Waiting Doesn't Mean Doing Nothing.

Judul postingan gue kali ini kece yeh? Gue bilang itu kece karena hasil dari bertapa di bawah guyuran air hujan dan di dalam banjir. Tapi, bo-ong. Jadi, gini, siapa sih yang suka nunggu? Nunggu nasi goreng di antrian ke 10 aja udah bikin emosi, apalagi nunggu belahan jiwa. *eyaaaakkhh* udah lah, kayak anak sekolahan aja eyaakk eyaaak. *sok dewasa gitu gue*

Oke, kali ini kita bicara cinta. *benerin mic* Tau sendiri kan kalau banyak pasangan yang udah jadian bertahun-tahun, tapi ujung-ujungnya putus. Sehabis putus, galau pula, susah move on, kebayang-bayang mantan karena doi mantan terindah katanya. Gue heran deh, itu bertahun-tahun berhubungan ngapain aja coba? Nanem padi? Bisa dengan gampangnya putus, karena alesan "kita udah gak cocok lagi" misal. Bayangin aja, berapa banyak waktu yang sebenarnya bisa dialihkan buat berkarya atau mengembangkan potensi diri atau memperluas pengetahuan, terbuang gitu aja untuk berduaan dengan si pacar yang ujung-ujungnya putus, ninggalin kenangan manis, dan butuh waktu lama pula untuk move on? Udah rugi waktu banyak kayaknya tuh.

Fenomena pacaran lainnya adalah baru beberapa bulan jadian, lalu putus. Terus kenapa lo terima itu orang jadi pacar lo? Rugi waktunya engga begitu banyak sih. Lebih baik lah dari fenomena di atas selama alasan waktu lo nerima dia bukan untuk pelarian atau coba-coba doang. Hati bukan minyak kayu putih, cuy.

Lalu, ada lagi nih, orang yang suka gonta-ganti pacar. Udah ngorbanin waktu, uang, perasaan juga. Pula, parahnya lagi how you deal with love defines who you are. Gonta-ganti, main-main dengan perasaan orang lain, jelas-jelas menunjukkan seperti apa kepribadian orang tersebut, right? Kalau udah gini, inget aja, good people will get good people as their soulmates. Jadi, kalau lo yang masih memandang cinta dengan cara main-main seperti ini, peringatan nih, sebelum harga jual turun karena image yang terbentuk tentang lo, buru-buru tobat deh.

Dan, ada juga beberapa orang yang masih setia menunggu. *Uhuk* Gue cuma batuk aja kok. Ada banyak alasan pastinya di balik kata menunggu. Apapun alasannya, menunggu itu bukan berarti engga ada usaha sama sekali. Bicara soal cinta, ada usaha yang sangat esensial yang seharusnya dilakukan oleh seorang single yang sedang menunggu. Growing. Bertumbuh.


Percaya kalau Tuhan masih menulis cerita cinta untuk lo? Kalau gak, tulisan ini berakhir sampai di sini untuk lo. Tapi, kalau iya, Dia sedang mempersiapkan soulmate yang tepat dan sepadan untuk lo. Tunggu aja, dan bertumbuh. Tuhan engga pernah nyiapin pasangan yang seadanya buat lo, God prepare the best one for you. Nah, kalau orang yang Tuhan sedang persiapkan buat lo adalah pasangan yang terbaik, pastinya Dia juga akan mempertemukan orang itu dengan orang yang terbaik which is you. So, you both are actually being processed to be met at the right time. You both are the best ones that God prepare.

Jadi, kalau lo percaya Tuhan pertemukan lo dengan pasangan yang terbaik dan saat ini lo sedang menunggu, itu berarti lo pun sedang Tuhan persiapkan untuk menjadi pasangan terbaik buat pasangan lo nantinya. Intinya, waktu menunggu adalah waktu dimana lo sedang Tuhan proses menjadi pasangan yang sepadan dan terbaik untuk pasangan lo. Proses yang Tuhan kerjakan di dalam lo adalah pertumbuhan itu sendiri. Lebih dari sekedar pertumbuhan jasmani, tetapi pertumbuhan rohani dan karakter melalui banyak tantangan hidup yang Tuhan izinkan terjadi selama lo sedang dalam masa menunggu ini. 

Pertumbuhan rohani dan pembentukkan karakter seseorang butuh waktu. Pada waktu tersebut lah lo juga sedang menunggu. See? Waiting does not mean doing nothing. So, people in waiting, bertumbuhlah seperti kelak Tuhan pertemukanmu dengan dia yang juga bertumbuh. Sehingga, kalian menjadi pasangan yang sepadan.


While no one likes to wait, it's worth it to honor God's standards for marriage. By doing so, you'll be able to leap from your seat and run down the aisle if God leads you there. --Jennifer Benson Schuldt

Comments

  1. Hahaha.. that's also the reason why I keep waiting :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha Happy waiting, Dilla! Till we meet that special one. :))

      Delete
  2. Ray.... tulisan yang simpel tapi penuh makna & perenungan khan hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha iyaa kak, lagi pengen mikirin tentang itu, sudah waktunya membuka diri tentang tetek bengek pernikahan dan sebagainya haha. at least cari tahu dulu aja tentang God and marriage stuff. haha

      Delete

Post a Comment

monggo komentar membangunnya. saya dengan senang hati akan membaca dan membalasnya. :) makasih juga sudah melipir ke blog saya, jangan jera-jera untuk datang kembali, ya, hehehe. God bless you :).

Popular posts from this blog

Seragam SMA = Baju Jojon

Postingan Galau

Demam Itazura na Kiss, Mischievous Kiss: Love in Tokyo