gerakan tarian itu menjadi indah dan enak dinikmati, dan sentuhan musik itu adalah ucapan syukur :)

Sunday, March 18, 2012

Mereka Butuh Sentuhan Kasih!

Suatu kali setelah mengadakan perjalanan luar kota, saya kembali ke rumah dan menemukan Dino, putra saya dengan kelakuannya yang sangat menganggu. Ia melakukan kenakalan yang dirancang untuk mengganggu kami semua, khususnya pada kakak laki-lakinya. Dino menusuk kakaknya dengan jarum, mencibir, dan mengajukan tuntutan-tuntutan yang tidak masuk akal. Tanggapan pertama saya adalah menyuruhnya masuk ke kamarnya, mungkin menidurkannya, mungkin menampar pantatnya. Tetapi kemudian saya berpikir, apakah yang diperlukannya? Hati saya mulai terusik, "Ia tidak melihat saya selama tiga hari, dan saya belum memberikan perhatian cukup padanya." Dan memang benar, Dino pun menanyakan, "Apa papa masih menyayangi aku setelah pergi sekian lama?" Tiba-tiba kelakuannya dapat dimengerti. Ia sangat membutuhkan saya. Saya membawanya ke kamar, memeluknya, dan tidak mengatakan apa pun. Dino yang biasanya aktif, diam tak bergerak di pelukan saya. Ia hanya duduk dan menyerap semua perhatian yang tak dapat dilihat itu. Perlahan setelah tangki emosionalnya penuh, ia kembali hidup. Setelah berbicara sebentar, ia melompat dan berlari pergi. Di ruang keluarga saya menemukan Dino sedang bermain bersama kakaknya dengan akur.


Ada berapa banyak anak yang kehilangan kasih sayang orang tua karena kesibukan atau hal lainnya sehingga mereka bertingkah laku aneh untuk bisa menarik perhatian para orang tua. Tanpa disadari hal itu sering menjadi celah yang dipakai iblis untuk merusak gambaran kasih Bapa di Sorga dengan berusaha merusak hubungan antara bapak dan anak. Tetapi orang tua yang bijak akan mengerti betul bahwa anak mereka berbeda dengan anak-anak dunia serta memerlukan perlakuan yang berbeda pula. Ada saatnya anak memerlukan hukuman jasmani, koreksi secara verbal, namun di saat yang lain pula mereka hanya butuh sebuah pelukan dan kata-kata yang menghibur, sebuah sentuhan kasih hangat untuk mengerti keberadaan perasaan mereka.

Yesus pun pernah melakukan pendekatan dengan sentuhan kasih kepada anak-anak yang datang menghampiriNya. Dengan hati terbuka Yesus menerima kedatangan mereka dan dengan tangan kasihNya Ia menyentuh dan memeluk anak-anak tersebut. Sentuhan ajaib itu telah mengalirkan kasih Yesus di hati mereka. Jika Yesus telah melakukannya, masakan kita sebagai orangtua yang dipercayakan Tuhan untuk mendidik dan mengasihi anak-anak kita tidak meniru teladan Yesus. Untuk itu marilah kita sebagai orangtua memiliki kepekaan akan kebutuhan emosional anak. Sesekali lakukan pendekatan pada anak, berikan mereka sentuhan kasih sayang. Selain materi, doa, perlindungan, anak juga butuh kasih sayang. Mari alirkan kasih Tuhan melalui kehidupan kita sebagai orang tua sehingga perkembangan rohani dan jasmani anak bisa bertumbuh dengan baik.

Ayat untuk dibaca: Markus 9:36, 10:16
Artikel diambil dari Manna Sorgawi, Sabtu, 17-03-2013


Artikel ini memang ditujukan untuk para orang tua, tapi tidak ada salahnya anak-anak muda yang kelak mungkin juga akan menjadi calon orang tua, ataupun untuk kita yang memiliki adik atau saudara yang masih kecil, bisa banget baca artikel ini dan semoga menguatkan kita untuk lebih mengasihi anak-anak dengan tulus senakal apapun mereka, seperti Allah mengasihi kita, juga Dia mengasihi dan memeluk anak-anak :)

Wednesday, March 14, 2012

Awesome Roses Sellers in Action

Mawar, maafin Marwan ya!
Mawar ga punya pulsaa aaaaa #gubrak
 
Oke oke, emang kalimat yang di atas itu ga ada nyambung-nyambungnya sama isi postingannya. Paling-paling cuma sama temanya: mawar.

