Saturday, April 30, 2011

Anda puas? Saya puas!

Gue bingung namain postingan yang satu ini apa coz sebenernya cuma mau curhat aja sih (biasanya di blog ini juga isinya sampah hati gue semua hho) tentang kepuasan gue dengan hari ini dan kinerja Tuhan yang pengertian banget itu. Hari ini gue ingin membuktikan kalau Tuhan tuh adil karena terkadang ga bisa dipungkiri kalau banyak orang bilang Tuhan tuh Maha Adil bla bla bla dan bla, tapi dalam kenyataannya gue sendiri kadang sulit untuk mengiyakan hal itu. Tapi saat ini gue bilang Tuhan itu adil. Hal yang gue alami hari ini biasa aja sih, bukan sesuatu yang wow! wah! atau alamak!, hanya sesuatu yang sederhana tapi ngena.

Siang tadi gue dateng Paskahannya Smanlie (SMA gue). Niatnya sih sekalian mau kumpul-kumpul sama temen CCF (Christian Community of Five) angkatan gue, sayangnya banyak yang ga bisa dateng dengan berbagai alasan, agak sedih sih (hugz hugz). Ada sedih mesti ada senang dong. Senengnya ya gue bisa ketemu alumni angkatan di atas dan di bawah gue, melihat bentukan fisik mereka yang semakin berkembang, kayak rambut makin gondrong, badan makin lebar (termasuk saya ><), wajahnya makin ganteng dan cantik, jerawat makin merajalela, dll. Seneng juga bisa ketemu guru pembina CCF dari jaman angkatan di atas gue sampe di bawah gue ternyata pembinanya masih si ibu Fisika itu, pembina abadi ya, Bu? Selamat ya, Bu! Yang langgeng ya! (Kok kayak nikahan aja ye). Ngeliat perkembangan CCF yang makin maju dalam beberapa sisi juga bikin gue tambah seneng. Salah satu perkembangannya adalah menyewa gereja dengan full band untuk acara Paskah ini, sementara  pas jaman angkatan gue Paskahan cuma di kelas dan modal tepuk tangan dan teriak-teriak untuk jadi musik pengiringnya (huhuhuhuhu...). Tapi emang ada beberapa sisi yang dari dulu menjadi suatu momok (temennya popok, eh bukan ding!) masalah yang belum ditemukan obat penangkalnya. Berharap CCF ini bisa semakin baik and maju dalam hal kualitas dan kuantitas ke depannya, amiiiiinnnnnnn.

Well dimanakah sisi keadilan Tuhannya??? Di sini dimana para jombloerz bisa ikut merayakan satnite. Pulang dari Paskahan, gue dan temen-temen sengaja ngajakin tepatnya maksain sih temen-temen lain untuk dateng ke McD-nya DTC cuma buat kongkow-kongkow sambil berbagi kisah dan menelaah perbedaan apa yang sudah terjadi di tubuh temen-temen yang udah lama ga ketemu ini. Saat itu gue lupa beneran kalo ternyata hari ini malam minggu dan pas gue liat-liat personil yang dateng ngumpul di McD ini jomblo semua kebanyakan (hahahahahah tertawa bangga karena tidak sendiri) dan kenyataannya adalah saya jomblo, saya anak kos, saya bisa merayakan malam minggu tidak kalah menyenangkan dan so swit dengan penikmat satnite yang couple-couple itu (nyengir licik). Disinilah gue menikmati keadilan Tuhan dari hal kecil dan sederhana tapi kalau dipikir secara lebih spesial bisa bersyukur juga. Terkadang mikir lebay itu baik kalau untuk tujuan yang baik (menurut saya, Rayi Winanti Karyadi).

Sekian deh sharingnya. Berharap para jojomblo sekalian tetap bersyukur dan ga sedih ya kalo satnite datang karena Tuhan adil kok :)
Thanks for reading, folks! ^^

Friday, April 29, 2011

Seragam SMA = Baju Jojon

Hari ini yang menarik perhatian gue untuk gue torehkan di blog ini adalah penampakan yang gue temui sepanjang perjalanan RS Fatmawati-rumah dimana setiap kali gue ngeliat anak SMA khususnya yang cewek hampir kebanyakan mengenakan seragam dengan style yang beda dari seragam SMA biasanya, bukan masalah model seragamnya tapi cara memakainya. Sepertinya ini cara pemakaian seragam SMA yang sedang digandrungi remaja putri, khususnya remaja putri SMA di Jakarta dan sekitarnya. Hampir setiap siswi SMA yang gue temui di jalan (bukan mangkal loh, tapi karena udah jamnya pulang sekolah) menggunakan cara berseragam yang terbilang unik dan lagi ngtrend (mungkin) ini. Bukan hanya cara penggunaan seragamnya aja sih, style rambut dan sepatu sampe tas juga hampir sama semua. Hal ini memang bukan hal yang baru karena sering juga gue liat di sinetron-sinetron atau FTV-FTV yang ada siswi SMAnya, mereka berpenampilan seperti yang tadi siang gue liat di jalan. However, gue tertarik aja mem-post-kan penampakan ini karena setelah gue teliti dan perhatikan dalam-dalam kok gaya berseragam mereka mengingatkan gue sama pelawak senior yang terkenal dengan gaya bajunya dan kumisnya yang kaya Hitler itu ya... hmmh.... ya pelawak itu Jojon.

Jadi, setelah gue perhatikan dengan seksama gaya berseragam siswi SMA tersebut, analisanya seperti ini:
Dimulai dari seragamnya:
- baju seragam biasa sih yang putih itu tapi ngepas ga terlalu gede ga teralu kecil (yang sedang sedang sajaaa...)
- rok span yang kayak suster gitu, dengan potongan 3/4 (yang normal sih sampe mata kaki, tapi ini cuma sampe betis keatasan dikit lagi)
- baju seragam dimasukan ke dalam rok (bagus sih, rapi, tapi roknya di atas udel kayaknya, bayangin aja celana itemnya Om Jojon, hampir persis kayak gitu)
- kaos kaki putih (ada yang pendek, ada yang panjang sampe betis)
- sepatu yang kayak sepatu balet gitu, flat shoes gitu lah)

Dari tata rambut:
- kebanyakan rambut panjang menjuntai sepunggung dan digerai (ati-ati salah sebut kalo ngeliat mereka dari belakang ya^^v)
-poni belah tengah

Dari model tas:
-tas punggung kecil yang sering gue liat anak SD pake.

Kesimpulan:
Secara kesuluruhan cara berseragam siswi SMA tersebut 'serupa tapi tak sama' seperti cara berpakaiannya Om Jojon, bedanya cuma Om Jojon pake celana dan sering pake gasper kayak huruf Y itu loh (ga tau namanya saya, maaf, hehe) dan berkumis persegi. Wah, hebat Om Jojon bisa jadi trendsetter-nya anak muda juga! :D
Ini Om Jojon (buat yg belum tau atau lupa hhe)
 NB: Foto seragam siswi SMA-nya belum nemu, hehehe. Dan ini hanya hasil analisa pribadi semata, it's just for fun, guys! Thanks for reading^^

Wednesday, April 27, 2011

Count On You -Mas Bruno Mars-

[Verse 1]
If you ever find yourself stuck in the middle of the sea
I'll sail the world to find you
If you ever find yourself lost in the dark and you can't see
I'll be the light to guide you

Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need

[Chorus]
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
And you'll be there
'cause that's what friends are supposed to do oh yeah
ooooooh, oooohhh yeah yeah

[Verse 2]
If you're tossin' and you're turnin
and you just can't fall asleep
I'll sing a song beside you
And if you ever forget how much you really mean to me
Every day I will remind you

Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need

[Chorus]
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
And you'll be there
'cause that's what friends are supposed to do oh yeah
ooooooh, oooohhh yeah yeah

You'll always have my shoulder when you cry
I'll never let go
Never say goodbye

[Chorus]
Oh, You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
And you'll be there
'cause that's what friends are supposed to do oh yeah
ooooooh, oooohhh

You can count on me 'cause I can count on you

A song for friend
Check this out!
http://www.4shared.com/audio/_Gqvh497/Nothing_On_You_-_Bob_feat_Brun.htm


