Sunday, May 27, 2012

Tragedi Payung: Ga Jodoh Sama Payung


Postingan kali ini berangkat dari kegelisahan campur keheranan gue. Kayaknya gue ga jodoh sama payung deh ><. Pasalnya gue selalu punya pengalaman gak enak sama payung. Dari sekian banyak pengalaman gak enak tersebut, ada 3 pengalaman yang akan gue beberkan di sini sebagai perwakilan pengalaman-pengalaman lain *apa sih?-.-*

Kejadian 1
Kejadian pertama adalah gue sebagai mahasiswa yang merangkap jabatan anak kos juga dan tinggal di kota kecil yang intensitas curah hujannya keseringan, udah pasti gue harus punya payung kalo ga mau kerokan tiap malem gara-gara masuk angin. Nah, secara anak kos, payung alakadarnyalah yang gue beli. Payung alakadar di sini mengandung arti “seadanya” atau “yang penting punya payung dan gak keujanan” atau lugasnya “oke, payung murah ==”. Kata orang “harga menentukan kualitas.” Oke, awalnya gue percaya dengan slogan tersebut, tapi pada akhirnya gue anggap slogan itu hanya mitos belaka. Kenapa? Nanti baca terus sampai kejadian kedua ya, hehehe. Singkat cerita, payung alakadar gue ini tidak bertahan lama. Rusak karena keseringan dipake dan ketimpa angin gede yang akhirnya mematahkan beberapa jari-jarinya. Ya, dan terbukti kalau “harga menentukan kualitas.”

Monday, May 21, 2012

Kesempatan Ajaib = Interview Raditya Dika

Dulu pas awal-awal bikin blog and lagi seru-serunya ngedandanin blog baru, gue pasang foto di atas di blog gue dengan note di bawahnya. Bunyi note-nya kurang lebih kayak gini, "karena belom kesampean foto sama penulis bukunya, foto sama bukunya dulu aja." Coba gulir blog gue ke area bawah deh, masih ada foto dan note-nya, hehehe. Gue keinget sama foto dan note itu ketika gue telah melewati satu hari yang ajaib dengan melakukan sesuatu yang sama ajaibnya.

Senin, 14 Mei 2012 yang lalu, kampus gue, UKSW, kerjasama dengan Faber-Castell ngadain talk show tentang "Kreatif Menulis, Rejeki Tak Akan Habis" dengan menggaet Raditya Dika sebagai pembicaranya. Beberapa bulan sebelum hari H, gue udah dipenuhi dengan ke-excited-an akan melihat idola gue itu secara langsung. So, gue engga ragu lagi untuk ngeluarin duit sebesar 40 ribu dari dompet untuk beli tiketnya, karena gue pikir kesempatan ini kesempatan yang amat teramat langka.

Pikir gue, sekedar ngeliat Raditya Dika dari kursi penonton dan menyerap ilmunya aja gue udah seneng banget serasa dapet kupon makan Magnum gratis setiap hari. Pasalnya karena ternyata bisa juga Dika mampir bawain talkshow di kota kecil yang unyu (kata unyu di konteks ini gue juga bingung artinya apa :p) ini. Serasa kejatuhan duren montong botak alias durennya sudah mengalami mutasi jadi kulitnya ga berduri,

Tuesday, May 15, 2012

Praktek Talkshow Raditya Dika

Senin, 14 Mei 2012 gue ikut talkshow "Kreatif Menulis, Rejeki Tak Akan Habis" oleh Raditya Dika. Singkat cerita, di dalam talkshow itu ada 1 sesi dimana peserta mempraktekan cara menulis dengan ngeaplikasiin ilmu yang udah Dika share sebelumnya kalau menulis itu berangkat dari kegelisahan gitu deh, dalam waktu 15 menit. Gue pun dengan antusias menulis. Sayangnya, tulisan gue kurang beruntung karena ga dibacain sama MC-nya seperti ratusan tulisan peserta lain yang juga kurang beruntung, hehe. Jadi, daripada tulisan gue makin ga beruntung dengan berakhir di bak sampah, gue share aja di blog tercinta ini.^^

Begini tulisan gue saat itu tanpa ada editan, pure langsung dari kertas yang dikasih panitia, hehe.

