Showing posts with label catatan syukur. Show all posts
Showing posts with label catatan syukur. Show all posts

Tuesday, June 30, 2015

Tiny Little Miracles

Kalau lo percaya, di hidup ini ada banyak sekali keajaiban kecil yang disediakan Tuhan, yang sedikit saja lo abaikan, dia menjadi hal biasa yang lo inget aja engga.

Gue, orang yang percaya dengan keajaiban-keajaiban kecil dalam keseharian. Yang gue maksud dengan keajaiban-keajaiban kecil dalam keseharian adalah segala sesuatu yang tidak disangka-sangka terjadi di dalam hidup dan membuat gue sontak amazed dengan semua yang sudah atau sedang terjadi itu. Ini bukan kebetulan, tetapi seperti ada sebuah rancangan lain di dalam rancangan yang gue buat sendiri sehari-hari. Did you get the point? Jadi, kayak ada "sesuatu" yang merencanakan "keajaiban-keajaiban" itu terjadi di waktu yang tepat.


Keajaiban-keajaiban kecil ini biasanya akan lebih terlihat atau terasa pada seseorang yang suka bikin agenda atau perencanaan, sebutlah an organized person. Jadi, ketika lo sudah membuat rencana atau agenda tentang apa yang akan lo kerjakan dalam sehari dengan sangat rapih, eh ternyata, ada hal yang tidak berjalan sesuai rencana lo, tapi pas lo pikir-pikir lagi ternyata hal yang tidak berjalan sesuai rencana lo itu justru like "a brilliant idea" dibanding apa yang udah direncanain sebelumnya. Something like a brilliant idea itu yang gue sebut "keajaiban kecil" dalam keseharian. Dan, gue percaya itu kerjaannya Tuhan, Pencipta semesta dan seisinya ini, yang sudah sangat baik, teliti, dan peduli sama lo, gue, kita semua. Hal-hal yang "missed" dari perencanaan, ditel-ditel yang lupa kita pikirkan, Tuhan tahu itu semua dan He is working on it, even in your best plan ever, you're never best in it anyway. But, God completes you. You must be amazed and thankful.

Jadi, beberapa keajaiban yang telah terjadi di hidup gue belakangan ini cukup lengket di memori dan memohon untuk ditulis. Tapi, gue pilih 2 kejadian aja yang paling terngiang-ngiang. Oh iya, karena gue menyebutnya keajaiban kecil, jadi ini memang kejadian kecil bahkan sepele, bukan suatu kejadian besar atau wow.

1. Keajaiban kecil pertama: Batik
Semalaman gue sudah merencanakan baju batik mana yang akan gue kenakan ke kantor di Jumat Batik esok hari. Ya, batik pemberian dari salah seorang teman kantor gue sendiri. Kenapa? Karena besok adalah Jumat Batik terakhir yang gue ikuti sebelum gue pindah bekerja. Gue belum pernah pakai batik dari dia sebelumnya dan ingin sekali pakai untuk besok. Alasan lainnya sederhana, gue berharap temen gue bisa lihat dan senang kalau gue pakai batik pemberiannya yang indah tersebut. Maka, gue pakailah batik itu esoknya. Aktifitas bekerja berjalan dari pagi hingga sore. Namun, sepanjang waktu bekerja tersebut, gue belum juga ketemu dengan temen gue itu, bahkan berpapasan aja belum, mungkin karena hari itu kesibukkan merajai kami. 


Gue sempat sedikit kecewa karena niat buat nunjukkin gue make batik dari dia engga kesampean, padahal ini Jumat Batik terakhir. Tapi, ya sudahlah, gue ikhlasin aja, yang penting niatnya udah baik, begitu pikir gue. Gue lalu bersiap pulang ke kost, tapi sebelumnya mampir ke ruangan teman dahulu untuk mengembalikan barang yang gue pinjem. Sesampainya di ruangan temen gue, orangnya malah engga ada. Lalu, berbelok arahlah gue untuk kembali ke ruangan. Di ujung koridor, tanpa disangka, temen gue yang ngasih batik ini sedang ngunci pintu ruangannya, bersiap pulang. Tersenyumlah gue dengan sumringah dan menghampirinya sambil memamerkan baju batik darinya. Dirinya balas tersenyum lebar sambil bilang "bagus!" Seraya menyusuri koridor bersama, gue ceritakanlah betapa hopeless-nya gue tadi karena gue pikir engga akan ketemu dirinya sama sekali hari ini dan gagal pamer batik, tapi ternyata engga. 