Catatan Saat Pulang ke Rumah

Yipppiieee!!!! teriak gue girang sambil salto-salto dalam khayalan, dalam kenyataan push up aja belom bener. Akhirnya setelah sedikit tersiksa dengan kondisi di sekitar gue di kota kecil yang lama-lama bikin sumpek ini, gue pulang juga ke kota halaman (karena Depok lumayan lebih gede dari Salatiga hehehe). Seperti biasanya tiap kali libur semester gue pulang ke Depok ditemani Rosalia Indah, dia bukan tante gue, bukan juga ibu gue, apalagi pacar gue (waaa eke masih suka pria boo!), tapi dia itu armada bus malem yang jadi langganan gue tiap kali pulang. Pulang ke kota halaman kali ini gue ingin lebih simpel dalam barang bawaan, belajar dari pengalaman pulang yang lalu-lalu. Pernah pas pertama kalinya gue pulang ke rumah saat libur semester awal kuliah, bawaan gue udah kayak orang mau pindahan rumah, gedenya koper gue aja lebih jumbo dari badan gue, bawanya aja penuh perjuangan nyeret-nyeret tuh koper sepanjang jalanan Kemiri ke jalan raya. Malu iya, pegel-pegel iya, tapi itu semua ga mengalahkan antusias gue untuk pulang ke rumah, maklum baru pertama kalinya pulang setelah berbulan-bulan merantau di kota orang (bundooooooooooooo hiks hiks sroooooooottthhhh). Oleh karena itu, sekarang tiap kali pulang ke rumah gue selalu berlajar dari pengalaman-pengalaman pulang sebelumnya. Yang jadi masalah adalah setiap mau pulang ke rumah adaaaaaaa ajaaaaaaaa kekonyolan yang terjadi entah itu karena dewi fortuna kurang berpihak pada gue atau karena kebodohan yang gue buat yang akhirnya jadi bahan pembelajaran (tuiiirrrrr men bahasanyeee). Tadi contoh pertama kebodohan yang gue lakuin saat pulang ke rumah part 1. Kekonyolan lainnya pas pulang ke rumah part 2 adalah gue yang untungnya ditemenin Erez pas mau berangkat ke terminal mesti repot-repot ngebungkus koper dengan kain kresek hitam sumbangan dari ibu kos gue, karena hari itu hujan deras. Dan berjalanlah gue dan Erez menapaki jalanan Kemiri yang sepanjang jalan kenangan itu sambil nyeret-nyeret bungkusan hitam besar, sepintas gue dan Erez udah kayak teroris lagi nyeret bom gede dalam kresek item yang bisa membumiratakan Salatiga dalam sekejap, tapi mana ada teroris terang-terangan nyeret bom kayak kite. Kekonyolan part 3 pas gue pulang liburan semester 3 adalah hari itu lagi-lagi hujan, heran setiap kali gue pulang mesti hujan kayaknya alam ga rela gue pulang dan bebas dari kota kecil ini (sungguh sadisnya alam tiri kayak ibu tiri aja). Saat itu hujan lebih deras dari hujan-hujan saat biasanya gue pulang ke rumah, sementara jam terus berputar mendekati jam bisnya tiba di terminal dan gue masih di kos, gue nyoba nyari pertolongan tumpangan ketemen-temen tapi karena berbagai alasan yang gue terima akhirnya gue berpaling minta tolong tukang ojek. Sayangnya, tukang ojek ngasih harga terlalu tinggi, dan guepun hampir stres sendiri di bawah payung di tengah guyuran hujan. Satu-satunya alternatif adalah memaksa Zilpa nganterin ke depan gang, untungnya dia mau (Ihh Zilpa baik deh! goceng, Zil). Kepanikan takut ditinggal bus pun mendorong gue untuk menyarter angkot sampai ke terminal. Selama di dalam angkotpun gue memelow gara-gara apesnya hari itu, si supir angkot pun kelihatan memerhatikan penumpang satu-satunya ini dari kaca spion, ikutan melow, ditambah masih hujan. Sampainya di terminal, ternyata gue masih harus nunggu si bus yang belom dateng (gue menghela nafas seplong-plongnya). Belajar dari ketiga pengalaman gue saat pulang ke Depok yang gue ceritain barusan, sekarang kepulangan gue ke Depok untuk yang keempat kalinya harus lebih well-prepared. Dimulai dengan mendoakan cuaca agar tidak lagi-lagi hujan (bukannya panggil pawang loh), membawa barang bawaan secukupnya biar ga merepotkan diri sendiri, dan datang lebih awal untuk menjagai kali-kali hujan datang. Pukul setengah 4 gue sudah ready to go. Untungnya sohib gue Erez dan motornya Ka Febe berbaik hati nganterin gue ke terminal. Ditambah lagi, Tuhan mengabulkan doa gue, hari itu engga hujan, cuma gerimis sangat sebentar. Pukul 4 sore, gue udah tiba di terminal padahal bus gue baru dateng pukul setengah 7 malam dan bisa ditebak kalau gue penumpang pertama yang udah nangkring di agen Rosalia Indah. Alhasil sembari nunggu, gue ngebrel-ngebrel sama Eres, sayangnya motornya Kak Febe ga bisa ikutan ngebrel (kasian jadi motor. hoho). Kita ngobrolin sebuah penampakan di depan kita yang sangat unik itu. Tentang seorang ibu yang mandiin 3 anak laki-laki kecilnya di keran depan agen bus ini. Tiga bocah itu telanjang (untung masih bocah) sambil lari-lari kesana-kesini kemara-kemari (kemara? --a) tanpa ada rasa malu, ya begitulah jadi bocah ibarat Adam yang belum jatuh ke dalam dosa. Si ibu membawa teko air di sebelahnya sambil gosokin sabun ke badan bocah pertama. Yang kita takjubkan adalah saat ini teko bukan hanya bisa jadi tempat air untuk nyeduh kopi, susu, atau teh, tapi juga bisa buat mandiin anak kecil (boleh dicoba --d). Berikut sedikit obrolan gue dan Erez menanggapi penampakan itu.

Erez: Berasa lagi di komplek perumahan aja ya.. (Sambil moto adegan ibu mengguyur anak pake ember merah. Ember loh, ember, bukan gayung lagi!)
Gue: Iya, terminal bisa jadi komplek juga ye. Lama-lama komplek bisa jadi terminal deh.
Erez: Jaman semakin aneh.
Gue: Ckckckckck

Bayangin deh kalau bus-bus gede plus angkutan kota berlalu lalang di area komplek melewati ratusan polisi tidur. Terus banyak anak kecil yang lagi main di area jalanan komplek jadi korban tabrak lari gara-gara angkot yang jalannya seenak udel (waaaaaaaaaaaa buyarkan bayangan!!!!! ><)

Begitulah kekonyolan-kekonyolan yang terjadi tiap kali gue pulang ke rumah di Depok bukan ke rumah Bapa setiap libur semester. Gue masih berharap kepulangan gue mendatang hujan tidak datang :)
Ini foto bus yang menjadi langganan gue tiap pulang ke rumah.

Monday, April 25, 2011

Go Out from The Box

Setiap orang pasti pernah merasakan perasaan yang satu ini, bosan. Bahkan burung di sangkar pun mungkin juga merasakannya seandainya mereka punya perasaan dan bisa bicara. Tidak bisa dipungkuri kalau bosan selalu ada di sekitar hidup kita. Anak sekolahan yang bosan memakai seragam, mahasiswa yang bosan dengan rutinitas kuliah dan tugas-tugas yang datang tak kenal ampun, karyawan yang bosan bekerja dengan berkas-berkas pekerjaannya, bos yang bosan mengenakan jas, dan ibu rumah tangga yang bosan memasak dan mengurus rumah agar tetap kelihatan nyaman ditempati. Hampir di dalam setiap kegiatan yang kita lakukan lebih-lebih yang bersifat rutinitas, pasti ada saat-saat kita berada dalam titik jemu, titik bosan dan rasanya ingin refreshing detik itu juga atau lebih buruknya adalah seperti yang diperlihatkan di sebuah iklan, gue lupa iklan apa, pokoknya ada pegawai yang lagi fotokopi terus karena kesalnya dia memukul-mukul mesin fotokopi dan mengacak-acak benda-benda di sekitarnya. Mungkin kalau rasa bosan kita tidak segera diatasi bisa-bisa kita ngamuk seperti yang ada di iklan itu. Berikut adalah celotehan gue tentang apa yang barusan gue alami siang ini untuk menghilangkan suntuk atau bosan atau jenuh atau apalah itu namanya dari serentetan rutinitas gue.

Satu kalimat yang menjadi sumber inspirasi tulisan ini adalah "Go out from the box". Rutinitas kita ibarat sebuah box yang mengurung kita, mengekang kebebasan kita yang pada akhirnya menimbulkan jenuh. So, kita perlu keluar dari box itu. Maksudnya adalah kayak gini, kalau kegiatan rutin kita pergi ke kampus selalu dengan jalan kaki, sekarang ganti dengan naik sepeda. Kalau biasanya kita selalu melewati jalan A untuk ke suatu tempat, sekarang kita lewat jalan B walaupun lebih jauh dan harus memutar tapi bisa sampai ke tujuan yang sama, itung-itung olahraga dan ganti pemandangan. Itu yang gue maksud keluar dari box, box yang selama ini kita merasa nyaman di sana tapi perlahan bisa menjadi bumerang kala bosan mulai menyerang.

