Terlalu ramai.
Aku harus menghindar.
Terlalu bising.
Aku perlu ketenangan.
Bahkan saat tiba di sana,
di dalam kepala masih saja bicara.
Aku bertanya-tanya,
Kenapa kepalaku terus berbicara?
Aku bingung,
Ada apa di dalam kepalaku?
Dimana tuasnya?
Tuas untuk menghentikan semua suara
Kok rasanya susah mengontrol pikiran sendiri
Ah, mungkin hanya perasaan saja
Tapi, nanti begitu lagi
Jadi, ini hanya perasaan atau memang ada yang salah?
Wednesday, February 11, 2015
Monday, January 26, 2015
Nyapa Blog Aja
Udah lama banget gak nulis, keyboard jadi kaku-kaku. Engga ada topik khusus yang mau gue tulis sih. Makin lama blog ini makin mirip kayak kotak saran di restoran-restoran deh. Diisi kadang-kadang, tapi toh jarang juga dilongok. Iya, dilongok sama bloggernya sendiri. Oke, gue tau, blog gue pasti udah jengaaaaaaah soal gue yang minta maaf karena jarang ngeblog.
Sore ini, entah sore yang keberapa dari Senin yang kesian yang udah gue lewati sebagai seorang manusia yang udah engga terbilang baru lagi menjejaki dunia pekerjaan. Ya, sore yang rasanya masih sama seperti awal-awal gue lompat dari anak kuliahan ke anak kerjaan (anak kerjaan? ya you know what I mean lah :p). Jadi, karena rasanya masih sama, gue mau berterimakasih pada Pencipta yang mengizinkan banyak cara terlintas di otak gue untuk tetap maju, melewati hari demi hari, menghitungnya.
Pertama, terimakasih pada MP3 di ponsel yang akhir-akhir ini lebih sering gue denger, teristimewa untuk sederet lagunya abang ganteng John Mayer, Duo Couplenya Endah 'n Rhesa plus Banda Neira, juga Mocca, dan tak lupa abang Tulus dan Buble. Dengerin musik bisa mengalihkan pikiran gue dari momok yang itu-itu aja ke hal-hal lain, sangat membantu pula untuk merilekskan saraf-saraf yang kayaknya saling tarik persis main tarik tambang, itu dia gue takut ada saraf yang putus aja, hahaha. Untung ada musik. Bersyukur banget, gue yang engga jago nyanyi dan cuman bisa main suling sama keyboard kadang-kadang, bisa sangat menikmati musik. Gue sangat mensyukuri keahlian gue sebagai penikmat musik. Iya, modalnya cuman kuping sama hati aja. Haha.
Kedua, tentunya ucapan terimakasih teriring pada bercangkir-cangkir kopi yang gue minum. Sangat membantu. Emang sih kopi itu engga membantu gue buat engga tidur, tapi membantu untuk menenangkan pikiran dan hati. Seandainya air putih itu kopi.
Ketiga, menulis. Wahai pikiran dan jemari yang berkolaborasi dengan cantik, terimakasih ya. Gue merasakan betul kalo menulis itu menyembuhkan. Emang! Emang engga 100% menghilangkan penyakit. Itu mah lo ke dokter lah. Tapi, menulis itu membantu untuk menuangkan perasaan dan pikiran yang mau gue tuang. Sama kayak termos yang keisi kopi panas terus-menerus, sayang kalau kopinya dibuang, jadi harus ada wadah buat menumpahkan luberan kopi yang udah berlebihan tersebut. Yang pasti, setiap habis nulis, gue merasa lebih baik, meskipun gue harus berjuang untuk menyaring penggunaan kata-katanya. Sebenernya itu agak mengganggu, tapi kalau engga disaring, mungkin bakal kebaca terlalu pait.
Keempat, lawak. Diberkatilah para komedian atau pelawak di acara-acara TV, berkat mereka gue engga lupa caranya ketawa loh. Terimakasih!
Monday, December 15, 2014
Saat Gue Ngomongin Cinta
Ini memang bukan bulan Pebruari sih, tapi engga ada salahnya kan kalo gue ngomongin cinta di bulan Desember? Bukan kah cinta itu engga mengenal bulan, hari, bahkan detik? Asik banget ye bahasa gue. Haha. Oke, gue engga akan membawa topik "cinta" sebagai sesuatu yang pelik dan teoritis kok. Gue hanya lagi terinspirasi aja dengan sebuah film yang belakangan ini gue tonton. Engga akan gue sebut judul filmnya apa karena gue mau mencoba untuk menghargai setiap karya di negeri tercinta ini, entah itu karya dilatarbelakangi semata-mata oleh profit atau pure karya sastra yang dipersembahkan dari pelosok hati paling dalam, tanpa menaburkan serbuk opini gue ke dalamnya. Biar setiap orang menikmatinya sendiri.