Hal-hal tak terduga di luar rancangan gue, yang nyaris seperti kebetulan, tapi gue sih percayanya Tuhan tahu dan peduli dengan niat gue (yang lumayan kekanak-kanakan) itu. Maka, terjadilah semesta mempertemukan gue dengan teman gue itu saat jam pulang bekerja. Cara bekerja Tuhan terhadap hal-hal kecil atau sepele yang bikin gue amazed itulah yang gue sebut "keajaiban kecil." Dan, keajaiban kecil selalu berakhir pada kebaikan bagi diri kita sendiri.


2. Keajaiban kecil kedua: Pesan Terkirim
Gue inget banget, gue pernah bersungut-sungut karena harus mengerjakan satu hal bersama dengan teman gue. Bukan temen gue yang ngeselin, tapi cara bekerja yang melibatkan orang lain untuk satu hal tersebutlah yang awalnya gue pikir menyebalkan dan ribet.

Jadi, gue harus mengirim email berisi PowerPoint hampir setiap minggu ke teman gue ini untuk membagikan apa yang gue sudah persiapkan. Begitu juga sebaliknya, dia kirim PPT ke gue. Berjalanlah terus seperti itu pola bekerja gue dan dia. Terkadang gue merasa pola bekerja seperti ini menghambat kelancaran dan kecepatan gue dalam bekerja. Tapi, tunggu dulu.


Ada satu hari dimana gue kehilangan semua data di flashdisk gue karena flashdisknya rusak. Semua data di dalamnya tidak terselamatkan. Gue dengan sangat jenius pun tidak pernah mem-backup semua data itu ke komputer kantor atau laptop gue yang udah uzur di kost. Padahal, gue memiliki tanggung jawab untuk membuat laporan dari setiap pertemuan yang harus segera dikumpulkan. Di sini gue merasa galau sebenar-benarnya arti galau.

Di saat galau dengan musibah rusaknya flashdisk, gue inget kalo gue bekerja barengan sama temen gue dimana gue selalu share PPT ke email dia. Berasa dapet duren mateng jatoh di ember, gue bisa menyelesaikan laporan berkat nge-scroll-down-in bagian Pesan Terkirim di email untuk menyimpan PPT-PPT lama. Ternyata, Pesan Terkirim ini sudah menjadi back-up beberapa data gue, bahkan data terpenting. Ngirim-ngirim email yang dulunya nyebelin itu sekarang jadi sangat membantu.

Dari kejadian ini, gue sangat bersyukur. Tuhan mampu membuat gue melihat yang tadinya "kenapa begini? kenapa begitu?" menjadi "UNTUNG begini, untung begitu." Lagi-lagi, gue dibuat terkagum dengan cara Tuhan campur tangan dalam hal-hal kecil dan sepele di hidup gue. Itulah "keajaiban kecil."


See? Those are examples of tiny little miracles that God made. Gue yakin, setiap orang pernah mengalami keajaiban-keajaiban kecil, baik disadari atau tidak disadari. Tuhan itu penuh kejutan dan manusia itu lemah sehebat apapun dia. Untung, Tuhan baik, makanya Ia turut terlibat di dalam setiap detik yang terjadi di hidup kita. Tapi, bukan berarti kita engga perlu lagi bikin perencanaan. Melainkan, teruslah membuat perencanaan dan bawa itu ke dalam doa. Inget, Tuhan itu baik, peduli, dan teliti.