Hari ini gue mencoba melakukan hal di atas tersebut. Gue terbiasa bergantung sama orang lain seperti mau kemana minta temenin temen dengan alasan biar gue ga kayak bolang (bocah ilang), tapi terkadang kondisi memaksakan kita untuk mandiri dan memang kita ga bisa selamanya bergantung sama orang lain, begitu kata Ibu gue. Pagi itu gue harus ke terminal bis Tingkir yang jaraknya lumayan jauh dari kampus. Gue udah minta anterin temen gue, tapi dadakan dia harus nganterin temennya yang lain dengan kondisi yang lebih urgent. Pada akhirnya gue ke terminal sendiri. Nunggu kol, ngeliat pengamen tradisional yang pake kostum dan make up tebel sambil gue nunggu kol, naik kol, sampai di terminal, ambil tiket, DONE! Setelah selesai dengan tujuan pertama, gue lanjut ke tujuan kedua, ke kota. Hampir aja gue salah naik angkot gara-gara ada kenek angkot yang mukanya meyakinkan dan agak maksa, tapi untung gue ga terhasut (haha). Gue turun di pasar. Gue engga begitu hafal dengan lokasi ini jadi gue masih agak-agak kayak orang linglung saking ramenya tuh pasar (yaiyalaahhh kalo sepi beda nama dong). Tapi dengan sok pedenya, gue terus jalan aja sambil ngeinget-nginget ini di bagian mananya kota. Gue menikmati berjalan di tengah keramaian karena engga ada yang meratiin gue, semua sibuk dengan urusannya masing-masing, dan gue begitu menikmatinya karena hal ini juga jarang gue lakuin walopun ga enaknya harus ngehirup asap knalpot, debu, dan aneka polusi pasar yg lain (apa coba? :P). Pada akhirnya gue berhasil menemukan jalan keluar dari pasar dan menemukan kota yang menjadi tujuan gue. Selanjtnya gue melanjutkan destinasi-destinasi gue yang lain sambil menikmati jalan sendiri dimana itu adalah hal yang jarang gue lakuin dan di luar dari kotak gue yang biasanya kalau jalan rame-rame kayak mau ngeroyok orang, berheboh-heboh ria, tapi sekarang menikmati indahnya keluar dari kotak. Bisa kalian coba kalau mau, lumayan mengatasi rasa bosan, jenuh, dan suntuk (sama aja deh kayaknya).
Life is gonna be fun when u dare to go out from the box! Let's try it, folks! :D
di gambarnya anggap ja thinking-nya tu diganti going out.. hehe

Sunday, April 24, 2011

Wow Wow Wow-nderful Easter 2011

Ini adalah Paskah terunik seumur-umur gue. Agak sedih sih sebenarnya karena ga ngerayain Paskah bareng keluarga di kampung halaman (hayahh), tapi Tuhan menggantinya dengan hal lain yang lebih dari biasa, ngerayain Paskah bareng teman-teman sepelayanan dan kamar kos gue yang tercinta. Lebih dari satu cerita gue alami di Paskah hari ini menambah warna-warninya Paskah gue dibanding tahun-tahun sebelumnya. Banyak pengalaman baru juga yang boleh gue cicipi hari ini.

Dimulai dengan pagi yang mendung, gue yang biasanya gedubrukan buru-buru pergi gereja jam 7, sekarang bisa santai karena gue akan ke gereja yang ibadahnya jam 9 pagi. Seinget gue bapak majelisnya bilang ibadah Paskah diadakan dua kali, jam 5 subuh dan jam 9 pagi. Pengen sih ibadah subuh tapi takutnya pintu Surga belakang kampus belum buka jadi kan capek kalau harus jalan muter jauh ke gereja. Akhirnya diputuskan gue akan ke gereja yang jam 9 bareng temen gue, Eres dan Ka Febe. Begitu gue keluar dari kos, gue agak heran kenapa jalanan kemiri 2 ini begitu sepi, biasanya ada banyak yang juga jalan mau ke gereja. Titik keheranan gue dimulai dari situ, apa gue salah jam kali ya? pikir gue sambil terus jalan bareng Eres dan Ka Febe. Seperti biasa sembari jalan, kita ngelawak walaupun kita bukan pelawak tapi paling engga kita bisa ketawa (apa sihhhh?? =___=).

Sesampainya di gereja, kita kehabisan stok liturgi. Ahh, gapapa, Ka Febe bawa KJ kok, pikir gue santai. Kita masuk ke dalam gereja, mencari posisi duduk yang pas diantara jemaat yang..... kok udah tua semua ya? mana anak mudanya? gue terheran-heran melihat jemaat di dalam gereja kebanyakan opa-opa dan oma-oma, ditambah sepi tidak seramai biasanya. Engga berapa lama, seorang temnnya Ka Febe mengungkapkan fakta yang sebenarnya kalau ternyata ibadahh jam 9 itu ibadah pake bahasa Jawa. Tepuk jidat! Untung temennya Ka Febe berbaik hati memberikan liturgi "Bahasa Jawa"nya ke kita. Hampir sepanjang ibadah gue hanya melakukan aktivitas-aktivitas ga jelas seperti sedikit tertidur ketika doa syafaat, ngemil permen, ketawa tiap denger kosakata bahasa Jawa yang kocak dan terdengar seperti Bahasa jepang dan Spanyol, pokoknya kegiatan diluar mendengarkan karena gue juga engga ngerti apa yang diomongin (T.T). Tapi tenang, Paskah kali ini gue tetap mendapat Firman Tuhan yang menguatkan, untung warta jemaatnya pake bahasa Indonesia, jadi gue bisa baca ringkasan kotbahnya. FirTu Paskah yang gue tangkep adalah tentang Maria yang melihat Tuhan. Melihat Tuhan di sini bukan hanya melihat secara fisik atau dalam arti eksplisit tapi juga dalam arti implisit, yaitu lebih ke melihat dengan mata hati. Jadi, melihat Tuhan berarti menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan hidup berlandaskan iman kepadaNya. Juga, kita yang "telah melihat Tuhan" diundang untuk memberikan kesaksian tentang Yesus yang bangkit itu. Sehingga pertanyaannya adalah sudahkah orang lain "melihat Tuhan" lewat hidup kita? So, hidup kita harus jadi berkat buat orang lain karena Tuhan mati dan bangkit bukan hanya untuk diri kita saja, tapi juga untuk orang lain.
Pengalaman pertama mengikuti ibadah dengan pengantar Bahasa Jawa yang si Eres sebut "kecolongan ikut ibadah Bahasa Jawa" ini cukup mengawali keunikan Paskah gue tahun ini.

Uniknya lagi, gue dengan temen-temen pelayanan ngadain Paskah Bersama dengan versi yang seru menurut gue, yaitu Berbagi Kasih ke RSUD Salatiga. Jadi selesai ibadah Paskah bersama sebentar, kita membentuk kelompok berisi 2 orang, mengunjungi pasien, memberi roti dan susu, dan mendoakan (jika mereka ga keberatan). Ini pengalaman pertama gue juga ngerayain Paskah yang seperti ini. Rasanya sukacita Paskah ga hanya dinikmati sendiri, tapi juga bisa berbagi sukacita dengan orang lain.
kitapun bisa narsis dimanapun, di rumah sakit sekalipun :D
Selesai kita Berbagi Kasih bersama, Pancasila menjadi singgahan selanjutnya. Pancasila itu nama tempat sejenis kayak alun-alunnya Salatiga. Sekedar untuk makan, ngobrol, dan foto-foto besama untuk menutup kegiatan Paskah kita tahun ini yang berjalan lancar. Sukacita kita saat itu benar-benar besar sampai mampu menambah semangat untuk pulang dengan jalan kaki dari Pancasila sampai kost (alibi ngirit eh hemat ehh... hmm?). Rasa kaki udah siap copot sedikit terlupakan karena sepanjang jalan kita ngobrol dan ngelawak (lagi-lagi).

Dua pengalaman baru gue di atas terhitung kocak dan unik buat gue di Paskah tahun ini. Walaupun di balik itu, sebenarnya ada rasa jengkel, sedih, dan bersalah, tapi puji Tuhan, Dia masih ngijinin gue untuk mendapat pengalaman baru, kebersamaan, dan kepedulian. Masih ada tawa, masih ada suara-suara, canda gurau, rangkulan, masih ada harapan yang gue hampir percaya itu engga ada. Tapi, saat ini Dia buktikan kalau itu masih ada, masih ada penghiburan, masih ada harapan. Anyway, Thanks GOD for my wow wow wow-nderful Easter! Happy Easter 2011 all! May GOD bless u now and forever :)

Saturday, April 23, 2011

Abal Poem

Ga Dikasih Judul

Raja malam diam di singgasananya
menghiasi malam tanpa irama
bosanpun menjelma
melingkupi hati ini tanpa jeda
tanganpun hanya bisa merangkai kata
walaupun tak bermakna
cukup untuk sebentar melupakannya
bosan...

Sabtu, 04 Jan 09

Friday, April 22, 2011

Pelancong Gagal #edisi Solo (Part 1)

Petualangan gue hari ini dimulai dari sepulang ibadah Jumat Agung di GKJ 55. Gue ditemani sohib gue, Erez, berniat ke Solo karena udah lama banget kita gak jalan-jalan dan cuma berkutat sama kuliahhhhhh mulu. Sebenarnya tujuan kita ke Solo ga waw-waw banget sih. Si Erez cuma mau beli kolor sama baju, kalo gue pengen beli kado temen gue, tapi berhubung kami ini wanita sejati jadi ya sambil menyelam minum air lah, berawal dari lihat-lihat, nawar-nawar, eh beli deh di luar tujuan awal (hahaha wanita).

Tadi kita berangkat ke Solonya memang kesiangan jam 11an, jadi rencana mau ke Solo-Jogja batal, Jogjanya next time lah. Ditambah lagi, bis AC jurusan ke Solo terlalu lama membuat kami menunggu di Kauman, setengah jam lebih, dan pada akhirnya pun gue dan Erez harus berdiri cukup lama setelah naik si Safari hijau itu. Cukup lama kami berdiri sampai membuat mata beler dan kaki pegal-pegal padahal kita sama-sama bayar 10.000 seperti penumpang lain yang lagi asoy-asoynya tidur pules di bangku penumpang, hanya bedanya kami memang belum beruntung siang itu (Hhhh.. nasib nasib -________-"). Tapi pada akhirya kita kebagian tempat duduk juga sih dan dalam hitungan ketiga langsung pules.