Sabtu lalu, tepatnya 10 Maret 2012, Access Crew (Access = majalahnya fakultas gue) berusaha dana dengan jualan mawar, yaaaaaay! Tanggal tersebut adalah tanggal strategis banget buat kita jualan mawar, bukan karena itu hari Sabtu dan kita sengaja menjajakan mawar buat pasangan-pasangan yang mau satnite-an (ironis banget kalo emang gitu sih ><) atau ikut ngebantuin Marwan bikin seribu mawar, tapi alasan tepatnya adalah karena di tanggal tersebut akan ada wisuda, sebuah event paling dinanti-nanti seluruh angkatan uzur #ups hehehe, kelak gue juga akan uzur dan menantikan dengan sangat moment itu, hoho. Yap, jadi target konsumen kita adalah para wisudawan dan wisudawati, tapi pada kenyataannya sebenarnya kita juga nawarin ke siapa aja yang lewat depan kita sih, entah itu mahasiswa yang mau bikin tugas ataupun ibu-ibu kantin -________-" Yang penting mawar kita laku! Itu motonya! :D

Well, persiapan usda mawar kita kali ini sangat well-prepared, apalagi dibantu dengan rekan-rekan sekerja yang rawwwkk banget! kerjaan kita satu ini jadi tambah smooth. Pertama-tama, beberapa hari sebelum hari H kita sudah pesan mawar ke ibu penjual mawar langganan kita di pasar. Mawar yang kita pesan diimpor langsung dari Bandungan loh! Bandungan itu sejenisdataran tinggi dekat Salatiga semacam puncak gitu kalo di Jekardah. So pasti, mawar kita ini masih fresh. Lalu, Jumat sorenya kita jemput para mawar itu (ehh, kok konotasinya jadi agak aneh --a hehe, abaikan!) dan kita nge-base-camp di kosnya salah satu crew, namanya Jensoy ehh Jennifer dingg, karena letak kosnya paling dekat dengan TKP kita jualan bunga besoknya. Then, malemnya para crew sudah siap dengan senjata tempur dan job masing-masing. Gue dengan bunga dan kertas mika, Qqn dengan solatip kebanggaannya :p, kak Mei dengan keahlian merangkai bunganya, lalu ada si buketu -Yuyun- dengan teknik memotek kelopak-kelopak bunga yang layu, lalu dibantu juga oleh Kak Jrotzz walaupun sempet asoy-asoynya makan sendiri di pojokan pas yang lain gawe :p, juga ada Agam, Yunie, Indah, dan Noel yang mana mereka ini juga sangat lihai merangkai mawar menjadi apik binti cantik plus elegant dan terlihat muahal. Oya, kerjaan kita ini juga bisa lancar berkat dibantu kak Vera dan beberapa crwe yang bantuin jualan besoknya. Thanks all crew! You guys, raaaawwwwwkkkk! \m/ Para mawar pun selesai didandanin dengan cepat dan siap dijajakan, mawar di sini dalam arti harafiah loh ya hahaha.

Nah, berhubung kita sudah merasa keren dengan hasil kerja yang cepat dan memuaskan, alhasil sebelum para mawar ini kita jual, kita pake dulu jadi asesoris kenarsisan, kekonyolan, kegokilan, kehebringan, dan kerusuhan kita. Hukumnya wajib kalo yang satu itu! :D And, check our hilarious poses out!^^

Yang di atas ini ceritanya ada seorang pria galau yang cintanya terhambat plang "Tamu pria dilarang masuk!" Cemunguuttt, Mas bro Nuel! :p


Pas ngelirik ke kanan, "Iiiihhhh temboknya unyuuuu! Poto, poto!" Dan jadilah. Ngeliat tembok bercat unyu pun kita langsung tergoda buat foto-foto.



