Showing posts with label feeling bad. Show all posts
Showing posts with label feeling bad. Show all posts

Wednesday, February 11, 2015

Dimana Tuasnya?

Terlalu ramai.
Aku harus menghindar.
Terlalu bising.
Aku perlu ketenangan.
Bahkan saat tiba di sana,
di dalam kepala masih saja bicara.
Aku bertanya-tanya,
Kenapa kepalaku terus berbicara?
Aku bingung,
Ada apa di dalam kepalaku?

Dimana tuasnya?
Tuas untuk menghentikan semua suara
Kok rasanya susah mengontrol pikiran sendiri

Ah, mungkin hanya perasaan saja
Tapi, nanti begitu lagi
Jadi, ini hanya perasaan atau memang ada yang salah?

Thursday, August 28, 2014

aku ingin merdeka!

aku ingin merdeka!
merdeka dari beban di pundak.
merdeka dari kata-kata mereka.
merdeka menjadi apa adanya.
merdeka dari rasa terpaksa.
merdeka dari harus begini, begitu.
aku ingin merdeka untuk berkarya!
dengan apa yang kubisa
dengan diriku seutuhnya aku
tanpa topeng
tanpa tameng
tanpa menjadi orang lain!
aku ingin merdeka!
merdeka tertawa
merdeka membantu sesama
merdeka bersedih
merdeka menguras keringat
menjadi biasa aja. ya, aku ingin jadi biasa saja!
cukup dengan indomie, aku rela.
tak perlu makanan eropa yang selangit harganya.
cukup indomie saja.
aku ingin merdeka!
merdeka menjadi aku.
bukan menjadi yang mereka mau.
bukan dengan cara-cara untuk menopang wibawa.
bukan dengan upaya-upaya agar dihargai.
lihatlah mereka yang melukis.
ada tidak adanya pujian, tetap melukis.
ada tidak adanya cacian, tetap berkarya.
panas dingin, hujan badai, tetap melukis.
menumpahkan seluruh dirinya di atas kanvas.
menggapai kepuasan dengan menjadi diri sendiri.
persetan dengan menjadi orang lain tuk topang wibawa.
aku tidak perlu.
tidak perlu!

Monday, May 5, 2014

I miss you, friends. :'(

Lagi-lagi lagi pengen curhat di blog kesayangan. Emang kamu blog tempat sampah yang setia. Jadi gini, beberapa hari yang lalu, tepatnya saat weekend, gue dan 3 teman lama berencana untuk kongkow bareng. Tentunya, kami berharap personil kongkow kali ini lebih banyak dari acara kumpul-kumpul sebelumnya. Tapi, ternyata... engga ada kemajuan. Dari sekitar belasan temen SMA yang sering barengan karena tergabung dalam sebuah komunitas rohani, sepertinya hanya kami berempat yang jarang absen di acara kongkow yang memang kami sendiri juga yang ngajakin dan ngadain. Miris.

Meskipun sedih, tapi gue bisa maklum karena memang jadwal kami sekarang bukan jadwal SMA lagi, udah beda-beda sesuai jadwal kuliah atau kerjaan masing-masing. Jadi, gue bisa maklum kalau ada beberapa temen yang engga bisa ikutan ngumpul atau sekedar dateng sebentar barang 30 menit atau sejam untuk ngobrol dikit atau minum beberapa teguk kopi.

Gue juga engga mau nyalahin siapa-siapa, apalagi waktu. Waktu hanya menjalankan fungsinya, bukan berniat sengaja mengubah sesuatu. Jadi, mungkin memang udah tiba masanya kita sulit (banget) nyamain jadwal buat kumpul bareng, kecuali memang sama-sama mau dan ikhlas ngorbanin kesibukan kalau emang saking sibuknya.

Kembali ke kami berempat yang tetep ketemuan meskipun cuma berempat. Kegiatan kami sederhana aja sih, hanya datang ke salah satu mall di Depok, langsung meluncur ke food court, pesan makan-minum, lalu ngobrol sambil menikmati hidangan makan siang kami masing-masing.

Lalu, ya namanya juga temen lama udah jarang ketemu jadi sekalinya ketemu kami sebisa mungkin bikin aksi-aksi yang memorable lah. Akhirnya jadilah kita berfoto dengan hash tag "suami bersama" ini. :p



Seusai makan dan ngobrol, kami beranjak ke mall sebelah untuk karaokean. Beberapa deretan lagu dengan berbagai genre sudah kami nyengnyongkan bersama. Lalu, seperti biasa, kami tutup sesi karokean dengan lagu Project Pop, "Ingatlah Hari Ini." Kami nyanyi, joget, teriak, semua terekam dalam video yang sengaja kami ambil pas nyanyiin lagu itu. Biar mellow campur kangen aja pas nonton videonya lagi suatu hari nanti.


