Monday, October 7, 2013

Sate Kuah Grogol Enaknya Afdol!

Membangunkan blog yang sementara mati suri dengan postingan tentang makanan itu serasa pilihan yang tepat. Biasanya kalau udah nyium bau makanan enak dan makanan enak itu dilambai-lambaikan dengan gratis, orang akan menghentikan aktivitasnya demi meraih makanan enak tersebut. Jadi, berharap dengan melambaikan makanan dalam postingan ini, blog gue bisa menghentikan mati surinya. Ah, tunggu! Nampaknya horor kalau menggunakan istilah "mati suri," oke diganti "hibernasi" aja. So, sudah waktunya bangun, blog. Ayo, cari nafkah! *ehh*

Yak, tentang makanan ya. Sebagai blogger yang pengertian, gue ingetin, jangan sampe ngiler di blog ini yak! Baru aja gue pel nih. Iya, kakak. Nah, gitu dong, kalo gitu kan kamu jadi makin cakep. :3 *lempar (KAIN) gombal*

Friday, October 4, 2013

Blog, Kangen!

Kacang lupa sama kulitnya. Jangan sampai gue jadi blogger yang lupa sama blog kesayangannya. Jangan sampe! Saat ini pun, sebagai blogger yang budiman, gue udah siap bawa kemoceng buat ngebersihin sarang laba-laba dan dedebuan yang bertengger anteng di blog ini saking udah lamanya ditinggal penghuninya. Maafkan ya, blog. Maklum, sekarang masa-masa jaya yang berlimpah waktu kosong sudah terenggut sang waktu. Hiks.

Saturday, August 31, 2013

sinyal dengan Allah masih kuat

catatan syukur #3

sering kali aku menemui hari yang "datar": tidak pergi kemana-mana, otomatis tidak bertemu dengan banyak orang. hari yang seperti ini terkadang membuat gelisah bagi jiwa yang rindu untuk berbagi kasihNya kepada lebih banyak lagi orang, seperti yang sudah diamanatkanNya kepada mereka/kita yang percaya. pernah kudengar seseorang berkata, "setiap pagi dalam doa mintalah dipertemukan pada orang yang dapat ditolong/diberitakan tentang Allah dan kasihNya." Lalu, bagaimana jika kita tidak keluar rumah dan tidak bertemu dengan banyak orang, yang kusebut dengan "hari datar"? anggaplah kalau mungkin Ia ingin aku lebih banyak membagikan kasihNya kepada orang-orang di rumah sebelum ke lebih banyak orang di luar rumah. mungkin dengan sekedar membantu cuci piring.

para penolong

catatan syukur #2

Dari sekian banyak hal yang cukup menjengkelkan hari ini, aku mencari-cari ada cukup banyak juga yang bisa disyukuri. Ya, pastinya ada. Aku bersyukur untuk orang-orang yang Allah sediakan di hidupku. Bukankah tidak ada yang kebetulan seseorang hadir di hidup seseorang lainnya? Mungkin orang-orang tersebut memang sudah Sang Sutradara rancang dalam lembaran-lembaran skenarioNya. Mereka yang berada di sekitar bisa jadi Tuhan sediakan untuk menjadi para penolong, sebesar atau sekecil apapun pertolongan yang diberikan. So, terimakasih Tuhan untuk orangtuaku dan seorang tetangga yang membantu menjadi pengendara setia. Terimakasih untuk pertolonganMu melalui mereka. :)

August 21, 2013

aku bersyukur untuk ibuku

catatan syukur #0


setiap hari aku mau berupaya mengingat dan menulis paling tidak satu hal yang kusyukuri dalam 1 hari, karena selalu ada alasan untuk bersyukur, karena kasihNya terlalu berlimpah untuk tidak diberi barang setetes dua tetes pada manusia yang tak layak tapi Ia layakkan ini. agar juga aku boleh terus menuliskan karya-karyaNya di hidupku, seperti Musa menulis kisahnya bersama Allah dalam Keluaran. 

Sunday, August 25, 2013

Kesempatan untuk Menyapa

Akhirnya aku tiba di hadapan deretan menu makan siangku setelah mengantri panjang tadi. Kuambil piringku, lalu kutaruh beberapa sendok nasi, lauk, dan sayur. Memandang makanan di piringku ini rasanya liurku hampir menetes. Aku ingin segera meraih kursi di pinggir pantai, lalu menikmati makan siangku di sana sambil bersenda gurau dengan teman-teman yang lain. Ah! Sebelum tiba di kursi itu, aku harus mengambil dulu segelas air daripada bolak-balik. 

