Saturday, August 31, 2013

sinyal dengan Allah masih kuat

catatan syukur #3

sering kali aku menemui hari yang "datar": tidak pergi kemana-mana, otomatis tidak bertemu dengan banyak orang. hari yang seperti ini terkadang membuat gelisah bagi jiwa yang rindu untuk berbagi kasihNya kepada lebih banyak lagi orang, seperti yang sudah diamanatkanNya kepada mereka/kita yang percaya. pernah kudengar seseorang berkata, "setiap pagi dalam doa mintalah dipertemukan pada orang yang dapat ditolong/diberitakan tentang Allah dan kasihNya." Lalu, bagaimana jika kita tidak keluar rumah dan tidak bertemu dengan banyak orang, yang kusebut dengan "hari datar"? anggaplah kalau mungkin Ia ingin aku lebih banyak membagikan kasihNya kepada orang-orang di rumah sebelum ke lebih banyak orang di luar rumah. mungkin dengan sekedar membantu cuci piring.

para penolong

catatan syukur #2

Dari sekian banyak hal yang cukup menjengkelkan hari ini, aku mencari-cari ada cukup banyak juga yang bisa disyukuri. Ya, pastinya ada. Aku bersyukur untuk orang-orang yang Allah sediakan di hidupku. Bukankah tidak ada yang kebetulan seseorang hadir di hidup seseorang lainnya? Mungkin orang-orang tersebut memang sudah Sang Sutradara rancang dalam lembaran-lembaran skenarioNya. Mereka yang berada di sekitar bisa jadi Tuhan sediakan untuk menjadi para penolong, sebesar atau sekecil apapun pertolongan yang diberikan. So, terimakasih Tuhan untuk orangtuaku dan seorang tetangga yang membantu menjadi pengendara setia. Terimakasih untuk pertolonganMu melalui mereka. :)

August 21, 2013

aku bersyukur untuk ibuku

catatan syukur #0


setiap hari aku mau berupaya mengingat dan menulis paling tidak satu hal yang kusyukuri dalam 1 hari, karena selalu ada alasan untuk bersyukur, karena kasihNya terlalu berlimpah untuk tidak diberi barang setetes dua tetes pada manusia yang tak layak tapi Ia layakkan ini. agar juga aku boleh terus menuliskan karya-karyaNya di hidupku, seperti Musa menulis kisahnya bersama Allah dalam Keluaran. 

Sunday, August 25, 2013

Kesempatan untuk Menyapa

Akhirnya aku tiba di hadapan deretan menu makan siangku setelah mengantri panjang tadi. Kuambil piringku, lalu kutaruh beberapa sendok nasi, lauk, dan sayur. Memandang makanan di piringku ini rasanya liurku hampir menetes. Aku ingin segera meraih kursi di pinggir pantai, lalu menikmati makan siangku di sana sambil bersenda gurau dengan teman-teman yang lain. Ah! Sebelum tiba di kursi itu, aku harus mengambil dulu segelas air daripada bolak-balik. 

Euis Oh Euis

Aku si gembala penunggu kambing dan senja yang biasanya duduk di pinggir kali. Ketika langit sudah memerah dan para kambing sudah terlihat kenyang dengan santapan sore mereka, aku akan kembali ke dalam selimut gubuk reot dari bilik bambu.

lihat pada barisnya, ada degup-degup saat ini.

aku ingin bercerita pada alam dalam diam.
ingin sekali.
banyak sekali.
ribut sekali di sini.
di dalam kepala.
di dalam hati.
aku ingin bercerita semua dengan bungkam.
tentang ini.
tentang itu.
inginku menenangkan hati.
mendengar melodi ombak dan nyiur.
biar damai karena simponi. 
....................
lirik-lirik lirih. pergi. 
aku ingin bercerita padamu.
kau yang pernah memuji. sekali. 
tapi, kutakut. motivasi ini tak jernih.
akhirnya kuberakhir pada haru.
.............
biru.
salah.
salahku.
terlalu menggebu.
payah.
salah.
lagi.
..
.

kemanapun, asal bersamaMu

merinding
menangis
takut
berdegup-degup
kalau pun pintu harus tertutup
kiranya bukan tanganku yang menutupnya
melainkan, TanganNya
kalau pun aku harus melangkah lebih jauh
kiranya bukan karena aku ingin melangkah sendiri
tapi karena Engkau melangkah bersamaku, maka aku mau pergi
kemanapun, asal bersamaMu...