Sebagai seorang penonton bioskop yang awam soal sastra dan.... cinta, gue cukup dibuat berpikir soal cinta ketika nonton film tersebut. Seakan-akan cinta adalah sebuah kumpulan benang ruwet yang sulit sekali diurai. Mungkin memang dia diciptakan bukan untuk diurai, tapi untuk dinikmati keindahannya sebagai benang ruwet.
Mungkin faktor usia juga kali, gue yang menginjak 20an engga begitu memusingkan soal cinta dan belum banyak tahu mengenai sederet teori tentang cinta. Emang ada ya teori cinta? Lalu, apa bedanya cinta dengan Matematika? atau cinta dengan Biologi? Gue hanya ngeri semakin seseorang memikirkan cinta dengan begitu rumitnya, ia malah lupa kalau tidak ada yang memintanya untuk mendefinisikan "cinta", melainkan melakukannya.
Nah ini, gue memandang cinta sebagai sesuatu yang sederhana dan ajaib. Sederhana bukan berarti bisa memainkan perasaan orang lain atas nama cinta atau merusak kesucian cinta atas nama cinta. Cinta engga pernah semurahan itu gue rasa. Sederhana sekaligus ajaib karena kita engga perlu mengenyam pendidikan setinggi menara Eiffel dulu demi memiliki, melakukan, menikmati, dan membagikan cinta. Semua orang dari kalangan manapun, siapapun dia, punya cinta di dirinya. Semua orang memiliki cinta di dalam dirinya. Ada yang hidup, tapi sayangnya juga ada yang tidur, parahnya lagi ada yang sudah mati, mati suri. Ya, gue percaya orang yang bilang kalau cinta di dalam dirinya sudah mati sebetulnya cintanya hanya sedang mati suri.
Film, buku, bahkan pengalaman orang-orang di sekitar gue cukup menjadi bukti kalau gue bisa ngomong "kenapa cinta jadi rumit ya?" Padahal, cinta adalah sesuatu yang sederhana dan dimiliki siapapun, lalu kenapa jadi rumit ya? Wait, sebetulnya yang rumit itu cinta atau manusianya? Gue emang tipe orang yang males mikir, tapi gue yakin kok yang bikin cinta jadi ribet ya manusia itu sendiri. Gini, kalau ada seorang istri muda yang selingkuh karena merasa suami dan maligai rumah tangganya tidak seindah dan semenyenangkan bayangannya, salah siapa? Siapa yang suruh ngebayangin yang berlebihan ketika kita tahu kalau kita engga pegang kunci masa depan? Jangankan kuncinya, bahkan masa depan pun engga punya jendela yang bisa dilongok orang.
Kalau cinta sama seseorang, ya tunjukkanlah. Kalau perlu, dikatakan ke orang tersebut. Tapi, kalau kau tak ingin orangnya tahu, ya nikmatilah keputusanmu untuk cukup mencintainya diam-diam. Kau sedang mencintai orang lain kan, bukan mencintai dirimu sendiri? Lalu, kenapa harus setres kalau orang yang kau cintai tak membalas cintamu atau tidak mencintaimu? Cinta yang tulus itu tidak pernah mengenal timbal balik atau balas membalas.
Kalau tidak cinta, kenapa kamu menerimanya saat dirinya mengajakmu jadian? Kalau tidak cinta, kenapa menikah dengannya? Kalau tidak cinta, kenapa pura-pura mencintainya dan bertahan dalam hubungan yang kamu sendiri engga tahu gimana ujungnya? Kalau cinta, kenapa mundur saat tahu orang tuanya tidak menyetujui hubungan kalian? Kalau cinta, kenapa harus malu dengan kebiasaan joroknya, dengan fisiknya, dengan kekurangannya?
Cinta itu anugerah. Tidak seharusnya gara-gara dia, hidup seseorang atau dua insan nelangsa. Kalaupun ada orang yang berkorban demi cinta, mungkin bagi orang lain dia menderita, tapi coba tanya hatinya, bisa jadi dia adalah orang paling bahagia sedunia karena sudah memberikan yang terbaik untuk orang yang ia cintai. Dan, satu lagi, kalau cintamu pada Tuhan jauh lebih besar dari apapun, kenapa masih memusingkan "cinta tapi beda"?
Tuesday, September 30, 2014
3 Alasan Rendah Diri itu Oke
Pernah ga ngerasa "Gue ini apa? Gue engga lebih dari seonggok daging bernyawa yang bisa jalan dan ngupil dengan handal. Bahkan upil gue aja bisa jadi lem, sementara gue merekatkan hatinya dengan hati gue aja gak bisa..." Oke, kalimat yang terakhir itu emang lebay. Gue serius, pernah ga lo ngerasa diri lo itu gak bisa diandelin, gak bisa apa-apa, cemen lah pokoknya? Pernah gak lo ngerasa gak guna, gak bisa jadi orang wow yang bisa melakukan atau menciptakan hal-hal yang wow? Pernah gak lo merasa diri lo gak lebih baik dari upil yang ternyata ada manfaatnya juga buat ngelem? Gue, pernah.