Jangan Takut Jatuh

khayalanku stinggi langit.
aku tahu kalau sampai terjatuh pasti sakit.
tapi kan aku punya sayap
aku bisa kapan saja bangkit lagi.
ya setidaknya itu bisa menjadi angin-angin agar aku tidak takut ketinggian.
kalau hanya terbang rendah, aku tidak bisa melihat kota indah di balik bukit, tidak bisa menyentuh bintang, dan tidak puas.
Itu akan lebih menyakitkan ketimbang jatuh dari ketinggian.
akan ada saatnya semesta melihat antusias dan jerih payahmu.
lalu ketinggian dgn sgala keindahannya menjadi milikmu, asal kamu tidak hanya mencoba sekali, melainkan terus dikuadratkan.
Percayalah akan ada saatnya.
Menarilah dgn mimpi setinggi-tingginya dgn sayap iman.

Thursday, May 10, 2012

Jujur, Sedih...

Maksudku baik karena tidak ada alasan untuk bermaksud jahat, apalagi sama kamu. Hal semacam itu aku pikir sepele dan sederhana, sesederhana ketika kamu menyebutku dengan hal-hal yang tidak aku suka tapi itu tidak menjadi masalah sama sekali walaupun sedikit sakit.

Namun, kenapa hal tersebut menjadi masalah buatmu sampai bisa-bisanya kamu bilang begitu? aku heran, kukira karena sudah lama kita berteman, hal tersebut adalah hal yang biasa, lagi pula aku hanya ingin bersikap santai. Tapi, ternyata itu tidak berlaku bagimu.

Mungkin aku juga salah karena membanding-bandingkan, ya aku terbiasa menilai sesuatu dengan membandingkan, tapi kalau tidak begitu, aku harus menilai dari mana lagi? harus kuukur darimana kadar kesantaian kita sebagai teman? aku tidak tahu.

Aku minta maaf kalau hal itu salah buatmu. Tapi, aku juga ingin bilang aku tidak suka sama sekali dengan kalimatmu dan aku marah saat membacanya. Aku kira kamu sudah lupa berapa lama kita berteman, teman. Bagaimana kita bisa santai mengatakan apapun yang sebenarnya menyakiti tapi atas nama pertemanan itu semua tak berarti. Selupa-lupanya aku seorang pelupa, tapi sekalinya aku mengingat, aku akan ingat terus begaimana cara kita berteman dulu. Semoga kamu juga segera ingat dan kita rasakan rasa pertemanan yang hangat dulu itu.


Friday, May 4, 2012

Rujak Bebek Ajiiiiib, Cing!

Siapa suka rujak angkat jempolnya tinggi-tinggi, setel radionya, mainkan gendangnya, tarikkk maaaaangg digoyangggg!!!~ *malah dangdutan -,-"* Oke, oke, serius, Siapa gak suka rujak? sah-sah aja sih kalo lo ga suka rujak, ga usah minder, apalagi takut dijauhkan dari pergaulan, rujak bukan patokan gaul atau tidaknya Anda kok, hehehe :p.