Sesampainya di terminal Tirtonadi, Solo, gue dan Erez udah kayak pelancong banget, soalnya begitu turun dari bis, abang-abang tukang becak langsung nyamperin ngegodain gitu.. eh eh engga ding, nawarin becak. Tujuan kita ke PGS (Pusat Grosir Solo). Sebenarnya gue udah sering banget ke Solo, begitupun dengan Erez, tapi engga ada satupun dari kita yang tahu gimana caranya ke PGS dari terminal. Alhasil begitu ada abang-abang ehm.. tepatnya bapak-bapak (udah tua soalnya) tukang becak promosiin becaknya ke kita, kita langsung tertarik. Engga lama mata gue juga hampir tertarik keluar begitu gue denger si bapak bilang ke PGS ongkosnya 25 ribu. Buset! belom apa-apa udah tekor kalo kayak gini sih, pikir gue, langsung ninggalin si bapak pergi. Emang dasarnya tukang becak kehausan penumpang, si bapak itu maksa terus dengan muka semelas-melasnya, dia bilang kayak gini "kasian, Dek becak saya...", dalam hati gue jawab "becak kok dikasihanin. kasihanin nih mahasiswa kere kayak saya, Pak, mau jalan-jalan aja mesti nunggu libur semesteran (yah malah curhat)" Gue tawar 10 ribu, si Bapak masih mengiba-iba sampai-sampai akting sinetronnya itu berhasil ngebuat si Erez ga tega buat nawar dan milih untuk diem aja saking engga teganya. Akhirnya si bapak itu nyerah, tapi ehhh dateng lagi bapak becak II, nawarin becaknya juga (yaiyalah masa nawarin singkong). Kali ini dia mau kita bayar 10 ribu sampai PGS. Dengan muka sumringah cerah merekah, gue dan Erez naik ke becak. Kita menikmati jalanan kota Solo yang begitu panas siang itu seperti biasanya. Sesekali kita mengabadikan diri di kamera hape-nya Erez. Lama-lama kok rasanya jauh juga perjalanan dari terminal ke PGS, akhirnya hati kami yang emang dasarnya lemah lembut, baik hati, dan tidak sombong ini engga tega kalau cuma ngasih 10 ribu, jadi kita tambahin 2 ribu (lumayan kan?) Pikir kita sih si bapak tukang becak pasti nanti bakal ngerasa surprise gitu pas kita ngasih duitnya lebih. Tapi ternyata seperti pepatah mengatakan "tukang becak lebih licik dari mahasiswa" (goyang pepatah-patah kali) itu benar adanya. Begitu kita turun dari becak, si bapak udah masang muka melas lebih melas dari bapak becak I. Tiba-tiba dia malah minta 15 ribu! Hahhhh licik, sial! kena deh gue! pikir gue sambil akhirnya dengan muka asem ngasih uang 15 ribu.

Tips untuk para pelancong kalau ingin melancong dengan naik becak biar ga jadi pelancong gagal kayak gue dan Eres adalah:

1. Bikin surat perjanjian tertulis pake materai 6000 sekalian pas deal harga becak.
2. Hati-hati dengan wajah melas si tukang becak, bisa-bisa itu hanya acting belaka. Bisa jadi mungkin si tukang becak mantan artis sinetron, jadi wajahnya bisa sangat menipu.
3. Jadilah pelancong yang tangguh dan mempunyai jiwa yang teguh biar ga mudah luluh karena ga tegaan kayak kita, huhuhuhuhu y.y

Sekian. Semoga bermanfaat ya ^^

Wednesday, April 20, 2011

Puisi Chairil Anwar

DOA

kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

13 November 1943

Kami MANUSIA, Pak BUKAN SAPI!

Sebenarnya ini hanya curhatan gue belaka tentang apa yang gue alami tadi siang. Dari sekian banyak hal yang udah terjadi tadi siang, gue milih untuk mem-post-kan kejadian yang satu ini.

Hari ini adalah hari ke-3 EDLT (English Department Leadership Training), ini kegiatan kepemimpinan wajib diikuti yang diadain fakultas gue tiap tahunnya yang diadakan selama 3 hari. Hari pertama dan kedua diisi sama materi-materi, jadi kita cuma duduk anteng sambil angop-angop dan mata beler (hehe), hari terakhir adalah outbond (Yippiiee!). Outbond EDLT kali ini berlokasi di Tlogo, Tuntang. Gue girang banget tahu kalau mau outbond karena udah lama badan gue engga olahraga, lemak-lemak sudah terlalu lama berkeliaran di tubuh gue dan ini waktunya untuk mengusir mereka walaupun sebenarnya engga ngefek-ngefek banget juga sih outbond sama ngurangin lemak gue. However, gue senang mau outbond sekalian refreshing!

Pagi itu selesai mbak-mbak panitia ngasih wejangan di lapangan bola, gue dan grup gue (grup 8 GO!) beserta grup-grup yang lain langsung menuju ke parkiran depan tempat kendaraan yang akan kami tumpangi ke Tlogo. Dan bisa tebak kami naik apaaaa????? (dengdeng dengdeng) Berjejer dengan rapi 4 truk warna-warni di parkiran depan kampus gue. Mateng! cetus gue dalam hati. Truknya kalau engga salah sih ada 4, warnanya warna-warni lagi (sok g4hoL beut deh tuh truk), ada yang biru, putih butek, ijo, satu lagi gue lupa. Sebenernya sih gue lumayan excited juga bisa nyobain naik truk kayak kayu glondongan, pengen tahu aja rasanya soalnya pas PPMB awal masuk kuliah dulu gue melewatkan kesempatan seperti ini. Jadi, saat itu gue lumayan merasa beruntung bisa naik truk. Dengan menggunakan truk ini ternyata juga bisa menjalin rasa kepedulian sesama peserta. Temen-temen, terutama pria yang udah naik truk duluan nolongin temen-temen lain untuk naik ke truk, saling bantu-membantu (asyik, pegang-pegangan tangan deh! LHO??!!).

Sialnya, gue dapet posisi di tengah bukan di samping, jadi engga bisa pegangan atau mepet-mepet ke samping truk biar ga jatoh kalau truknya pas lewat jalan tanjakan atau turunan. Asemnya lagi pas tuh truk yang gue naikin mau jalan dari parkiran, dia mundur terus maju dan gubrak! pada jatoh deh, termasuk gue, untungnya jatoh bareng-bareng. Tapi, what the kam*pr*t-nya adalah ketika truk ini ngerem mendadak pas mau di lampu merah. Dengan asyiknya gue meluncur jatuh di timbunan tas gara-gara gue ga dapet pegangan di samping truk. Grrrrrr!!!!!!!! temen gue nolongin dan akhirnya menyempil-nyempilkan gue diantara peserta yang mepet-mepet di bagian samping truk. Malu men jatoh sendiri! Detik itu, sambil ngelus-ngelus tangan yang agak sakit, gue bilang, "Supirnya lupa kali ya kalau bawa orang!" omel gue, diiyain sama temen-temen gue. Dalam hati sih gue teriakin tuh supirnya, "Kami MANUSIA, Pak bukan SAPI!!!"

Sekian hehehe.

Tuesday, April 19, 2011

curhat

Ada rasa terasa di lapisan luar hati gue yang begitu sedih, dibilang sakit pun sebenarnya tak begitu separah itu, gue juga sulit untuk menamainya apa, tapi yang jelas perasaan itu muncul dari kata 'kenapa' dan tanda tanya(?) besar yang mendesak-desak, mendorong-dorong, ingin mendobrak keluar dai hati gue tapi selalu gue tahan dan mendamaikannya dengan 'jangan tanya kenapa!' karena gue rasa ada begitu banyak pertanyaan kenapa di dunia ini yang tak ada jawabannya atau gue yang engga nemu jawabannya. Ingin gue melampiaskannya dalam butir-butir air dari mata, tapi gue bosan! gue juga engga mau melampiaskannya dengan mukul-mukul tembok atau menyakiti diri karena gue masih punya nalar sehat untuk ga melakukan hal sebodoh itu. Satu-satunya pelarian yang gue rasa cukup mampu mendamaikan hati adalah keluar dari kota kecil ini, meninggalkan semua hal dan kondisi brengsek itu di belakang untuk sebentar, tapi setelah gue pikir lagi itu juga bodoh karena gue tahu kalo gue ga bisa melarikan diri dari ini semua, yang gue mau adalah menyelesaikannya bukan meninggalkannya. Paling-paling keika jari jemari terlipat bertautan, mata mengatup, dan datang padaNya, gue bakal nangis lagi.

Rasa ingin memberontak ini besar sekali tapi di sisi lain rasa untuk menahannya tidak kalah besar, ujung-ujungnya mereka ini menyakiti gue. Mungkin saat ini cicak lagi ngetawain gue kalau dia lihat gue lagi-lagi mewek, kalau dia tahu gue mewekin hal yang itu-itu aja. Ya Tuhan, apa gue belum lulus dari tes ini? Aaahh, rasanya benar-benar ingin naik jet coaster, teriak, setidaknya dengan begitu gue merasa hal yang menyesakan itu terbang terbawa angin dari otak gue.