Kesukacitaan kami berakhir oleh jarak saat kami harus pulang ke rumah atau kantor masing-masing. Hari itu gue bener-bener happy karena bisa jalan bareng mereka, tau kabar dan kesibukan mereka, menggila bareng mereka. Tapi, jauh di balik perasaan bahagia gue hari itu terpojok perasaan sedih, deh, yang sepertinya gue abaikan.

Jadi, esok pagi, gue bangun sambil mengingat-ingat mimpi semalem. Ternyata tadi malem gue ngimpiin kalau engga salah 3 orang teman SMA gue yang absen acara kumpul-kumpul kemarin. Di mimpi itu, kami seangkot bareng. Well, emang engga elit banget deh ya setting tempatnya, namanya juga mimpi. Nah, di angkot itu, kami ketawa-tawa entah karena apa. Yang gue inget, saat itu, di mimpi itu, gue seneng banget ternyata 3 orang temen gue ini bisa ikutan ngumpul setelah sekian lama engga ketemu. Eh, lalu gue terbangun, ternyata cuma mimpi.

Beberapa jam berikutnya, salah seorang teman SMA gue yang sedih juga karena engga bisa ikut kumpul kemarin nge-tag sebuah gambar tentang persahabatan di path. Panjang banget tulisan di gambar itu, bikin males bacanya. Tapi, tetep gue baca dong. Coba deh lo baca juga.


Jujur, gue merinding pas baca. Orang yang bikin tulisan ini pastinya mengalami apa yang ia tuliskan dong. Ternyata, gue ada temennya. At least penulis tulisan di gambar ini juga merasakan dan mengalami sebuah moment atau masa, temen-temen lama yang dulu sering bareng itu lama-kelamaan sulit diajak ngumpul, lalu mungkin hilang satu demi satu.

Gimana pun juga, gambar dari temen gue ini, bener banget, bener-bener mewakili apa yang gue rasakan dan pengen utarakan tapi gue memilih untuk let it be unspoken.


surat penumpang busway

kepada bapak ibu yang dipilih dan dipercaya rakyat. 


keibuan ibukota sudah mulai menguap. 
dimana-mana ada asap. 
kendaraan berroda dua, tiga, empat merayap. 
sebelum kami kalap, 
karena diri kami penat dengan tempat kami hinggap, 
janganlah tambahi lagi gedung-gedung tinggi, 
di sepanjang jalan yang kami lewati, 
sepulang kami bekerja demi sesuap nasi. 
sudah cukup dengan polusi dan macet di sana sini. 
ingin kami ketika letih disuguhi pemandangan langit senja yang aduhai. 
karenanya, jangan tutupi pandangan kami dengan jajaran gedung tinggi berkaca. 
karena langit senja yang memerah itu terlebih menghibur diri yang letih 
dibanding kami saling menatap diri berdesak-desakan dalam kendaraan kebanggaan ibukota yang rutin kami tumpangi. 
untuk pengertiannya, kami berterimakasih. 

salam, 
penumpang setia busway.

Tuesday, February 25, 2014

a secret box

i have a secret box
to keep many things inside safe
i put them every time
every second
regret
help
love
tears
i lock it then
even im scared to open it
so i throw the key to the bin

Sunday, August 25, 2013

tidak seperti kelihatannya.


sebenarnya langkahku berat, tapi aku pura pura saja berjalan dengan ringan. 
sesungguhnya aku berada di persimpangan, tapi aku pura pura saja berjalan lurus. 
sejujurnya benang yang kubuat menjahit ruwet, tapi aku pura pura saja menjahit dengan jahitan jelujur. 
sebenarnya ini tidak mudah, tapi aku sudah lelah.


Friday, May 31, 2013

Still War!

Selasa (28) lalu, gue mendatangi second reader (sejenis kayak dosen pembimbing 2) gue untuk menjemput kepulangan skripsi gue yang udah nginep di beliau seminggu ini. Gue berharap mendengar kabar kalau hanya ada sedikit revisian lagi. Tapi, sayangnya…. Harapan tinggal harapan. :(


Tuesday, March 19, 2013

setelahnya kumerasa lebih baik...

aku sungguh sangat ingin meneguk barang seteguk dua teguk kopi paling pahit sedunia
lalu, jikat tidak diizinkan aku membawa secangkir saja, aku akan terus mengecap-ecap tegukan terakhirnya di lidah,
agar dapat kuingat-ingat dengan baik bagaimana rasa pahit saat di awal kumengecapnya,
rasa pahit yang masih solid dan pekat sepekat pahit di awal kumengecapnya
dan kubawa lari ke tengah hutan yang gelap dan dingin yang menusuk
hingga kuhanya sanggup meringkuk di pelukan malam yang dingin
dan kumembeku didekap semesta hingga ke tulang sumsum
tubuhku bergetar, pelupuk mataku basah terkena embun dari pucuk daun
angin malam membelaiku penuh perhatian
lalu aku menanti parade musik malam
perpaduan lolongan srigala dan suara hati
hingga aku rasa semesta turut mengecap pahit kopi paling pahit sedunia saat di awal kumengecapnya

Wednesday, January 23, 2013

Let's Jump On The Train!

