Go Out from The Box

Setiap orang pasti pernah merasakan perasaan yang satu ini, bosan. Bahkan burung di sangkar pun mungkin juga merasakannya seandainya mereka punya perasaan dan bisa bicara. Tidak bisa dipungkuri kalau bosan selalu ada di sekitar hidup kita. Anak sekolahan yang bosan memakai seragam, mahasiswa yang bosan dengan rutinitas kuliah dan tugas-tugas yang datang tak kenal ampun, karyawan yang bosan bekerja dengan berkas-berkas pekerjaannya, bos yang bosan mengenakan jas, dan ibu rumah tangga yang bosan memasak dan mengurus rumah agar tetap kelihatan nyaman ditempati. Hampir di dalam setiap kegiatan yang kita lakukan lebih-lebih yang bersifat rutinitas, pasti ada saat-saat kita berada dalam titik jemu, titik bosan dan rasanya ingin refreshing detik itu juga atau lebih buruknya adalah seperti yang diperlihatkan di sebuah iklan, gue lupa iklan apa, pokoknya ada pegawai yang lagi fotokopi terus karena kesalnya dia memukul-mukul mesin fotokopi dan mengacak-acak benda-benda di sekitarnya. Mungkin kalau rasa bosan kita tidak segera diatasi bisa-bisa kita ngamuk seperti yang ada di iklan itu. Berikut adalah celotehan gue tentang apa yang barusan gue alami siang ini untuk menghilangkan suntuk atau bosan atau jenuh atau apalah itu namanya dari serentetan rutinitas gue.

Satu kalimat yang menjadi sumber inspirasi tulisan ini adalah "Go out from the box". Rutinitas kita ibarat sebuah box yang mengurung kita, mengekang kebebasan kita yang pada akhirnya menimbulkan jenuh. So, kita perlu keluar dari box itu. Maksudnya adalah kayak gini, kalau kegiatan rutin kita pergi ke kampus selalu dengan jalan kaki, sekarang ganti dengan naik sepeda. Kalau biasanya kita selalu melewati jalan A untuk ke suatu tempat, sekarang kita lewat jalan B walaupun lebih jauh dan harus memutar tapi bisa sampai ke tujuan yang sama, itung-itung olahraga dan ganti pemandangan. Itu yang gue maksud keluar dari box, box yang selama ini kita merasa nyaman di sana tapi perlahan bisa menjadi bumerang kala bosan mulai menyerang.

Hari ini gue mencoba melakukan hal di atas tersebut. Gue terbiasa bergantung sama orang lain seperti mau kemana minta temenin temen dengan alasan biar gue ga kayak bolang (bocah ilang), tapi terkadang kondisi memaksakan kita untuk mandiri dan memang kita ga bisa selamanya bergantung sama orang lain, begitu kata Ibu gue. Pagi itu gue harus ke terminal bis Tingkir yang jaraknya lumayan jauh dari kampus. Gue udah minta anterin temen gue, tapi dadakan dia harus nganterin temennya yang lain dengan kondisi yang lebih urgent. Pada akhirnya gue ke terminal sendiri. Nunggu kol, ngeliat pengamen tradisional yang pake kostum dan make up tebel sambil gue nunggu kol, naik kol, sampai di terminal, ambil tiket, DONE! Setelah selesai dengan tujuan pertama, gue lanjut ke tujuan kedua, ke kota. Hampir aja gue salah naik angkot gara-gara ada kenek angkot yang mukanya meyakinkan dan agak maksa, tapi untung gue ga terhasut (haha). Gue turun di pasar. Gue engga begitu hafal dengan lokasi ini jadi gue masih agak-agak kayak orang linglung saking ramenya tuh pasar (yaiyalaahhh kalo sepi beda nama dong). Tapi dengan sok pedenya, gue terus jalan aja sambil ngeinget-nginget ini di bagian mananya kota. Gue menikmati berjalan di tengah keramaian karena engga ada yang meratiin gue, semua sibuk dengan urusannya masing-masing, dan gue begitu menikmatinya karena hal ini juga jarang gue lakuin walopun ga enaknya harus ngehirup asap knalpot, debu, dan aneka polusi pasar yg lain (apa coba? :P). Pada akhirnya gue berhasil menemukan jalan keluar dari pasar dan menemukan kota yang menjadi tujuan gue. Selanjtnya gue melanjutkan destinasi-destinasi gue yang lain sambil menikmati jalan sendiri dimana itu adalah hal yang jarang gue lakuin dan di luar dari kotak gue yang biasanya kalau jalan rame-rame kayak mau ngeroyok orang, berheboh-heboh ria, tapi sekarang menikmati indahnya keluar dari kotak. Bisa kalian coba kalau mau, lumayan mengatasi rasa bosan, jenuh, dan suntuk (sama aja deh kayaknya).
Life is gonna be fun when u dare to go out from the box! Let's try it, folks! :D
di gambarnya anggap ja thinking-nya tu diganti going out.. hehe

Comments

Popular posts from this blog

Seragam SMA = Baju Jojon

Postingan Galau

Demam Itazura na Kiss, Mischievous Kiss: Love in Tokyo