Selamat menikmati dan bersyukur akan hal-hal kecil dan keajaiban-keajaiban kecil. Tuhan bersama kita. :)

Sunday, June 21, 2015

Don't Forget to Be Happy! (Meeting Up with Jenny and Meykke)

Apapun yang sedang terjadi di hidup lo, don't forget to be happy because you deserve to be happy. ;)

Salah satu hal yang membuat gue bahagia adalah bertemu dengan kawan-kawan lama. Lalu, bercerita tentang banyak hal dari mulai mengenang masa lalu bersama mereka sampai meng-update kabar terbaru di hidup masing-masing, seperti soal pekerjaan atau rencana ke depan.

Beberapa hari lalu, tepatnya Selasa, 16 Juni 2015, gue ketemuan dengan 2 kawan lama semasa perjuangan di bangku kuliah 2 tahun silam, Jenny dan Meykke. Kami dulu seangkatan di UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana). Di jurusan yang sama, kami pun sempet sekelas untuk beberapa mata kuliah. Pun, kami berjuang bersama menempuh medan yang bernama "skripsi" dan puji Tuhan lulus pun di tahun yang sama.

Gue percaya engga ada yang kebetulan, termasuk bagaimana akhirnya kami bertemu setelah 2 tahun lamanya tak bersua. Serunya lagi, kami bertemu di Jakarta, kota yang tak pernah kami duga menjadi titik pertemuan kami yang pertama, kota yang selalu sibuk dengan segala rutinitas penduduknya. Di antara kesibukan itu, kami akhirnya bertemu. Meski hanya beberapa jam karena Jenny harus segera menuju stasiun kereta untuk kembali ke Semarang, namun beberapa jam itu lebih dari cukup untuk mengobati rasa kangen dengan cerita dan foto-foto.


Saat itu Jenny sedang berlibur beberapa hari di Jakarta, Meykke pun sedang libur dari pekerjaannya di Cibubur, gue juga lagi libur di Depok. Waktu yang sangat pas untuk mengusahakan pertemuan bukan? Maka, Atrium Senen siang itu menjadi meeting point kami. Kami mencari lokasi yang tidak terlalu jauh dari Stasiun Senen.

Ada yang bilang "kalo di Jakarta itu masa muda kita bisa abis di jalan," gue mengartikannya dengan "lama di jalan." You know, Jakarta yang super padat, macet di sana-sini, jadi sepertinya sebagian penduduk Jakarta udah biasa menghabiskan waktu berjam-jam di jalan untuk menuju ke suatu tempat. Jadi, begitulah yang juga gue dan Meykke alami demi pertemuan yang langka ini. And, that was paid off by our fun gathering. ^^

Gue ditemani dengan adik yang saat itu juga mau beli buku tiba paling terakhir. Kami berempat langsung menuju Es Teller 77 untuk mengisi perut dan memulai saling bercerita banyak hal. Di sinilah kebahagiaan itu. Meng-update kabar dari temen-temen lama dengan sangat seru karena tentunya banyak tantangan sudah kami lewati dalam 2 tahun kami menempuh jalan masing-masing selepas kuliah. Betapa bersyukurnya! :)

Ngopi. Ini kegiatan yang paling gue senangi, apalagi kalau ditambah dengan teman-teman lama sepaket dengan cerita-ceritanya. Di perhentian kedua ini, kami pun saling bercerita dan mendengar. Dan, satu hal yang teramat wajib, orang-orang menyebutnya "groufie" atau "wefie," nama lain dari selfie rame-rame. None is taking a picture of something they want to forget. Therefore, we were so excited that we took lots of groufies, and we did want more gatherings like this with the other college friends.