However, sepengetahuan gue, dilihat dari segi geografisnya alias Indonesia adalah negara tropis, so kebanyakan orang Idonesia, lebih menyempitnya Jawa Barat pasti suka makanan yang seger-seger, salah satunya jenis makanan yang satu ini, rujak. Rujak adalah jenis makanan yang segar, maksudnya segar adalah komposisi rujak sendiri biasanya dari buah-buahan atau sayuran yang masih segar. Buah-buah segar atau sayuran tersebut biasanya dipotong kecil-kecil, diparut, atau ditumbuk sesuai dengan jenis rujaknya. Potongan buah atau sayuran tersebut biasanya disajikan dengan ditemani sambal atau saus rujaknya. Bentuk rujak kurang lebih seperti di bawah ini. Ehh, awas jangan ngiler di blog saya loh :p.

courtesy of Simbah Google. Ini nih yang disebut R U J A K :9

Nah, ngomong-ngomong soal rujak, rujak banyak jenisnya, ada rujak cingur, rujak kacang, rujak parut, ada juga rujak bebek. Kali ini gue akan menyoroti tentang rujak bebek. Rujak bebek bukan rujak yang terbuat dari daging hewan yang hobinya meng-kwek-kwek itu ya. Tapi, bebek di sini huruf "e"-nya dibaca kayak pas lo baca "enam" atau "keram", beda ya sama pas lo baca "perak". Ini kalau di pelajaran bahasa Indonesia, kasus kayak gini namanya Homograf (sama penulisan, tapi beda pelafalan atau pengucapannya) *malah les bahasa --"*.

Bebek itu sendiri adalah kata lain dari menumbuk. Jadi, kebayang kan cara pembuatan rujak ini adalah dengan menumbuk-numbuk buah-buahannya menjadi satu. Jadi, hasil akhirnya nanti ancur lebur gitu, tapi engga mengurangi selera makan kok :D. Buah-buahan yang dipakai banyak jenisnya kayak jambu air, mangga, kedondong, bengkuang, ubi jalar, dll. Yang pasti semua buah-buahan itu masih segar from the box abangnya. Cara penyajian rujak ini juga unik, biasanya pake daun pisang, tapi sekarang sudah mulai berkembang seperti menggunakan gelas air mineral kecil atau kotak cake kecil yang terbuat dari plastik itu. Mungkin saat ini restoran-restoran tradisional juga menjual rujak bebek, tapi tenang aja, abang-abang yang secara manual alias memanggul dagangan rujak bebeknya juga kerap ditemui di jalan kok.

jeperetan pribadi. asli, rujak bebek seger banget walopun tampilannya ancur gini! :9

Seperti beberapa bulan yang lalu, sepulang dari gereja, di pinggir jalan gue ketemu tukang rujak bebek, gue panggillah. Masih terasa jelas gimana ajibnya rujak bebek hasil tumbukan abangnya ini. Semua buah ditumbuk menjadi satu, ditambah lumeran sambalnya. Beeeuuuhhh, mantap banget kalau dimakan saat cuaca sedang panas-panasnya. Rasanya kalau orang Betawi bilang, nampooool, Cing! Manisnya ada, asin, asem, pedesnya juga main, kecut sama sedikit pahit juga menambah keunikan rasa rujak bebek ini. T.O.P lah pokoknya! You must try! trust me, it's damn great! :D

Engga kalah oke dengan dagangannya, tampang abangnya juga keren nih, apalagi kumisnya bak horden di siang hari hihihihi, peace, Pak!^^ Nah, kalo rujak bebek versi manual yang dijual keliling bentuknya seperti foto di bawah ini. Kalian bisa perhatiin bentuk tumbukan yang dipake abangnya untuk membebek buah-buahannya. Seperangkan alat tumbuk itu terbuat dari kayu. Mungkin rasa ajib rujak bebek ini buah karya kemahiran tangan abangnya dalam menumbuk plus ditumbuk langsung pakai alat tersebut, ngarang aja sih gue, hehehehe.