Sebenarnya, bukan tentang ini yang ingin gue post hari ini, tapi apa daya cerita yang satunya itu belum selesai ditulis dan diedit. Kalau postingan ini, gue cuman ingin sekedar mengabadikan sebuah moment dimana gue baru menyadari "eh, iya ya, udah 2 tahun lebih sepertinya, dan gue masih belum beranjak dari nama yang sama". Apakah itu bodoh? >.<

Salah seorang temen gue bilang, "let's jump on the train and let go!"
Ya, ada benarnya juga. Itu nama lain dari gerakan move on. "I hope that I can jump on the train that will not carry me to the same station."

Heran juga, kok bisa sampe 2 tahun (lebih)? O.O"
you should jump on the train soon, Ray!

Monday, December 17, 2012

Bar Bar Bersabar....

Ya ampun, hari ini itu judulnya bersabar. Bersabar untuk hanya mengisi perut dengan biskuit gandum karena males gerak buat cari makan siang. Bersabar nungguin barengan buat bikin properti di rumah seorang kawan yang jauh. Bersabar nungguin hasil test remidi. Otomatis bersabar untuk beli tiket bis malem. Bersabar untuk pulang ke rumah. Bersabar untuk creambath. Bersabar untuk menghias pohon Natal. Bersabar untuk beli sepatu hak tinggi. Bersabar untuk latihan pake eyeliner. Bersabar untuk ketemuan dengan kawan lama. Bersabar untuk menunggu tanggal 25. Bersabar untuk gerakan perdana tanggal 25 tentang dia yang namanya sering diselipkan di tiap lipatan tangan. Bersabar untuk Natalan bersama keluarga. Bersabar untuk itu, itu, itu, dan itu.........

Wednesday, December 12, 2012

Doa dari Lirih

kaca di mataku kini lebih mudah retak
ia lebih mudah pecah
tersentuh seujung jari lalu basah
kepingan-kepingannya semua tumpah
mengalir dan mengalir tanpa jengah
kepingan-kepingannya... berserak

Puisi Edisi Galau


Mega Mendung

Belakangan ini mega mendung
sejak mata terbuka pertama kali
entah jiwaku terkurung
perasaan serupa dengan wajah murung
aku rindu akan kampung
emosipun entah tak terkendali
naik-turun seperti katrol sumur
aku berkawan dengan keluh dan peluh
semakin menjadi si harimauku ular berbisa
belakang ini mega mendung
Tuhan, ampun.

Sunday, December 2, 2012

...

kalau ada yang ke hutan lalu teriaknya, bersyukurlah
kalau ada yang ke pantai lalu teriaknya, bersyukurlah
kalau bahkan ada yang ke gunung lalu teriaknya, bersyukurlah
karena ada yang ke hutan lalu diam
ada yang ke pantai lalu bungkam
bahkan ada yang ke gunung lalu ...

Friday, July 27, 2012

Sepertinya Ada yang Salah

Iya, sepertinya ada yang salah. Ada yang salah dengan mata, ada yang salah dengan jari telunjuk kanan dan jari untuk mengetik, ada yang salah dengan mulut, ada yang salah dengan pikiran, ada yang salah dengan detak jantung, dan ada yang salah dengan perasaan. Sebenarnya semuanya hanya sederhana. Sesederhana meninggalkan ponsel berjam-jam tanpa perlu mengeceknya, sesederhana tidak menggulir kursor di chat tab dan mencari sebuah huruf mati, sesederhana mengatakan yang sepaling-benar-benarnya di paling pelosok hati, sesederhana mematikan lampu lalu tidur tanpa memikirkan dan membayangkan akan kemungkinan apapun, sesederhana tidur dengan detak jantung normal dan tidak terburu-buru, sesederhana merasakan rasa yang normal senormal detak jantung dan biasa seperti hari-hari biasanya jauh sebelum saat itu, dan sesederhana untuk tidak menulis apapun yang berkaitan dengan sesama itu karena hanya akan membuat semakin ada yang salah.

Waspada Gudang Celotehan Bajakan!

Belakangan ini gue iseng buka blog gue setelah sekian lama gak terjamah. Gue iseng aja ketik keyword "Gudang Celotehan" di Googl...