Pukul 1 siang, temu kangen kami mau tak mau harus disudahi. Peluk hangat mengantar Jenny yang saat itu harus segera kembali ke kost mengambil barang-barangnya, lalu menuju stasiun Senen. Sedih hanya bisa berjumpa beberapa jam, tapi bersyukur karena masih bisa berjumpa di sela-sela rutinitas kami. See you in another time, Jenny. I miss you already. :'))

Meykke, gue, dan adik gue lalu menuju ke tempat lain, tujuan utama adik gue tepatnya, tapi berhubung gue dan Meykke juga suka baca jadi kami dengan bersemangat menuju ke Pasar Buku Senen di dekat Terminal Pasar Senen. Kami hanya perlu berjalan kaki sebentar dari Atrium Senen untuk ke sana.
Setibanya di sana, berjejer rapi kios-kios dengan tumpukan-tumpukan buku yang menjulang tinggi. Wah! Gue bertanya-tanya dalam hati, berapa banyak buku yang sudah para pedagang buku tersebut baca ya? Siapa duga, mereka bisa jadi berwawasan sangat luas. Tawar menawar pun terjadi dan kami berhasil memboyong beberapa buku yang tak sabar untuk dibaca. Selesai dengan belanja buku, gue harus berpisah dengan Meykke. It's been a good day with you, Meykke. See you next time. :')) *soundtrack: See You Again mengalun di dalam kepala.*

Gue sangat bersyukur hari itu bisa bertemu mereka, Jenny dan Meykke. Perjalanan yang kami saling ceritakan saat bertemu tadi pun menunjukkan betapa Tuhan sangat baik sudah memelihara kehidupan kami sampai saat ini. Sampai ketemu lagi ya. I'm looking forward to meet you guys again and the other college friends too. Keep in touch! Don't forget to be happy because you deserve to be happy. God bless us as always. :)

Saturday, August 31, 2013

sinyal dengan Allah masih kuat

catatan syukur #3

sering kali aku menemui hari yang "datar": tidak pergi kemana-mana, otomatis tidak bertemu dengan banyak orang. hari yang seperti ini terkadang membuat gelisah bagi jiwa yang rindu untuk berbagi kasihNya kepada lebih banyak lagi orang, seperti yang sudah diamanatkanNya kepada mereka/kita yang percaya. pernah kudengar seseorang berkata, "setiap pagi dalam doa mintalah dipertemukan pada orang yang dapat ditolong/diberitakan tentang Allah dan kasihNya." Lalu, bagaimana jika kita tidak keluar rumah dan tidak bertemu dengan banyak orang, yang kusebut dengan "hari datar"? anggaplah kalau mungkin Ia ingin aku lebih banyak membagikan kasihNya kepada orang-orang di rumah sebelum ke lebih banyak orang di luar rumah. mungkin dengan sekedar membantu cuci piring.

para penolong

catatan syukur #2

Dari sekian banyak hal yang cukup menjengkelkan hari ini, aku mencari-cari ada cukup banyak juga yang bisa disyukuri. Ya, pastinya ada. Aku bersyukur untuk orang-orang yang Allah sediakan di hidupku. Bukankah tidak ada yang kebetulan seseorang hadir di hidup seseorang lainnya? Mungkin orang-orang tersebut memang sudah Sang Sutradara rancang dalam lembaran-lembaran skenarioNya. Mereka yang berada di sekitar bisa jadi Tuhan sediakan untuk menjadi para penolong, sebesar atau sekecil apapun pertolongan yang diberikan. So, terimakasih Tuhan untuk orangtuaku dan seorang tetangga yang membantu menjadi pengendara setia. Terimakasih untuk pertolonganMu melalui mereka. :)

August 21, 2013

aku bersyukur untuk ibuku

catatan syukur #0


setiap hari aku mau berupaya mengingat dan menulis paling tidak satu hal yang kusyukuri dalam 1 hari, karena selalu ada alasan untuk bersyukur, karena kasihNya terlalu berlimpah untuk tidak diberi barang setetes dua tetes pada manusia yang tak layak tapi Ia layakkan ini. agar juga aku boleh terus menuliskan karya-karyaNya di hidupku, seperti Musa menulis kisahnya bersama Allah dalam Keluaran. 

Waspada Gudang Celotehan Bajakan!

Belakangan ini gue iseng buka blog gue setelah sekian lama gak terjamah. Gue iseng aja ketik keyword "Gudang Celotehan" di Googl...