 Tiga foto di atas itu berawal dari ke-ngefans-an kita sama pintu salah satu kamar kos yang dipenuhi sticker dan keren! :D


Hahahahaha, kita nih ngeliat mawar ibarat ketemu Lady Gaga, jadi ga mau melewatkan sesi poto-poto dengan beraneka gaya, even gaya gaje (ga jelas :p). Oh ya, all photos were editted by kak Mei. Thanks, Kak^^

Setelah puas foto-foto walaupun (sebenernya) belum puas-puas banget saking bakat narsis kita ini jarang ter-explore, kita capcus pulang kos masing-masing, mempersiapkan diri untuk ngumpul lagi besok jam 7 pagi di base-camp yang sama.

Singkat cerita, perjuangan jualan mawar kita pun dahsyat banget! Awalnya sempet hopeless karena saingan pedagang bunganya banyak dan bervariasi, tapi kita tetep optimis dengan mawar cancikk hasil karya tangan-tangan handal kita, dan whoooollaaaa dipayungi gerimis, seiring dengan selesainya prosesi wisuda, mawar kita pun hampir habis terjual, dari 50 mawar yang ada hanya sisa 2 yang belum terjual. Untung pun kita keruk dan siap-siap meraih cita-cita buat beli printer haha. We're awesome roses sellers ever!^^

Anyway, kita juga sudah mempersiapkan mawar spesial untuk kakak-kakak crew yang berwisuda, dia adalah Kak Konjel dan Cik Woro! (Sayangnya belum di tag nih foto bareng Cik Wor-nya :().

Congratulations and good luck ya, kakak-kakak!^^


Cerita ini hanya segilintir dari moment-moment ruaaaarrbinasaaa yang gue alami bareng temen-temen Access. Pada intinya ekskul (berasa anak SMA deh ya --") ini mewarnai hari-hari gue sebagai mahasiswa merangkap anak kos dan gue bahagia! XOXO :*

Tuesday, March 13, 2012

Hebat itu Bukan Barang Abadi

Seorang hebat sekalipun akan menjadi cupu atau tidak ada apa-apanya ketika kehebatannya tidak ada artinya lagi, karena kehebatan sekalipun bukan barang abadi selama ada Yang Terhebat yang memberikan kehebatan tersebut pada seorang yang hebat.
Saat kehebatan yang membanggakan itu melemah atau hilang atau diambil, menjadi tak berartilah orang hebat itu, kecuali dia mau meletakkan kebanggaannya dan keberserahannya pada Yang Terhebat, bukan pada kehebatannya yang tidak abadi itu.
Jadi, ketika kamu merasa hebat dengan kehebatanmu, rendahlah dirimu, akui Yang Terhebat, dan andalkanlah Dia, karena cepat atau lambat, sadar atau tidak sadar, ada saat dimana kehebatanmu akan lenyap dan kamu menjadi tidak ada apa-apanya.

