Don't Forget to Be Happy! (Meeting Up with Jenny and Meykke)

Apapun yang sedang terjadi di hidup lo, don't forget to be happy because you deserve to be happy. ;)

Salah satu hal yang membuat gue bahagia adalah bertemu dengan kawan-kawan lama. Lalu, bercerita tentang banyak hal dari mulai mengenang masa lalu bersama mereka sampai meng-update kabar terbaru di hidup masing-masing, seperti soal pekerjaan atau rencana ke depan.

Beberapa hari lalu, tepatnya Selasa, 16 Juni 2015, gue ketemuan dengan 2 kawan lama semasa perjuangan di bangku kuliah 2 tahun silam, Jenny dan Meykke. Kami dulu seangkatan di UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana). Di jurusan yang sama, kami pun sempet sekelas untuk beberapa mata kuliah. Pun, kami berjuang bersama menempuh medan yang bernama "skripsi" dan puji Tuhan lulus pun di tahun yang sama.

Gue percaya engga ada yang kebetulan, termasuk bagaimana akhirnya kami bertemu setelah 2 tahun lamanya tak bersua. Serunya lagi, kami bertemu di Jakarta, kota yang tak pernah kami duga menjadi titik pertemuan kami yang pertama, kota yang selalu sibuk dengan segala rutinitas penduduknya. Di antara kesibukan itu, kami akhirnya bertemu. Meski hanya beberapa jam karena Jenny harus segera menuju stasiun kereta untuk kembali ke Semarang, namun beberapa jam itu lebih dari cukup untuk mengobati rasa kangen dengan cerita dan foto-foto.


Saat itu Jenny sedang berlibur beberapa hari di Jakarta, Meykke pun sedang libur dari pekerjaannya di Cibubur, gue juga lagi libur di Depok. Waktu yang sangat pas untuk mengusahakan pertemuan bukan? Maka, Atrium Senen siang itu menjadi meeting point kami. Kami mencari lokasi yang tidak terlalu jauh dari Stasiun Senen.

Ada yang bilang "kalo di Jakarta itu masa muda kita bisa abis di jalan," gue mengartikannya dengan "lama di jalan." You know, Jakarta yang super padat, macet di sana-sini, jadi sepertinya sebagian penduduk Jakarta udah biasa menghabiskan waktu berjam-jam di jalan untuk menuju ke suatu tempat. Jadi, begitulah yang juga gue dan Meykke alami demi pertemuan yang langka ini. And, that was paid off by our fun gathering. ^^

Gue ditemani dengan adik yang saat itu juga mau beli buku tiba paling terakhir. Kami berempat langsung menuju Es Teller 77 untuk mengisi perut dan memulai saling bercerita banyak hal. Di sinilah kebahagiaan itu. Meng-update kabar dari temen-temen lama dengan sangat seru karena tentunya banyak tantangan sudah kami lewati dalam 2 tahun kami menempuh jalan masing-masing selepas kuliah. Betapa bersyukurnya! :)

Ngopi. Ini kegiatan yang paling gue senangi, apalagi kalau ditambah dengan teman-teman lama sepaket dengan cerita-ceritanya. Di perhentian kedua ini, kami pun saling bercerita dan mendengar. Dan, satu hal yang teramat wajib, orang-orang menyebutnya "groufie" atau "wefie," nama lain dari selfie rame-rame. None is taking a picture of something they want to forget. Therefore, we were so excited that we took lots of groufies, and we did want more gatherings like this with the other college friends.


Pukul 1 siang, temu kangen kami mau tak mau harus disudahi. Peluk hangat mengantar Jenny yang saat itu harus segera kembali ke kost mengambil barang-barangnya, lalu menuju stasiun Senen. Sedih hanya bisa berjumpa beberapa jam, tapi bersyukur karena masih bisa berjumpa di sela-sela rutinitas kami. See you in another time, Jenny. I miss you already. :'))

Meykke, gue, dan adik gue lalu menuju ke tempat lain, tujuan utama adik gue tepatnya, tapi berhubung gue dan Meykke juga suka baca jadi kami dengan bersemangat menuju ke Pasar Buku Senen di dekat Terminal Pasar Senen. Kami hanya perlu berjalan kaki sebentar dari Atrium Senen untuk ke sana.
Setibanya di sana, berjejer rapi kios-kios dengan tumpukan-tumpukan buku yang menjulang tinggi. Wah! Gue bertanya-tanya dalam hati, berapa banyak buku yang sudah para pedagang buku tersebut baca ya? Siapa duga, mereka bisa jadi berwawasan sangat luas. Tawar menawar pun terjadi dan kami berhasil memboyong beberapa buku yang tak sabar untuk dibaca. Selesai dengan belanja buku, gue harus berpisah dengan Meykke. It's been a good day with you, Meykke. See you next time. :')) *soundtrack: See You Again mengalun di dalam kepala.*

Gue sangat bersyukur hari itu bisa bertemu mereka, Jenny dan Meykke. Perjalanan yang kami saling ceritakan saat bertemu tadi pun menunjukkan betapa Tuhan sangat baik sudah memelihara kehidupan kami sampai saat ini. Sampai ketemu lagi ya. I'm looking forward to meet you guys again and the other college friends too. Keep in touch! Don't forget to be happy because you deserve to be happy. God bless us as always. :)

Comments

  1. Yeahhhhh...finally aku juga bisa mengalahkan rasa takutku untuk naik bis dan menuju ke meeting point bersama sama weheheheehe. Kapan kapan kita harus ketemu lagi yaaa..mungkin dlm level yg berbeda dri skrng...hihihi..dn berkat kmu aku jga bsa beli buku2 asoy geboyyyy 😆 yg pntng ga serrinh2 mah gapapa yeee...heehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama, Meyk. seru banget ketemu anak Salatiga ngebolang bareng di Jakarta.^^ iyaa, dalam level yg bebrbeda, yg mungkin akan gantian mengalahkan rasa takutku Meyk. ayooo backpackeran! :D
      hehehe bener bener, khususnya untuk bebuku yg teramat mahal sampai sulit terjangkau dompet aja yg dengan terpaksa kita belinya di Senen haha

      Delete

Post a Comment

monggo komentar membangunnya. saya dengan senang hati akan membaca dan membalasnya. :) makasih juga sudah melipir ke blog saya, jangan jera-jera untuk datang kembali, ya, hehehe. God bless you :).

Popular posts from this blog

Seragam SMA = Baju Jojon

Postingan Galau

Demam Itazura na Kiss, Mischievous Kiss: Love in Tokyo