Oke, cukuplah gue menuangkan apa yang gue rasa di sini dan yang akan gue lakukan ntar malam adalah konfirmasi pada Bapa, minta kalarifikasi dariNya, dan tanya gimana solusiNya. Tunggu aku ya, Tuhan!

Sunday, April 17, 2011

yang Tua yang Berjiwa Muda

Ketika gue sadari ternyata dua hari ini gue udah melihat satu hal yang sama hanya dalam kondisi dan tempat yang berbeda. Ini tentang yang tua, yang sudah renta, berkeriput, dan fisik tak lagi setegap dulu. Tapi di balik apa yang terlihat jelas dengan mata telanjang itu, terlihat mereka masih memiliki jiwa muda, mungkin sisa, atau mungkin memang begitu adanya, tapi yang jelas gue kagum! Kagum karena kebanyakan yang benar-benar muda tidak terlihat semuda mereka.

Pertama, hari Sabtu kemarin, gue dengan teman-teman sepedaan ke kota, oke kali ini bukannya hepi-hepian sepedaan yang bakal gue bahas, tapi apa yang gue alami saat hari itu. Gue dan temen gue, si Dian Puspita, ke kota untuk nyari tukang jahit yang udah bertahun-tahun ga ketemu (no no no.. bukan! bukan kayak gini!). Dian yang udah kebelet mau ngecilin rok tamborinnya dengan semangat nyari tukang jahit yang kerjanya cepat dan bisa ditunggu. Alhasil kita menyusuri lorong dimana di sana berjejer para tailors yang sibuk dengan jahitannya masing-masing. Sementara Dian ngongong-ngomong soal ukuran rok yang dia ingini, mata gue mengedar, melihat para penjahit di lorong itu. Yang bikin gue heran adalah mayoritas dari penjahit-penjahit itu adalah manula, yaa seumuran Mbah gue deh (namanya juga manula), ada yang pria, ada yang wanita. Mereka begitu serius dengan pekerjaan di tangan mereka, matanya terpusat pada pekerjaannya, kaki mereka bergoyang menjalankan mesin jahit, jemarinya lincah bermain dengan kain, benang, dan mesin jahit pastinya. Gue sempat mengheningkan cipta sejenak, ehh maksud gue hening biasa, diem, ngeliatin para Mbah itu bekerja sambil sesekali ngobrol dengan rekan kerja sesama tukang jahit di sebelahnya. Dulu terbayang dipikiran gue adalah seorang manula, yang sudah tua renta, yang tak sekuat dulu, yang juga sudah melewati pahit manis hidup, juga sudah bekerja keras saat muda, ketika sudah tua adalah waktunya untuk menikmati hidup, menikmati hari tua dengan cucu-cucu dan bahagia, tetapi sekarang kenyataannya adalah apa yang ada tepat di depan mata gue. Mereka yang tua, yang sudah meencicipi pahit manisnya hidup, bekerja ketika muda, dan sampai saat ini di masa tuanya mereka masih tetap bekerja. Mungkin yang gue dapati sekarang ini memiliki latar belakang yang berbeda dengan kakek-nenek yang di masa tuanya dapat menikmati waktu dengan anak-cucu, mungkin mereka ada dalam kondisi ekonomi yang kurang baik sehingga sampe usia tuanya masih tetap bekerja, ya gue engga mau sok tau juga sih latar belakang mereka apa, hehe tapi yang pasti, pasti ada latar belakangnya sehingga mereka masih harus bekerja. Gue kagum aja sama mereka, standing applause deh buat mereka yang tua tapi masih berjiwa muda karena tak kenal lelah masih terus bekerja. Sedangkan, sudah menjadi rahasia umum banyak anak muda yang malas-malasan study, cari kerja, buang-buang duit ortu aja, yang engga sebanding jiwa mudanya dengan mereka, para penjahit ini. Termasuk gue juga kadang masih terlalu malas melawan rasa malas, jadi maunya enak-enakan aja (ckckckckc, tidak untuk ditiru, Sob!), pokonya salut buat Mbah-Mbah penjahit, teruslah berjiwa muda, singsingkanlah lengan bajumu, selesaikanlah jaitanmu.. (Lho? bukan, bukan! maksudnya tetap semangat! biar malu anak muda. hehe pish "v)

Orang tua lain yang gue saluti jiwa mudanya adalah seorang Mbah pemilik rumah yang gue tempati acara training dengan temen-temen pelayanan. Gue engga tau nama Mbahnya siapa, belum sempet kenalan, hehe. Rumah si Mbahnya ini di Gua Maria, Tuntang, di bawah kayak bukit gitu jadi kalau mau ke rumah Mbahnya mesti turun tangga yang curam dan terjal. Nah, minggu pagi itu, gue lagi asyik-asyiknya tamasya ehh poto-poto ding, dan gue ngeliat si Mbah keluar, bilangnya mau ke gereja. Setelah itu, gue melanjutkan lagi poto-potonya tapi engga lama terhnti ketika gue melihat si Mbah dengan gagahnya menaiki tiap anak tangga untuk mencapai bukit di atas. Gila! gue kira gerejanya si mbah dimanaaa gitu lewat jalan lain bukan naik tangga, eh tapi ternyata. Tangganya kalau bisa gue deskripsikan itu kayak tangga kalau mau ke Candi Borobudur, kan ada tuh naik tangga tinggi, tapi tangga di sini lebih curam lagi dan hebatnya si Mbah santai aja naik tangga sambil pegangan di pegangan samping tangga. Dibanding gue, tiap lift FBS mati, serentetan kata-kata keluh kesah mengalir indah sambil gue tepaksa naik tangga ke lantai 5.. hhufff.. lagi-lagi anak muda yang satu ini (gue T.T) dikalahkan sama seorang Mbah (ffiiiiuuhh....) Back to Mbah, ya mungkin si Mbah sudah terbiasa dengan menaiki tangga terjal dan curam itu sehingga engga perlu buang-buang tenaga untuk ngeluh capek, tapi tetep four thumbs up (sama jempol kaki. liat kaki gue tung-tuing)buat si Mbah yang berjiwa muda! :D
Gue ada foto si Mbah pas dia lagi naik tangga mau ke gereja, saking kagumnya, gue lebih milih moto dia daripada moto temen gue. Berhubung motonya pake kamera orang, jadi blum bisa gue attach di sini, tapi someday I will :D

Friday, April 15, 2011

"WAH!"

Satu kata untuk hari ini, "WAH!"
WAH, tugas-tugas akhir gue udah kelar semua!
WAH, akhirnya kuliah semester ini selesaiiiiiiiii juga!
WAH wah wah, kamu maunya apa sih? Kok nyebelin!
WAH, Thanks GOD for reminding me! Kirain Bapak itu baca apa, ternyata baca renungan harian Truth!
WAH, Tim sepakbolanya FBS kalah, kurang beruntung!
WAH, wasitnya piye toh, klemer-klemer!
WAH, rese! kuenya udah jamuran!
WAH, nasi gorengnya tutup!
WAH, cah sawinya ternyata lebih mak nyus dari nasi goreng!

Celotehan gue malam ini emang rada engga jelas sih gue akuin, tapi ya entah kenapa gue ingin mengurutkan kejadian-kejadian yang udah gue alami hari ini dan menghubungkannya dengan kata WAH. So, mau itu hal yang nyenengin dan nyebelin tetap bisa dikaitkan dengan kata WAH dan itu artinya dalam hal yang nyebelin banget sekalipun pasti ada hal yang bisa kita syukuri. Dimulai dari pagi-pagi udah ngampus untuk ngerjain tugas akhir Psycholang sama Dian Prat and Ceuceu marice hey hey. Hal yang gue syukuri saat ngerjain tugas bareng ini adalah gue nemu temen sehobi yang doyan nonton Anime alhasil sepanjang perjalanan mengerjakan tugas, gue dan ceuceu nyanyi lagu-lagunya kartun Jepang jaman baheula kayak Fruit Basket, Cardcaptor Sakura, Ghost at School, Hunter X Hunter, dll. Terdengar anak kecil banget ya, tapi ga papa yang penting happy, yang engga happy itu Dian yang secara engga sengaja kita biarkan mikir sendiri (So sorry, Dian). Puji Tuhan, selesai sudah tugas tersebut!