Tuesday, March 6, 2012

Malam Itu... Serasa Hilang Dua

Malam itu...
"Iya, nih, Ray! Aku rencananya mau beli charger universal baru, punyaku rusak soalnya," begitu kira-kira kalimat yang terlontar dari salah seorang teman yang hobinya nganterin pulang orang lain dengan senang hati.
Hilang I
Begitu sampai kos, mandi, dan nyantai sebentar di atas kasur. Tiba-tiba gue pengen ol, tapi pulsa pe modem kosong ee, eee dodo eee. Alhasil gue beli pulsa ke tetangga kos yang sampai sekarang belum lunas terbayar, maklum anak kos, haha! Nah, dengan semangat 2012, gue engga sabar buat ol, dan ber-ol-lah gue dengan ria. Engga berapa lama, saat lagi asik-asiknya ngomenin status fb temen, blacky (nama pangkeh leptop gue) ko'it, baterenya abis. Ah, gampang, tinggal kabel chargernya dicolokin, batin gue santai dan gue colokin kabelnya ke lubang charger di belakang leptop. Setelah dicolokin, biasanya langsung nge-charge, tapi kok ini adem ayem aja ya???? hm.... gue mulai panik, gue copot-colok lagi chargernya, gue utak-atik, gue goyang-goyang, gue diem, mati! leptop gue kenapa??!! kok ga bisa nge-charge!!! kok lampu penanda nge-charge-nya cuma kedap-kedip tapi leptop ga bisa nyala. Badan gue lemes, air mata netes. Sontak langsung terbayang selewat-selewat moment-moment yang gue habiskan bersama si blacky dulu, dari mulai bikin jurnal, baca pdf, main games, facebook-an, twitter-an, ngeblog, dan itu semua sirna karena si blacky ga mau nge-charge. Well, emang lebay ya, tapi gue beneran nangis loh! T____T Masalahnya blacky ini sebagian nyawa gue, tugas-tugas dan data-data semua kegiatan dan bahan kuliah ada di dia! Saking paniknya, otak gue sampe mikir konyol kalo omongan teman gue tadi malem itu malah kejadian di gue, seandainya waktu itu dia ga ngomong gitu >< padahal ga ngaruh juga kali ya! :P *maklum, panik :P*
Hilang II
Parahnya lagi, begitu gue puas nangisin si blacky, gue buka FB via hape dan mendapati sebuah wall seseorang ke seseorang yang gue responi dengan "Ihh, penting ya nge-wall gitu, pamer banget, njiiirr!" Saat itu gue masih kebawa emosi leptop yang rusak, ditambah pas banget baca wall itu, dan gue buka profil orang itu, lalu makin lemeslah gue. Kenapa di saat kayak gini gue bacanya? That was really a beautiful rejection, man! Well, That might be just a misunderstanding feeling! Yang menjadi pertanyaan gue adalah kenapa hal-hal ini sangat nyambung ya? apa gue terlalu vulgar kalau buat status ataupun bikin posting tentang tuh manusia padahal engga pernah gue share juga postingannya? apa dia buka-buka blog? apa doa gue nyampe ke dia? Well, mulai saat itu, gue belajar ngelepasin semuanya yang berbau dia seperti cita-citanya, sampai gue berpikir kalau gak akan pernah ada moment ketemu nanti, baik sengaja ataupun engga, gue mau hilang sampai tenang! Ini sudah terlalu jauh dan aneh, ya aneh! ><


Anyway, lo bener banget! seorang prajurit seharusnya ga mikirin tentang hal lain selain terus maju berperang, biar Komandannya berkenan. Dan air mata melanjutkan aksinya.... Malam itu....

Sunday, March 4, 2012

Tulang Rusuk

Kau bukan intan berlian
yang indah dipenuhi kilauan
mahal dan menyilaukan
yang disebut perhiasan, serupa dengan pajangan

kau pula bukan rongsokan
yang saat berkurang guna lalu dilupakan
yang bahkan dapat digadaikan kapanpun ke para tuan

kau ini tulang rusuk
diciptakan untuk melengkapi
dikreasikan menjadi bagian yang tak terganti
diadakan oleh karena engkau teramat berarti
ya, berarti!

kau ini tulang rusuk
bayangkan jika kau tidak ada
apalah artinya raga
selain hanya menjadi cacat dan tidak sempurna
itu mengapa engkau ada karena kau berharga
ya, berharga!

kala biru berangsur-angsur menjadi senja
daun dan ranting gugur di tanah yang basah
kau tetap tulang rusuk
yang tidak kenal melapuk
yang menjadikan raga sempurna
oleh karena kau berharga!
 
 

Friday, March 2, 2012

Minggu ini rasanya pengen ke rumah kaca, jendela dari kaca, pintu, meja, kursi, lemari, lantai semua dari kaca. Lalu, meninju mereka semua seadanya sampai sepecah-pecahnya. engga peduli tangan sendiri yang malah pecah yang penting semua emosi itu keluar karena udah sesak di dalam. Toh rasa sakit menyimpan dan mengeluarkannya engga jauh beda. mana kaca? mana kaca? berada di sekitar topeng, muka abal-abal, hati abal-abal, sampai gue sendiri mungkin tertular, bah! anta berantah! mana orangtua gue? cuma di bawah ketek mereka gue bener2 bisa merasa aman secara konkrit, sekalipun mereka juga gak luput dari menyakiti tapi ini lebih baik.

Waspada Gudang Celotehan Bajakan!

Belakangan ini gue iseng buka blog gue setelah sekian lama gak terjamah. Gue iseng aja ketik keyword "Gudang Celotehan" di Googl...