--Senin siang, ketika pintu pertama telah tertutup.

rindu bebunyian musik air menghantam bebatuan

dari sekian banyak hal yang kusyukuri, aku juga bersyukur selain pernah merasakan berbaring di atas gunung Merbabu dan di bawah hamparan bintang yang terlihat lebih besar dari biasanya, kini kujuga telah merasakan nikmatnya berbaring beralas bebatuan besar, beratap luasnya langit malam yang pekat, dan di hadapan pantai lepas dengan bebunyian musik air yang menghantam bebatuan. terimakasih untuk kesempatan-kesempatan itu, Tuhan. betapa luarbiasa indah hasil karyaMu pada semesta. hanya karena anugerahMu kubisa menikmatinya. :) 

aku hanya bisa meraba kanvas yang telah bercorak

suara indahnya memenuhi ruangan
nada-nada berkolaborasi dengan musik yang ada
harmonis nian
orang-orang terperangah
menatap pada satu titik
mendengar pada satu suara
dia

mungkin saat itu malaikat-malaikat surga turut bersukacita
menari-nari dengan harpanya kian kemari
turut menikmati indah suaranya

pun aku terhanyut
tenggelam dalam alunan demi alunan
terperangah
suaranya bukan hanya membuatku berdecak kagum dalam hati
tetapi juga mengusik lubuk hati yang terpelosok dan menggugah yang sedang tertidur: iri

betapa bahagianya ia yang maksimal mengolah hartanya
betapa puasnya setiap nada yang keluar dari pita suara emasnya
betapa hebatnya ia bisa melipatgandakan talentanya
betapa mengagumkannya sesama bisa turut tersenyum mendengar lantunan nadanya

bukannya aku tidak berterimakasih
hanya ada beberapa keheranan yang mengusik
bukankah kamu bahagia hanya diberikan gunting dan kertas
bukankah kamu bisa menari dengan lincah di atas kertas bersama pensil dan pena
bukankah kamu merasa hebat ketika bisa berpendapat meski tak bersuara

selama ini, apakah hartaku sedang kutinggalkan?
tidak mungkin!
aku tidak tega!
kalau ditanya mengapa kamu bahagia?
aku akan menyebutkan peralatan itu dengan segera

aku kangen ingin bermain dengan mereka
menghabiskan waktuku bersamanya
tidak peduli penilaian
tidak peduli apa kata orang
aku rindu...


tapi, aku hanya bisa meraba kanvas yang telah bercorak hasta karya sang maestro
aku hanya bisa mengikuti setiap goresannya dengan telunjuk
aku hanya bisa mengamat-amati
aku hanya bisa menatap gunting, kertas, pensil, tanpa memiliki banyak waktu berkualitas bersama mereka

apa yang sedang kutinggalkan?
apa yang sedang kukejar?
apa yang sedang kukerjakan?

tolong jangan menilai!

kau tau tidak pernah mudah turut menelusuri aliran sungai sampai ke muara
apalagi harus menyelami pikiran Pencipta

hati ini hanya sedang terusik
bukankah itu baik?
agar aku bisa berdiskusi lebih matang denganNya
mungkin bukan diskusi yang akan selesai dalam waktu 2 atau 3 jam
tapi, selama raga diberi nafas.

teguran Bapa

hai, anak nakal!
kamu darimana saja?
bajunya sampai coklat semua penuh lumpur begini.

rumah sudah Bapa pel bersih.
ayo, kamu bersihkan diri dulu,
ganti baju yang bersih,


Bapa engga mau kamu masuk dengan baju kotor begini.
Bapa engga suka ah kalau kamu main jauh-jauh terus,
main lumpur terus,
itu menjijikan, nak!

payah

aku sendiri tidak mengerti
di saat berpasang-pasang kaki di sekitarku berlari-lari,
aku hanya diam
di saat nafas-nafas di sekelilingku tersengal-sengal,
aku masih bisa menarik ulur nafas dengan ritme tenang
di saat waktu terus berpacu seperti kuda yang dipecut
aku masih sempat mengulur-ulur waktu
di saat dunia di sekitarku berputar
aku masih terduduk dengan posisi yang sama
tidak beranjak ke samping, bawah, samping lagi, atau atas

ingin bersuara, tetapi... ah, sudahlah.

pikiranku penuh suara,
tetapi bibirku hanya mampu mengatup
seperti tidak bertenaga untuk berkata-kata atau kehabisan kata-kata?