Jepretan sendiri hihihi, aiiisshh silauuu :D

Pokoknya rujak bebek ini ajiiiiiib abis! Apalagi kadar kepedasan rujaknya bisa by request, mau cabenya 1 atau 10, level anak TK atau Mahasiswa istilahnya, hehe. Ditambah, harganya yang terjangkau, seinget gue, waktu gue beli harganya 5000 rupiah saja!^^ Oh iya, bagi kalian yang mau icip-icip bikin rujak bebek sendiri, nih ada link resep membuat Rujak Bebek. Please, click cara membuat Rujak Bebek if you want! :)

So, salah satu makanan radisional khas Indonesia ini dengan bangga direkomendasikan untuk kalian semua dan layak dicicip! Hidup kuliner Indonesia!! *kok jadi bersemangat gini ya??^^a*

Lastly, Happy icip-icip!! :))

Rujak Bebek ajiiiiiiiiiiiiiibb, Cing!^^

Thursday, May 3, 2012

Update Berita itu Penting

Menjalani rutinitas dan kesibukan sehari-hari memang penting sampai terkadang kita lupa dengan kesehatan tubuh sendiri. Kalau kesehatan sendiri saja bisa lupa, gimana dengan nonton berita? Mungkin ga sempat ya. Bisa jadi sampai rumah atau kost, persinggahan paling favorit adalah kasur alias langsung tidur saking capeknya. Tapi saat ini gue mau bilang, sesibuknya kamu, menyempatkan diri untuk menonton berita atau at least update perkembangan berita terkini itu engga ada salahnya loh. Karena terkadang seseorang bisa jadi menilai kadar intelektualitas kita dari pengetahuan kita tentang berita terkini, berita yang dimaksudkan di sini bukan gosip loh ya, tapi yang berbau politik dkk itu loh, hehehe.

Gue sendiri sebetulnya termasuk salah seorang yang engga apdet soal berita dan gue sudah merasakan sendiri betapa ga nyambungnya gue ketika ngobrol sama bokap. Kejadiannya gini, gue dan bokap sedang duduk di ruang keluarga, di depan TV tepatnya. Seperti biasa, tontonan favorit bokap adalah Metro TV, sedangkan gue layar letop alias ol (online :p). Berita yang sedang marak diperbincangkan saat itu adalah kasus Neneng dan MenKesRI Endang yang telah meninggal dunia.

Sambil ol, samar-samar gue dengar si pembawa berita ngomongin soal Neneng yang sedang buron dan gue menyauti.

Gue: Lah, kok Neneng buron sih, Pak?
Bokap: Iya, emang Buron. Itu korupsi.
Gue: Lah, kok korupsi? Katanya Neneng udah meninggal?
Bokap: Meninggal apa sih? Ini Neneng istrinya Nazarudin.
Gue: Oh, yang meninggal Endang ding ya.
Bokap: zzz

Nah, begitulah contoh kasus orang yang engga pernah apdet berita, bisa malu sendiri. Bayangkan aja kalau ngomongin berita sama gebetan atau pacar atau calon mertua dan kita ngeresponnya ga nyambung karena ga pernah apdet, bisa malu ga ketulungan ngalor-ngidul tujuh hari tujuh malam. So, update berita itu penting! :)

Wednesday, May 2, 2012

Kata Tukang Beras

Siang tadi gue habis nemenin Ibu belanja keperluan warung di pasar Ciputat. Satu kata untuk pasar: "beuh!" Beuhh, emang ya yang namanya pasar itu kolaborasi antara panas, sumpek, sempit, rame, berisik, belum lagi becek, rusuhlah pokoknya. Tapi justru itu menjadi ciri khas dan keunikan tersendiri dari pasar tradisional. Dimana lagi bisa tawar-menawar harga? bisa asik pergi dari satu lapak ke lapak yang lain kalau harga engga sesuai? bisa ngerumpi sama yang jual sembari nawar? ya, cuma di pasar tradisional. Kalau bicara soal kenyamanan, emang ga ada nyaman-nyamannya belanja di pasar tradisional kalo dibanding belanja di supermarket. Boro-boro ada AC, kipas angin aja ngarahnya cuma ke si penjual :p. Tapi, seorang ibu rumah tangga belum teruji ketangguhannya kalau belum belanja di pasar tradisional, haha.

