Obrolan singkat bersama si 65th

Malam tadi di angkutan umum oranye nomor 06 jurusan Johar yang gue, Ibu, dan adek tumpangi tidak terlalu ramai, hanya ada kita dan seorang bapak yang duduk di kursi belakang supir. Saat Ibu bilang "nanti saya turun di Sukun ya, Pak" dengan bahasa Jawa tentunya, si pak supir dan bapak yang duduk di belakangnya itu menjawabnya berbarengan. Itulah awal dimana si bapak belakang supir ngobrol-ngobrol dengan kita. Pembahasannya ringan seperti orang (memang) belum pernah ketemu, seperti tanya-tanya gue kuliah dimana, adek gue kelas berapa, sampai kita ke satu topik yang menarik perhatian gue untuk mendengar, mengingat, dan membagikannya di sini.

Dari sekian panjang obrolan bapak itu, kalimat yang menarik hati gue adalah waktu dia bilang "olahraga itu penting, bisa ketemu teman-teman, bisa gojekan, untuk ngilangi stres..." begitu kira-kira kalimat yag terlontar dari mulut bapak ini. Sebenarnya kalimat itu terbilang biasa, tapi begitu gue denger dia bilang kalau dia adalah seorang pensiunan dan ternyata usianya 65 tahun, gue engga lagi nganggep kalau kalimatnya barusan itu biasa karena kalimat tersebut keluar dari mulut seorang bapak yang ternyata sudah tua dan cukup usia untuk menyandang sebutan "mbah", "opa", "kakek" ataupun "ngkong", yang biasanya kaum mbah itu menikmati hari tua dengan santai-santai, ngopi-ngopi, dolanan cucu (dolanan? emang cucu mainan? :p) di rumah tapi bapak ini beda, dia masih mau menempuh jarak berkilo-kilo meter dengan angkutan umum untuk main badminton dengan temen-temennya, bayangan gue sih temen-temennya juga seusianya. Hebat gue bilang. "Kalau leyeh-leyeh gitu malah sakit, Bu. Saya ini orangnya engga bisa diem," tambahnya lagi. Dia ngejelasin dengan begitu mantap kalau biarpun sudah tua, harus tetap aktif biar penyakit engga mudah hinggap di body yang sudah merenta itu dan mencegah stress, makanya si bapak ini masih menyempatkan diri untuk main badminton. Dia juga sempat singgung kalau ada banyak orang yang usianya lebih muda malah kesehatan atau tepatnya kekuatan fisiknya tidak seprima dibanding yang usianya sebapak ini, istilah kasarnya lebih loyo lah karena sukanya malas-malasan, jarang olahraga. Weittttzzzzz mendengar itu, gue sebagai daun muda (hayyyyyaaahhhh =_+) merasa engga terima tapi begitu gue melihat diri gue sendiri iya juga sih, olahraga gue cuma pas jalan kaki kalau mau ke kampus. Terbukti juga sih omongannya itu karena setua ini aja dia masih sebugar dan sesemangat itu, gimana pas muda? 

Yang bikin gue suka dengan kalimat-kalimat bapak ini karena memang rangkaian kalimat yang dia ucapkan itu terbukti pada dirinya jadi engga sekedar celotehan belaka. Begitu dia bicara soal olahraga, kesehatan, sampe bilang kasarnya anak muda "loyo", gue langsung lihat ke penampakan ehh penampilan pokoknya ke fisik bapak itu. Kesan pertama gue sebelum dia menyebutkan usianya, gue kira bapak ini berumur sekitar 45-50 tahun lah tapi ternyata di luar dugaan. Fisik nih bapak sih emang terbilang bugar di usianya yang sudah banyak termakan waktu itu. Badannya rata boo, engga buncit kayak bapak-bapak atau opa-opa pada umumnya, bicaranya pun masih lugas, jelas, dan mantaplah, pokoknya terlihat memang dia opa-opa yang menjaga kesehatannya dan suka berolahraga.
Obrolan yang lumayan menginspirasi itupun berakhir di Sukun saat angkutan oranye itu tinggal landas begitu kita bayar ongkos.

Dari obrolan kita sepanjang rute Java Mall-Sukun yang terhitung singkat ini menyadarkan gue kalau usia tua jangan dijadikan alasan untuk malah terus-terusan santai dan leyeh-leyeh, melainkan harus tetap aktif, paling engga ada hal yang dikerjakan, dan tetap jaga kesehatan dengan berolahraga karena justru terkadang santai-santai itu lama-lama bisa bikin stres dan penyakit. Sementara kalau kita berolahraga, main badminton contohnya, itu bisa bikin fresh otak, bisa guyonan sama teman-teman, jadi masa tua pun tetap seindah dan seasyik masa muda. Untuk anak muda (termasuk gue :D) jangan mau kalah dengan si usia 65 tahun ini, fisik kita juga harus tetap fit untuk lompat sana-lompat sini maksudnya masih tetap aktif seaktif-aktifnya dan walaupun anak muda tuh sibuk sesibuk-sibuknya ataupun santai sesantai-santainya juga mesti inget untuk olahraga biar badan tetap prima (kayak sales minuman berenergi Extr* J*ss -___-").

Sekian postingan hari ini dari pelajaran yang bisa gue petik kala mengobrol singkat nan santai bersama si 65th itu. Pertemuan dengan si bapak itu mungkin kebetulan tapi mungkin juga memang sudah direncanakan oleh yang Maha Mengatur, yaaa apapun itu ada hal yang bisa gue pelajari hari ini.
Thanks 4 reading!^^
Gbu :)

Comments

Popular posts from this blog

Seragam SMA = Baju Jojon

Postingan Galau

Demam Itazura na Kiss, Mischievous Kiss: Love in Tokyo