aku ini seperti bintang yang ingin bersinar paling terang,
tetapi tidak tahu bahwa dirinya adalah bintang.
aku ini ingin meraih sesuatu,
tetapi melihat saja tidak bisa.

kemana hilangnya api pada lilin yang menyala?
kemana terbangnya angin yang meniupkannya?

aku ini seperti ingin bersuara tapi enggan mengeluarkan suara.
aku ini ingin didengar tapi enggan berkata-kata.

aku ini... wajarlah jika orang lain salah paham.
tunggu, mereka bukan salah paham,
mereka hanya tidak mengerti apa yang tertinggal di pangkal lidahku.
siapa yang bisa mengerti bahasa kalbu?
siapa yang jago menerjemahkan bahasa kebatinan?

aku ini... ada-ada saja.

ingin bersuara, tapi apa daya bibir tak sampai.
ingin didengar, tapi apa daya telinga tak sampai.

karena sebelum didengar, aku harus bersuara terlebih dahulu.
bagaimana mau didengar, bersuara saja tidak.

ingin bersuara, tetapi... ah, sudahlah.

tidak seperti kelihatannya.


sebenarnya langkahku berat, tapi aku pura pura saja berjalan dengan ringan. 
sesungguhnya aku berada di persimpangan, tapi aku pura pura saja berjalan lurus. 
sejujurnya benang yang kubuat menjahit ruwet, tapi aku pura pura saja menjahit dengan jahitan jelujur. 
sebenarnya ini tidak mudah, tapi aku sudah lelah.


hai, aku siap!

ketika kamar ini nyaris kosong, memori-memori lama serta merta berseliweran di kepala seperti tidak mengenal kata permisi. tentang memasang sterofoam hijau berbentuk puzzle, memasang wallpaper kecil, memasang sterofoam hitam untuk memajang foto-foto yang kuberi judul "People I Love," bahkan suara bising palu menghantam paku ke dinding hasil kerjasama yang solid antara ibu dan aku terngiang kembali.

kata seseorang di dalam cermin

"meski rasanya tidak menyenangkan, lebih baik membereskan dan membuang barang-barang yang tak terpakai saat pertama kali barang-barang itu diputuskan tidak dipakai lagi. karena rasa tidak menyenangkannya akan berlipat-lipat ganda jika barang-barang itu hanya dibiarkan atau ditimpuk dengan barang-barang lainnya, sebab kau akan lebih kerepotan membereskannya jika sudah menumpuk banyak.

berbagi kasihNya...

Suatu bagian dalam hidupku yang dulunya sebuah ketidaksukaan dan ketidakmampuan
Kini, menjadi sebuah kesukaan besar di hatiku
Suatu bagian yang telah mengubah sudut pandangku tentang hidup
Bahwa hidupku bukan untuk keegoisanku
Hidupku terlalu menyedihkan jika hanya untuk aku
Hidupku terlalu sempit jika hanya untuk diriku
Karena hidupku telah ditebus oleh keberhargaan
Keagungan Seorang Raja yang rela menjadi hamba
Demi menebus hidupku, dosa-dosaku

Raja yang kini bertahta di hidupku
Ia yang telah memberikan kelegaan luarbiasa di hidupku,
Kebebasan dari hukuman maut yang seharusnya kutanggung karena dosa-dosaku,
Menginginkanku, mengajarkanku, dan memampukanku
Untuk membagikan hidupku kepada sesama
Membagikan kasihNya yang kunikmati kepada sesama
Yang juga layak dan berhak merasakan indah dan nikmatnya kasihNya yang seluas samudera
kasihNya yang bagai muara abadi, tidak pernah mengering, tidak pernah berkurang

sungguh indah kasihNya...
kau perlu merasakanNya, kau perlu menikmatiNya, kau perlu mendapatkanNya juga…
karena kasihNya terlalu luas dan berlimpah untuk kunikmati dan kurasakan sendiri
oleh karenanya, Ia menginginkanku berbagi hidupku yang telah dilumuri kasihNya ini kepada sesama
kepada orang-orang yang terbuka untuk diajar
orang-orang pilihan yang sama-sama haus akan kasihNya
tanpa paksaan, tanpa kecaman, tanpa desakan
karena yang ingin kubagikan adalah kasihNya yang lemah lembut dan tulus

berbahagialah ia yang terbuka menerima kasihNya yang cuma-cuma
berbahagialah ia yang telah menerima kasihNya, lalu membaginya ke sesama yang lain dengan cuma-cuma
berbahagialah ia yang menerima Kristus sebagai JuruselamatNya dan satu-satunya Juruselamat di hidupnya