Hal lain yang bener-bener membuat gue tercengang, tertegur, dan tertegun adalah ketika gue berjalan pulang dari SMA3. Saat itu siang hari bolong, sekitar jam 12, gue jalan sendiri mau balik ke kampus ngelewatin jalan sepi yang emang biasanya gue lewatin. Lagi sibuk-sibuknya ngelamun engga tau kenapa mata gue tertarik ngeliat seorang Bapak tua dengan pakaian sangat sederhana dan tas kecil berdiri di dalam sebuah pos satpam yang udah engga dipake. Gue heran dan bertanya-tanya dalam hati (tsah elahhh bahasanyaaa. Lanjut!) "Tuh Bapak-bapak ngapain tuh di pos satpam? Baca apaan tuh? Jangan-jangan baca buku bokep lagi sampe mojok sendirian di tempat sepi!" pikir gue senegatif-negatifnya dan detik itu juga gue pun langsung berniat mempercepat langkah kaki gue. Tapi, setelah gue berjalan makin dekat ke Bapak itu, gue lihat dari samping apa yang sedang Bapak itu baca, ternyata Truth. Truth itu judul buku renungan harian yang biasanya dipakai untuk saat teduh. Mati! gue langsung terenyuh dan minta maaf sama Tuhan udah mikir yang engga-engga. Gue lihat Bapak itu begitu serius membaca halaman yang sedang dia buka tanpa memedulikan orang lewat di sekitarnya, dia baca di tempat sepi dengan wajah seperti orang haus. Seiring gue berjalan menjauh dari Bapak itu (yang masih terus membaca), gue merasa ada sesuatu yang menyentil hati gue detik itu juga, mungkin kejadian barusan merupakan kejadian biasa buat orang lain, tapi itu seperti ada pesan tersendiri buat gue. Gue langsung mikir "Waduh, maksud Tuhan apa ya? Kok tumben-tumbenan gue liat hal kayak gini." Dan gue rasa mungkin Tuhan mencoba mengingatkan gue untuk lebih sungguh-sungguh lagi kalo sate (saat teduh) karena minggu-minggu ini gue merasa engga begitu dapet apa-apa dari sate gue. Well, God, thanks, You works! :)
Sampai di kampus, gue pun berniat beli buku sate, ehh gue tunda karena buru-buru mau bikin tugas lagi dan niat beli sorenya, tapi ujung-ujungnya gue lupa sama sekali (hufffff, lupaku lupaku ku selalu lupa :()

Sorenya, gue masih di kampus dan gue ingin sekali naik jet coaster! (lho, apa hubungannya? ada!) Karena sore itu adalah akhir dari penderitaan gue di semester ini, tugas semua rebes bessss besss bessssss! and come to mama, holiday :D Buat merayakan kemerdekaan gue semester ini, gue, Dian Puspita (perlu sebut nama panjang karena ada banyak nama Dian. hehe), Grace, dan kakaknya Grace yang baru dateng dari Bandung, bareng-bareng nonton bola dari kafe Rindang Atas. Yang main emang dari fakultas gue, FBS, versus FSM. Konyolnya adalah ketika gue dan Dian Puspita dengan kurang kerjaannya berdialog sembari nunggu pertandingan mulai.

Gue: Yan, itu dari fakultas mana tuh yang pake baju kuning-kuning? (nunjuk tim lawan yang seragamnya warna kuning)nb: kita emang belum tau lawannya fbs dari fakultas mana. hehe
Dian: Ga tau. Dari mana ya?
Rayi: Ih, Yan, apa sih tuh kuning-kuning mana di becekan lagi, kayak apa ya? (sambil cengengesan)
Dian: Iya iiii kayak ta*piiiiippp* (sambil sok sok jijik)

Sedetik kemudian gue lihat dua orang cewek yang lagi duduk di bawah ngelirik kita dengan muka sinis sadis mistis, gue santai-santai aja karena merasa engga ada yang salah. Kemudian, gue nengoklah ke sebelah, ada banyak cowok-cowok yang mau nonton bola juga dan salah satu dari mereka gue kenal, dia anak FSM. Selang beberapa menit kemudian, gue mendengar teriakan supporter "FSM PASTI MENANG!" GLEK! gue nelen ludah dan menyimpulkan kalau tim yang pake baju kuning itu dari fakultas FSM, cewek yang ngeliatin gue dan Dian dengan muka kayak mau nyincang daging itu kemungkinan anak FSM juga, dan segerombolan cowok di sebelah gue juga semuanya anak FSM. Tapi, untungnya mereka ga mikirin amat dialog kurang kerjaan gue sama Dian tadi, kalau tidak bisa-bisa kita diamuk massa FSM (hihihi pish"v). Fffffiiuuuuuhhhh.... pada akhirnya kami (gue, Dian, Grace, kakaknya Grace, dan segerombolan cowok FSM) malah nonton bola bersama dengan teriakan kontradiktori kayak gini pas bola bergulir ke arah gawang FBS, gue dan Dian menjerit, "AWAS AWAS, HUSH HUSH!!!", mereka teriak, "AYOO AYOO!!!" mendengar teriakan mereka yang lebih menggelegar dibanding jeritan gue dan Dian yang kayak lagi ngerumpi, gue dan Dian memilih untuk mengecilkan volume jeritan dan lama-lama malah engga menjerit sama sekali karena kebanting dengan teriakan mereka, lagijuga ngeri kalau-kalau tiba-tiba mereka inget apa yang gue dan Dian dialogkan di awal pertandingan tadi.

Well, segini aja dulu celotehan gue hari ini. Rasanya cukup lega bisa sharing apa yang gue alami di sini walaupun engga jelas tapi berharap ada hal bermanfaat yang bisa diambil. Amin :D

Tuesday, April 12, 2011

Google Vs Facebook

Kekesalan gue malam ini ketika mau (baru mau) ngerjain tugas berujung pada tulisan ungkapan emosi dalam blog ini habis kemana lagi aku harus mengaduh (aduh duh..) di tengah malam bolong gini, jadi saya memilih mengamuk di sini!!!
Sebel banget! ada kira-kira 4 atau 5 tugas yang deadline-nya deketan, Kamis dan Jumat, niat sebagai mahasiswa baik gue mau nyicil tuh tugas dari sekarang, ya emang sih niat baik gue itu sedikit terkontaminasi dengan hal-hal lain yang lebih menarik hehehe, lah elah dalah si modem malah lemot, ditambah Embah Google loadingggggg muluuuuuuu...., sambil nunggu si Embah Google muter-muter (putaran loading itu loh), gue Fb.an aja sambil buka-buka blog. Bermenit-menit masih loading aja tuh si Embah, sementara fb lancaaaaaaarrrr. Heran! Kenapa bisa gitu ya? Diajak pinter ngerjain tugas kok ga mau????? Kenapa tidak mendukung saya!!! atau karena gue juga lebih sibuk sama facebook kali ya jadi si Mbah ngambek??? Hmmh haahhhh ngarang!
Eng ing eng, tugas gue yang niat dikerjain dari jam 8 malam sampe jam 12 malam kagak ada yang kelarrrrrrrrr (mamaaaaaaa huaaa huaaaaa srooooooooootttthhhh Y.Y)
Emang bener kayaknya kata orang kalo lagi ngerjain tugas itu jangan sambil fb.an, jadinya ga kelar-kelar tu tugas tersayong, tapi salahnya Mbah Google and modem juga lemot kannn jadi bikin berpindah hati ke facebook deh (waduu, kok jadi nyalah-nyalahin ya. hho)
Ya sudah lah semoga tugas-tugas saya tercinta sedunia persilatan ini bisa terselesaikan secepatnyaaaa...
btw, kayaknya ini juga dampak efek homesick, mau cepet pulang dan liburan deh jadi tugas-tugas akhr dikerjakan ALAKADARNYA !! hahaha :D

Monday, April 11, 2011

Celoteh Malam

hati ini serasa tidak berdamai dengan diri
apakah karena terlalu memaksakan keinginan
dan kurang bersabar dengan waktu?
ataukah tanpa sadar sudah menjadi berhala karena terlalu menggebu?
atau memang bukan ini yang Dia inginkan untuk kulakukan?

terkadang aku merasa dalam banyak persimpangan
terlalu banyak pilihan dan perkiraan
hingga kuarasa itu membuyarkan tujuan yang sebenarnya
mencari dan mengenali kehendaknya
hingga pada akhirnya ku pun hanya diam takut memilih

Ya Sang Kreator alam, bodohkah aku? tulikah aku? tidak pekahkah aku?
kenapa berulang kali aku salah?
kenapa berkali-kali aku gelisah?
kenapa sering kali raga ini payah tak mampu melawan diri
apa karena terlalu bingung hingga tak mendengar suaraMu?

ada suara berkata sabarlah, tunggu sebentar lagi...
selesaikan dulu yang ini, dahulukan dulu yang itu...
ada suara berontak aku ingin ini! aku ingin itu!
aku bosan! aku ingin dan ingin...
saat kusadari aku mencoba tidak taat
memberontak, mengelak
apakah ini salah?
maaf...

kutelungkupkan kepalaku dalam lipatan tangan
tingkah ini mebuatku tak berani memandang
tapi kurasa tanganMu menyentuh... lembut...
Kau masih tegur, aku bersyukur...
Kutersungkur...