Euis Oh Euis

Aku si gembala penunggu kambing dan senja yang biasanya duduk di pinggir kali. Ketika langit sudah memerah dan para kambing sudah terlihat kenyang dengan santapan sore mereka, aku akan kembali ke dalam selimut gubuk reot dari bilik bambu.

lihat pada barisnya, ada degup-degup saat ini.

aku ingin bercerita pada alam dalam diam.
ingin sekali.
banyak sekali.
ribut sekali di sini.
di dalam kepala.
di dalam hati.
aku ingin bercerita semua dengan bungkam.
tentang ini.
tentang itu.
inginku menenangkan hati.
mendengar melodi ombak dan nyiur.
biar damai karena simponi. 
....................
lirik-lirik lirih. pergi. 
aku ingin bercerita padamu.
kau yang pernah memuji. sekali. 
tapi, kutakut. motivasi ini tak jernih.
akhirnya kuberakhir pada haru.
.............
biru.
salah.
salahku.
terlalu menggebu.
payah.
salah.
lagi.
..
.

kemanapun, asal bersamaMu

merinding
menangis
takut
berdegup-degup
kalau pun pintu harus tertutup
kiranya bukan tanganku yang menutupnya
melainkan, TanganNya
kalau pun aku harus melangkah lebih jauh
kiranya bukan karena aku ingin melangkah sendiri
tapi karena Engkau melangkah bersamaku, maka aku mau pergi
kemanapun, asal bersamaMu...

--Senin siang, ketika pintu pertama telah tertutup.

rindu bebunyian musik air menghantam bebatuan

dari sekian banyak hal yang kusyukuri, aku juga bersyukur selain pernah merasakan berbaring di atas gunung Merbabu dan di bawah hamparan bintang yang terlihat lebih besar dari biasanya, kini kujuga telah merasakan nikmatnya berbaring beralas bebatuan besar, beratap luasnya langit malam yang pekat, dan di hadapan pantai lepas dengan bebunyian musik air yang menghantam bebatuan. terimakasih untuk kesempatan-kesempatan itu, Tuhan. betapa luarbiasa indah hasil karyaMu pada semesta. hanya karena anugerahMu kubisa menikmatinya. :) 

aku hanya bisa meraba kanvas yang telah bercorak

suara indahnya memenuhi ruangan
nada-nada berkolaborasi dengan musik yang ada
harmonis nian
orang-orang terperangah
menatap pada satu titik
mendengar pada satu suara
dia

mungkin saat itu malaikat-malaikat surga turut bersukacita
menari-nari dengan harpanya kian kemari
turut menikmati indah suaranya

pun aku terhanyut
tenggelam dalam alunan demi alunan
terperangah
suaranya bukan hanya membuatku berdecak kagum dalam hati
tetapi juga mengusik lubuk hati yang terpelosok dan menggugah yang sedang tertidur: iri

betapa bahagianya ia yang maksimal mengolah hartanya
betapa puasnya setiap nada yang keluar dari pita suara emasnya
betapa hebatnya ia bisa melipatgandakan talentanya
betapa mengagumkannya sesama bisa turut tersenyum mendengar lantunan nadanya

bukannya aku tidak berterimakasih
hanya ada beberapa keheranan yang mengusik
bukankah kamu bahagia hanya diberikan gunting dan kertas
bukankah kamu bisa menari dengan lincah di atas kertas bersama pensil dan pena
bukankah kamu merasa hebat ketika bisa berpendapat meski tak bersuara

selama ini, apakah hartaku sedang kutinggalkan?
tidak mungkin!
aku tidak tega!
kalau ditanya mengapa kamu bahagia?
aku akan menyebutkan peralatan itu dengan segera

aku kangen ingin bermain dengan mereka
menghabiskan waktuku bersamanya
tidak peduli penilaian
tidak peduli apa kata orang
aku rindu...


tapi, aku hanya bisa meraba kanvas yang telah bercorak hasta karya sang maestro
aku hanya bisa mengikuti setiap goresannya dengan telunjuk
aku hanya bisa mengamat-amati
aku hanya bisa menatap gunting, kertas, pensil, tanpa memiliki banyak waktu berkualitas bersama mereka

apa yang sedang kutinggalkan?
apa yang sedang kukejar?
apa yang sedang kukerjakan?

tolong jangan menilai!

kau tau tidak pernah mudah turut menelusuri aliran sungai sampai ke muara
apalagi harus menyelami pikiran Pencipta

hati ini hanya sedang terusik
bukankah itu baik?
agar aku bisa berdiskusi lebih matang denganNya
mungkin bukan diskusi yang akan selesai dalam waktu 2 atau 3 jam
tapi, selama raga diberi nafas.

Waspada Gudang Celotehan Bajakan!

Belakangan ini gue iseng buka blog gue setelah sekian lama gak terjamah. Gue iseng aja ketik keyword "Gudang Celotehan" di Googl...