to:7111

petang itu belum sampai malam
angin menderu dalam kelam
dinginnya menusuk bulu roma
diamku terus menikmatinya

angin irama musik hatiku
sendu sepi dingin
sama seperti hati ini membeku
terdesak keadaan yang sumpah tak ingin

terbentukku menjadi kaku
persetan kau hai batu
daging sampai tulangku kelu
aku ini pun tak terlalu begitu
sungguh!

berontakku terbentur diri
tak terima cara kalian menerima
letihku lelah paksakan diri
terserah aku tak peduli

mutiara dalam kerangpun
tak peduli betapa dia begitu berarti

by Rayi W Karyadi on Saturday, January 8, 2011 at 9:55pm

Comments

Popular posts from this blog

Seragam SMA = Baju Jojon

Postingan Galau

Demam Itazura na Kiss, Mischievous Kiss: Love in Tokyo