The Beauty of University Student

Udah lama banget gue engga ngeblog karena harus menyabarkan diri dengan mengutamakan kiloan tugas kuliah yang ngantri minta dijamah dan diselesaikan. Setelah beberapa tugas akhir itu terselesaikan dan akhirnya punya waktu untuk nulis dengan begitu santai di kost sendiri sambil dengerin Winamp, gue coba-coba untuk nyeloteh lagi di blog alakadarnya ini.
Sebenernya gue bingung mau nulis apa malam ini, tapi kayaknya asyik kalo nulis tentang polah tingkah mahasiswa yang nyata gue alami sendiri dengan temen-temen gue sejurusan.
So, gue menamai postingan kali ini 'The Beauty of University Student'. Kenapa? karena gue inget banget waktu SMA menjelang UAN, gue udah membayangkan betapa asyiknya menjadi mahasiswa tanpa seragam, sepatuh hitam kaos kaki putih, dan bertas punggung, ya sama seperti banyangan anak-anak SMA pada umumnya lah kalau mereka akan lebih bebas berekspresi ketika sudah memijakkan kai di dunia mahasiswa dan say good bye SMA. Saat itu yang terbayangkan hanya alangkah indahnya seorang mahasiswa sehingga hal itupun yang memacu gue untuk cepet-cepet lulus SMA selain karena gue udah empet di kelas IPA, IPA gadungan tepatnya.
Begitu lulus dan diterima menjadi mahasiswi Universitas Kristn Satya Wacana (UKSW), gue udah mumet sendiri mendengar penjelasan bokap tentang sistem perkuliahan dan kosakata baru kayak 'SKS' dan kawan-kawannya. Seiring berjalannya waktupun ternyata dunia mahasiswa tak secantik bayangan gue. Dimulai dari nyasar nyariin kelas sendiri karena kelas-kelas setiap makul selalu berbeda dan jaraknya bisa dari ujung ke ujung, sempet juga gue shock karena tugas datang beruntun tak kenal ampun pada mahasiswa yang masih lemah tak berdaya ini, gak enaknya lagi terkadang banyak ketidakadilan di dunia baru gue ini dan gue lebih menyoroti soal ketidakadilan nilai tapi ga akan gue bahas lebih lanjut karena begitu menyakitkan hati (hiks T.T).
Well, jadi dimana beauty-beauty-nya jadi mahasiswa??? the beauty of university student versi gue adalah ketika mahasiswa sedang ada dalam kondisi-kondisi tidak mengenakan seperti beberapa yang gue sebutkan di atas, hal itu tuh bisa memacu mahasiswa untuk bisa lebih berekspresi untuk tetap survive di kondisi yang engga enak itu. 'Survive' inilah yang gue maksud 'beauty'-nya mahasiswa karena dengan didesak keadaan yang stressing itu setiap mahasiswa punya caranya sendiri untuk bertahan seperti yang gue dan teman-teman gue lakukan di semester-semestar awal kuliah.
Kayak gini 'survive' versi gue dkk:

cara 'survive' yang gue dkk gunakan adalah 'Narsis-narsisan wherever and whenever'. Gue kenalin ya siapa aja personil narsis-narsisan kali ini, yang di sayap kiri namanya Zilpa, sebelahnya Zilpa, Finna, sebelahnya Finna itu gue, dan di sayap kanan itu ada Damay. Nah, yang paling ayu sendiri di atas itu Nuel. Lokasi tempat pemotretan (tsah elah, padahal cuma modal pake webcam) kita ini Bukit Salib namanya, salah satu area di UKSW.

Ini gue suguhkan beberapa bukti mahasiswa tetap hepi dalam keadaan tertekan lainnya:

lagiiii....


dan lagiiiiii.... :D



Well, emang sih pose kita ga gokil-gokil amat berhubung di Bukit Salib banyak orang jadi masih mikirin malu dan letak Bukit Salibnya yang kayak bukit kecil tinggi gitu, ngerinya sibuk berpose tau-tau udah melayang aja ke bawah kan ga seru, hehehe
Anyway, kegiatan yang sederhana manjur loh untuk ngilangin stres, bosen, dan empet kuliah dan salah satu cara 'survive' yang menggiurkan karena tanpa biaya sepeserpun dan ramah lingkungan (hubungannya apa ya?--a)
Ya, bagi kalian yang berminat, monggo dicoba :D

Sunday, April 10, 2011

Kekonyolan Para Blogger Muda. Part I

Hm.. gimana ya mulainya? hmm... entah ada angin apa di kampus gue tuh lagi marak-maraknya bikin blog padahl blog kan mainan udah lama, jaman-jamannya Friendster, tapi baru-baru ini booming lagi.
Kalo dari diri gue sendiri sih dari dulu emang udah ngebet banget bikin blog, semenjak liat kisah kesuksesannya Raditya Dika yang berawal dari tulisan di blog, terus bikin novel, terus novelnya jadi pilem, terus terussss kanan kanan opp ooooopppp yah nabrak kan? (Lho? malah jadi tukang parkir), nah gue akhirnya termotivasi untuk ikutan bikin blog, tapi berhubungan saat SMA itu gue masih berasa gadis polos lugu yang mainan Friendster aja belom lancar, gue mengurungkan niat bikin blog sampe masuk kuliah dan sekarang (tarraaaaaaaa....!! blog gue jadi seadanya :D). itu sekilas kisah salah satu blogger muda, yaitu gue. haha.

Kisah konyol Blogger muda ehmm pemula tepatnya, lainnya adalah Zilpa dengan nama blog Zilpasaraswati.blogspot.com (yang mau follow, monggo, tapi jangan ketawa loh liat blognya ntar dia tersungging hoho). dimulai dari apakah itu Zilpa? (dia manusia kok) dan siapakah itu Zilpa) ya, dia teman sefakultas gue yang baru banget belajar jadi blogger. Sebagai seorang pemula, rasa ingin tahunya sedang besar-besarnya, dan pertanyaan-pertanyaannya cukup membuat orang yang mau jawab engga jadi jawab. kayak gini salah satu pertanyaan yang dilontarkan saudari Zilpa.

Zilpa: Ray, Ray, aku udah ada blog loh! (nyengir-nyengir bangga sambil ngangkat-ngangkat leptopnya)
gue: Ciee.. follow aku, Zil.
Zilpa: Ehh, di blog bisa update status kayak di fesbuk ga sih? (Ga ngerespon omongan gue barusan)
gue dan tika: Hahahahhahahahhaaahaha.... (ketawa bangga karena merasa lebih selangkah lebih maju kepintarannya)

kekonyolan lainnya adalah ketika gue, Zilpa, dan Tika ngendon bareng di kost-nya Zilpa yang niatnya ngerjain tugas bareng malah beralih ngerjain blog bareng. Tika yang blognya sudah jauh lebih maju dari gue dan Zilpa mamerin layar leptopnya ke kita.
Tika: Ehhhh liat liat, bagus kannnn??? (mamerin template blognya yang ucul.)
Gue: Tika, mauuu editiiiiinnnnnn...
Zilpa: Ah, Tika bikinin punyaku duluuuuu...
Gue: Ah, aku dulu tik...
Zilpa: Ihh, aku dulu, Ray! apaan sih kamu!
Gue: Ah, engga mau, aku dulu, Tik!
Sementara Tika langsung bertampang Ibu Kos yang mau cari-cari kesempatan dalam kesempitan.
Tika: Hayo hayo, suit.. Mas Burhan ya nanti sore! (Nb: Mas Burhan: Tukang nasi goreng
Gue dan Zilpa: Ihhhhh engga mau engga mau!!!!

Akhirnya gue dan Zilpa suit dengan beberapa kecurangan diawal-awal dan teriakan-teriakan engga terima dicurangin. finally, Zilpa menang dan dieditin blognya, gue mutung (bete), mojok di pojokan sambil baca handout Advanced Grammar.

Begitulah akhir kekonyolan para blogger amatiran hari ini. Part I

Wednesday, April 6, 2011

I'm human

by Rayi W Karyadi on Saturday, April 2, 2011 at 12:10pm

I need an escape
get out from this such a box
I need to breath
throw away all things that pressure my mind
I need to laugh
not to always pay attention to a dot
cause I'm human
who need to breath nd laugh
I'm human
so I can feel hard
I'm human
so I can feel hurt
I'm human
so I can feel hate
I'm human
so I can feel enough
I'm human
so I can't be patient anymore
yes , I'm human
yes , I need to laugh and breath
yes , I need an escape
though I see people have a bigger burden than me .

Trims nd maaf

by Rayi W Karyadi on Saturday, April 2, 2011 at 10:25pm

Terimakasih
untuk nafas hidupku
untuk pagi hari yg baru
untuk udara yg kuhirup
untuk panjang kasih setiaMU
untuk besar kebaikanMU
untuk tiap teguran
untuk kejatuhan2ku
untuk kegagalan2ku
untuk kesalahan dan kekalahanku
untuk kesempatan tetap brsyukur dan bertumbuh
untuk stiap ukiran senyum
untuk gelak cnda tawa
untuk air mata
untuk dukacita
untuk org2 dgn karakter2 yg berbeda

maaf
untuk mulut yg brsungut2
untuk keluh kesah
untuk rasa tdk sabar dan khawatir
untuk pikiran negatif
untuk ucapan kasar
untuk perasaan yg memendam amarah
untuk emosi yg meninggi
untuk amarah yg tersirat dan terungkap

sekalipun bnyaknya dosaku , Engkau Allah Bapa tetap mengasihiki, menuntunku dan membentukku
sungguh ajaib Engkau Tuhan
kusembah kumuliakan Engkau Yesus
ini fakta bukan rekayasa
Engkau Allah ada dan bekerja .