aku bersyukur untuk kesempatan berharga ditemukan olehMu
aku bersyukur untuk pengajaranMu
aku bersyukur untuk kesempatan berharga berbagi hidupku kepada orang-orang yang Kau percayakan padaku
aku bersyukur untuk kesempatan berbagi kasihMu pada mereka
aku bersyukur setiap kali mengingat jiwa-jiwa yang Kau percayakan dalam doa-doaku
aku bersyukur untuk setiap karyaMu yang hadir dalam hidup mereka
aku bersyukur untuk pertumbuhan yang Kau beri padaku dan mereka
aku bersyukur, Tuhan…

kiranya kasihMu yang ada padaku tersalur kepada mereka
kiranya kasihMu yang ada pada mereka tersalur kepada sesama yang lainnya
meski bagian ini, berbagi hidup kepada sesama, tidak mudah
tapi, Kau yang memerintah akan menyediakan banyak pertolongan
kepada siapa yang mau membagi hidupnya yang telah berlumuran kasihMu kepada sesama lainnya.

Terpujilah namaMu, Pencipta semesta raya dan seisinya, Tuhanku dan sesamaku, Yesus Kristus.
Amin.

it's a very hard goodbye!

salah seorang "adik ketemu gede" memberikan sms seperti ini:

aku kenal seorang cewek yang menyebalkan... dia selalu menteror aku setiap malam untuk melakukan sesuatu yang sama setiap harinya. walaupun aku sering ga care sama dia, tapi aku heran dia engga bosen-bosennya menteror aku untuk melakukan hal yang sama itu. hingga kini aku sadar kalau dia sudah mengalahkanku, dan aku kecanduan untuk melakukan hal yang sama tersebut. "jangan lupa SaTe ya, dek. :)" hahaha #missing that message very much. thank you, kaka.^^ Jbu. 
that's kinda a sweet message, my little sister! you are always good at mellowing my heart. :'(

aku bersyukur setiap kali mengingatmu dalam doaku, aku bersyukur Tuhan telah menyentuh hatimu sehingga kamu memiliki kerinduan untuk terus bertemu denganNya dalam saat teduhmu, BR-mu, dan doa-doamu. jangan lupa sate ya, dek. jangan lupa dicatat. hehehe. *tetep* tetap semangat bertumbuh ya! :D

Tuhan memberkatimu. :')

Saturday, August 24, 2013

what salatiga has done to me...

Empat tahun yang lalu, hanya bisa menghela nafas ketika ditolak di universitas-universitas negeri di area Jabodetabek dan ketika diterima di salah satu universitas negeri di Bandung, berkas terpaksa dicabut karena prospek kerja jurusan yang gue ambil tidak begitu cemerlang nantinya, menurut orangtua. Sampai suatu hari, diputuskan gue akan menimba ilmu di Salatiga, padahal sebelumnya berkas di UKSW juga sudah dicabut, lalu (untungnya masih bisa) dimasukkan kembali. Itu kenapa NIM gue berada di urutan akhir.


Tuesday, August 6, 2013

Happy 1st Anniversary, BE! :)


Beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan yang selalu menjadi bulan penengah setiap tahunnya, saat gue bersama beberapa teman sedang asyik-asyiknya melenggang di jalanan sepi sambil menikmati udara malam tiba-tiba sebotol air muncrat, lebih tepatnya dimuncratkan, di atas kepala gue. Karena ketika kaget, gue kebiasaan diem, jadi gue malah diem waktu diguyur air, maka makin menjadi lah makhluk-makhluk licik di sekeliling gue ngelemparin tepung, nyeplokin telur, dan nyiramin ramuan-ramuan gak jelas ke tubuh gue. Saat itu, gue engga totally diem sih, ya jelas setelah kesadaran gue ngumpul, gue ngibrit sambil teriak-teriak kayak orang kesetanan. Gue kira setelah mereka gue "suap" dengan susu murni dan pisang goreng di tongkrongan langganan, mereka akan melupakan tradisi "nyeplokin" orang yang lagi ulang tahun, tapi ternyata mereka semua pengkhianaaaaaaaaat! (murka! ngacungin garpu Neptunus!)

Waspada Gudang Celotehan Bajakan!

Belakangan ini gue iseng buka blog gue setelah sekian lama gak terjamah. Gue iseng aja ketik keyword "Gudang Celotehan" di Googl...