Anyway, yang menarik dari pengalaman gue nemenin Ibu di pasar hari ini adalah ketika kita bertandang ke tukang beras. Ibu sibuk bertanya harga sama salah satu tukang beras. Sementara di lapak beras itu ada kira-kira tiga orang yang nganggur, entah itu tukang beras juga, penjual dari toko sebelah, atau pembeli. Mereka yang nganggur itu entah topiknya bermula darimana, gue engga begitu meratiin, mereka ngobrol soal kelebihan dan kekurangan. Maklum, satu lapak dengan lapak lainnya itu berdekatan dan penjual sebelah kadang juga suka ikutan nimbrung kayak yang tadi gue lihat. Gue yang nungguin Ibu beli beras pun tanpa sengaja ngedengerin obrolan mereka.

Salah seorang tukang beras, sebut saja inisialnya Ujang Penyek (UP) tau-tau bilang gini, "setiap orang kan punya kelebihan dan kekurangan kan? Biasanya nih orang yang banyak kekurangannya, kelebihannya lebih menonjol. Kalo yang kelebihannya banyak, kekurangannya yang menonjol." Kira-kira begitulah inti omongan itu abang.


Gue yang denger langsung menahan nyengir karena baru kali ini denger kalimat semacam itu terlontar dari mulut seorang tukang beras, dalam hati membatin, 'buset ini tukang beras omongannya berat banget.'

Lalu, kocaknya adalah ketika seorang abang lain, penjual pakaian dalam sepertinya, yang lapaknya berada tepat di depan lapak tukang beras, dengan santai menyauti, "Gimana mau menonjol orang kurang?" Setelah itu orang-orang yang ada di sekitar ketawa.

Hadeeehh, ada-ada aja emang obrolan orang-orang di pasar. Gue pun mencoba mencerna perkataan tukang beras tersebut. Interpretasi yang gue tangkep gini. Mungkin kebanyakan orang yang memeliki banyak kelebihan, justru kekurangannya malah lebih mencolok, entah itu sombong dengan kelebihannya mungkin. Sementara, sebagian orang yang memiliki lebih banyak kekurangan, kelebihannya malah lebih menonjol, mungkin karena tidak berfokus pada kekurangannya. Bisa aja interpretasi gue salah sih, hehehehe. Yang jelas kelebihan dan kekurangan adalah hal-hal terbaik yang diberikan di hidup kita, jadi layak untuk disyukuri, daripada disesali, nanti malah capek sendiri loh. :)

Tuesday, May 1, 2012

Welcome, May!

Bye, April! See you next year!^^

Kalau boleh pinjem merek permen, April ini Nano-Nano banget! Manisnya ada, asemnya iya, dan asinnya juga lumayan. Begitu sudah berganti bulan ke Mei, ucapan syukur tidak terelakkan lagi karena banyak hal dan pelajaran hidup telah terjadi, berat banget ya :p. Tambahannya yang bikin seneng lagi adalah menutup April dengan sedikit berbicara dengan seseorang setelah sekian lama sepi sesepi-sepinya, meskipun cuma lewat dunia maya. Hmm, penutupan April yang spesial! hihihihi :)


Anyway, hello, May! Nice to see you again!^^

Engga sabar akan ada apa ya di bulan Mei ini? Hmm pastinya apapun yang terjadi nanti harus dinikmati karena katanya hidup sudah sulit jangan ditambah sulit, jadi dinikmati saja, toh segala sesuatu yang terjadi kalau kita percaya, itu semua mendatangkan kebaikan untuk kita kok! :) kan Tuhan baik :)

Happy enjoying May, fellas! :D
GOD bless us abundantly :)

Waspada Gudang Celotehan Bajakan!

Belakangan ini gue iseng buka blog gue setelah sekian lama gak terjamah. Gue iseng aja ketik keyword "Gudang Celotehan" di Googl...