Big City

Busy busy busy busy busy busy busy busy
No stop!
Keep walking - _ - _ - _
Even running --------------------
Less greeting
Hi!
Up to night’s coming
And sun’s rising
Hi!
Less greeting
Even running --------------------
Keep walking - _ - _ - _
No stop!
Busy busy busy busy busy busy busy busy

Postingan Raditya Dika

Terkadang gue membutuhkan hal lain selain kata ”semangaaaattt!!!” untuk menyemangati diri sendiri yang udah suntuk, bosen, empeetthh, and eneg sama rutinitas dan tugas2 kuliah. Alternatif baru yang bisa bikin gue semangat lagi tuh baca blog-nya Raditya Dika. Entah kenapa gue berasa lagi di Gramedia, nongkrong sambil baca buku yang sampul plastiknya udah kebuka, terus baca berjam-jam deh kalo bisa sampe bukunya abis, sama halnya pas lagi baca postingannya Bang Dikung. Jadi, intinya gue berasa lagi baca novel gratis soalnya ampe ketawa-ketawa ga jelas sendiri, sendiri, di depan komputer ketawa sendiri, sendiriiii!! Well, oke efek stress maklum. Ya jadi dikala gue empeth sama kegiatan-kegiatan gue, postingan Raditya Dika lah pahlawannya (prok prok prok penulis yang udah jadi artis beken ini bisa jadi pahlawan juga loh.. ihhh weeew! :3). Oleh karena itu, saya haturkan kata terimakasih kepada Raditya Dika, ehm.. postingannya Raditya Dika, yang udah menyelamatkan hidup saya dari lubang hitam hidup ini, lubang hitam dari rasa bosan, eneg, dan empet (halaaahhh). Nah, setelah gue bersemangat kembali habis baca blognya Bang Dikung, gue jadi bergairah lagi untuk menulis dan mencari ide buat ngerjain tugas walopun pada kenyataannya tugas gue tetep aja ga kelar-kelar, tapi at least gue bisa tertawa terbahak-bahak dengan berbagai pose ketawa, ada pose ketawa 3 jari (kayak gini haaaa :D), pose nyengir kuda (kayak gini ngiiiikkk ngiiikkk hiiii), pose orang abis minum baygon dengan lidah melet-melet (kayak gini bleeehh bleeeh bleehh, liur muncrat-muncrat :P), dan pose-pose tertawa yang lainnya, setelah berjam-jam gue dengan muka datar mikir ngerjain tugas-tugas iniiiiii (terharu. Nangis bombai). Terimakasihlah, Bang pokoknya! Tunggu saya nyusul jadi kayak abang, bukan gilanya tapi suksesnya :D

Friday, April 1, 2011

CCF's Fam

by Rayi W Karyadi on Wednesday, June 30, 2010 at 8:23pm
 
We are the big family in CCF
We love JESUS
We love CCF
We love one another
We love enemies


SYALOOOOMMM.. ntu tuh kata-kata nyang always nyantol diujung" undangan (Baca: Undangan RohKris, bukan undangan kawinan :D).
CCF oohhh... CCF. sekedar buat ngingetin ajje, khususnya buat manusia" yang jarang keliatan ujung idungnya pas PJ. CCF ntu bukan merek ayam goreng pake tepung, tapi CCF adalaaaaaaahhhhhh (jengjengjeng) Christian Community of Five (hoooouuurreee!! yeee!!! yeaahh!! swiitt".. prikitiw).

Berdasarkan penelitian Prof. Dr. X. MM. Mba. M ber, CCF ntuh seru hebring boo! berisi 99,99% manusia" gokiel, sisanya yaaa manusia biasa ajah :p. qta tengok saja FIRNA, buketu qtah yang kagak bisa marah, apalagi ngamuk sambil ngelempar-lempar kursi. padahal tuh yang namanya, kita kasih inisial NANDO, si Batak tulen hobi banget bekoar-koar seenak udel kalo lagi Eva, tapi paling manteeebbb dagg kalo nyanyi Batak song (jaahhh ceban ndo!). tiap Eva si ANAS nyang doyan nyusrup susunya Tante (Berapa susu yang Anda minum hari ini?) mesti mencomot atu manusia buat jadi WL minggu depan. Si RAYI gedek-gedek kepala waktu ditunjuk, alesannya sih mending nyoret-nyoret kertas lagu ajee. akhirnya si YANTI yang kebagian jadi WL, oiya kalo soal duit tanya sama dia pakarnya. YESSY (cipit) lebih milih mingkem ketimbang ikutan nyerocos pas Eva, alhasil malah ketiban sial coz si ERWIN nyenggol-nyenggol tangannya, niatnya sih pengen godain, tabiat jeleknya lagi die goyan banget makan, tapi nyang jadi masalahnya ntu tuh makanan orangg. beda banget sama CISCUS alias Pransiskus (Cadel F :P) yang kalo doa tuh paling 3S (Sahaja, sejagat, en selooooowww), mottonya aje alon-alon seng penting klakon, ya engga cuz?! Ngomong-ngomong soal susujadi inget sesosok cowok yang setia jadi member nebengers ninja ijo, sebut saja dia mawar... ehh, MUENK bin Samuel yang sering maen sama ADRIAN, BOBBY, en INDAH sang anak osis tulen yang punya nama pangkeh Bende. nah kalo jalan teruuuuusssss luruussss jangan ampe mentog, ketemu dah tuh kelasnya si BAYU, KOBAM, ANDRE, en MELTRI yang doyan nempongin bola poli. ada juga neh nyang paling tenar nar nar nar para jebolan pskd yang kami hargai goceng (piss"v), ada ELVAN, YOSUA, SIHOL, and HANNY nyang kelasnya tetanggaan sama RAYMAND. si ANAS (putih) gak pernah protes kalo kelas tercintanyah jadi tempat PJ nyang sering didatengin MONIC, ENGGAR, en ECHY. kali sii WENDY nyang temenan sama WILNA, selaen doyan nyanyi kapan aja seenak jidatnye, die juga sejenis ama si mawar tadi, nebengers sejatei. idup nebeng! idup! do'i juga tetanggan kelasnya sama MARCIA. back to PJ, gak ada die ga rame, ga ada die ga asikk daahh, yainyalaahh masa yainyaduunn secara die gitaris sesepuhnya CCF getoohh, yaaa kita sambit diiaaaa DOLLY yang sekelas sama THERE, YESSY, en MITHA.

Gokiel" kan tuh??!! apalagi kalo mereka semua pada bejibun jadi atu pas PJ, dijamin konser LP lewaat ! bak KKR-an, semua makhluk di bumi di Sorga dengan segenap hati memuji BABEH qtah tercintah JESUS CHRIST nyang paling jempolaaannn (Tsaahhhh... ettdahhh bahasanyee :D). CCF ooohh... CCF, tempat ngumpulnya temen" seiman yang asiik" di SMANLIE. All are JEMPOLAN.

BABEH JC rindu banget ngeliat semua warga CCF kumpul jadi satu, duduk manis dengerin firmanNYA 'n bersorak-sorai memuji namaNYA. DIA pasti suuueeeeennnenggggg bangeeeeeettttttttt.


MAU?

Kau :)

by Rayi W Karyadi on Monday, August 16, 2010 at 12:04am
 
saat tak ada yg mengerti..
saat tak ada yg peduli..
saat tak ada yg mencari..
saat hidup ini terasa sangat amat sepi..

Kau ada ..

saat hati ini marah ..
saat raga ini lelah ..
saat diri ini trus brtnya knapa ..
saat smua'a trlihat payah ..

Kau ada ..

saat ku bngkit lalu ku jatuh ..
saat smangat ku membara brubah keruh ..
saat rasa percaya itu luruh ..

Kau ada ..

Tak sdikit pun Kau branjak ..
Tak sdikit pun Kau brtindak ..
Kau ada
Kau rangkul
Kau hibur
Kau angkat
Kau kuatkan
Kau layakan aku mnrima kasihMU
PertolonganMU nyata sungguh tak ku brdusta ..
Kau yg slalu ada
ya Kaulah Allahku Yesus ..
kuserahkan hdupku padaMU ..
Terima kasih Tuhan :)

1 (SATU)

by Rayi W Karyadi on Friday, March 11, 2011 at 8:00pm
 
selamat ya untuk usahanya . .
selamat ya untuk lelah letihnya . .
selamat ya untuk perjuangannya . .
selamat ya untuk sorak sorainya . .
selamat ya untuk tiap tetes peluhnya . .
selamat ya untuk tiap tetes air matanya . .
selamat ya untuk semangatnya . .
selamat ya untuk 1 teriakannya . .
selamat ya untuk kekalahannya . .
selamat ya untuk sandang juaranya . .
selamat ya untuk segala'a yg menjadi tali ikat kita. . yg berbeda
tapi mampu menjadi 1 . .

tak selancar ring road

by Rayi W Karyadi on Friday, February 4, 2011 at 12:23am
 
emosi menderu seirama deru mesin si roda dua
cemburu setaknyaman polisi tidur yg terlewati
hal yg mgkn sama brusha dcegah secepat menghindar dr si kucing tua
namun tak selancar ring road kumelewati'a
tak selancar ring road kumenjalani'a
tak selancar ring road kumengatasi'a
memang tak pernah ada yg selancar ring road
utk mencpai ksmpurnaan prbaikan diri

to:7111

petang itu belum sampai malam
angin menderu dalam kelam
dinginnya menusuk bulu roma
diamku terus menikmatinya

angin irama musik hatiku
sendu sepi dingin
sama seperti hati ini membeku
terdesak keadaan yang sumpah tak ingin

terbentukku menjadi kaku
persetan kau hai batu
daging sampai tulangku kelu
aku ini pun tak terlalu begitu
sungguh!

berontakku terbentur diri
tak terima cara kalian menerima
letihku lelah paksakan diri
terserah aku tak peduli

mutiara dalam kerangpun
tak peduli betapa dia begitu berarti

by Rayi W Karyadi on Saturday, January 8, 2011 at 9:55pm

Waspada Gudang Celotehan Bajakan!

Belakangan ini gue iseng buka blog gue setelah sekian lama gak terjamah. Gue iseng aja ketik keyword "Gudang Celotehan" di Googl...