Satu istilah yang bisa mendeskripsikan wacana di atas, "rendah diri." Hal ini adalah momok hancurnya seseorang jika dibiarkan berlama-lama di dalam pikiran, perasaan, dan hidupnya. Masih mending juga nyimpen upil, daripada nyimpen "rendah diri" lama-lama. Kok dari tadi upil mulu ya? Ya, mungkin karena upil itu kasian, jarang dibangga-banggakan, gue cuma gak pengen aja dia jadi rendah diri. :(
Oke, jadi gue termasuk orang yang pernah rendah diri. Bahkan, sampai sekarang perasaan tersebut sesekali datang. Rasanya engga enak lho, seperti ingin melakukan sesuatu tapi terbentur dengan tembok yang dibangun sendiri. Gegara rendah diri kreativitas dalam berkarya jadi terhambat.
Bagi gue, rendah diri adalah merasa diri rendah. Rendah itu berarti berada di posisi bawah dari yang lebih tinggi. Merasa diri sendiri itu payah, tidak mampu, dan tidak percaya pada diri sendiri kalau bisa berbuat lebih dari yang dipikirkan.
Kalau bicara rendah diri sebenarnya ada banyak jenis rendah diri. Entah itu rendah diri dengan kemampuan, rendah diri dengan penampilan fisik, dan lain-lain. Kali ini, yang gue fokuskan lebih ke rendah diri dengan kemampuan. Tapi, kalau ada manfaatnya juga untuk kamu yang rendah diri dengan penampilan, sok atuh seraplah manfaatnya. :)
Kalau bicara rendah diri sebenarnya ada banyak jenis rendah diri. Entah itu rendah diri dengan kemampuan, rendah diri dengan penampilan fisik, dan lain-lain. Kali ini, yang gue fokuskan lebih ke rendah diri dengan kemampuan. Tapi, kalau ada manfaatnya juga untuk kamu yang rendah diri dengan penampilan, sok atuh seraplah manfaatnya. :)
Seseorang yang rendah diri itu cenderung tidak sombong. Yaiyalah. Apa yang mau disombongin wong dia sendiri engga percaya sama dirinya. Tapi, jangan salah, orang yang rendah diri sebenarnya juga menyimpan kesombongan luarbiasa karena dia hanya berfokus pada kelemahan dirinya, engga terbuka dengan pertolongan-pertolongan di sekitarnya yang dapat membantunya maju, contoh pertolongan Tuhan.
Well, at the first time memang gue mendukung banget kalau rendah diri itu perasaan negatif yang engga bagus dipelihara. Namun, di sisi lain, ada baiknya gue merasa rendah diri. Kenapa? Bukan karena akhirnya gue bisa temenan sama upil karena merasa senasib, tapi karena alasan-alasan berikut, setelah pariwara yang satu ini..... *Eh, malah iklan. Maap. Berharap kalau pas nulis dibayar karena ada iklan lewat :p*
Alasan pertama. Tadi kan gue bilang kalau orang yang rendah diri itu sebenarnya sombong karena tidak terbuka dengan pertolongan-pertolongan Tuhan di sekitarnya. Nah, this is my point. Mengusir rendah diri itu engga semudah meniup gumpalan pasir di telapak tangan. Butuh proses. Salah satu bentuk proses adalah dengan terbuka. Seorang rendah diri yang sudah dan sedang terus mengalami pertumbuhan biasanya mulai peka melihat pertolongan-pertolongan di sekitarnya yang dapat membuatnya menjadi lebih baik. Jadi, rendah diri itu masih ada dengan kadar yang mulai berkurang. Pointnya adalah rendah diri menolong kita untuk peka dan terbuka menerima bantuan-bantuan dari Pencipta melalui ciptaan-ciptaanNya.
Alasan kedua. Rendah diri itu perlu agar kepala kita engga besar. Bukan literally, maksudnya adalah agar tidak sombong. Menyadari diri ini tidak ada apa-apanya dan perlu bantuan menolong kita untuk mengakui bahwa jika sesuatu yang baik berhasil kita kerjakan berarti itu bukan hasil kerja keras kita semata. The first point will always go to The Lord. Indeed. Karena pertolongan Tuhan melalui banyak hal di sekitar lah yang menolong dan memampukan kita mengerjakan atau menyelesaikan sesuatu. So, kita engga seharusnya membanggakan diri berlebihan karena tanpa campur tangan Tuhan hal-hal tersebut tidak akan terjadi atau selesai.
Alasan ketiga. Grace and grateful. Mereka bukan nama calon anak-anak gue nanti, tapi bagus juga ya buat jadi nama anak, hihihi, oke salah fokus. Well, as what i said before, jika kita yang rendah diri ini berhasil mengerjakan atau menghasilkan sesuatu berarti ada campur tangan Tuhan sehingga kita engga berhak sombong. Nah, in that case, we will see God's grace yang telah menolong kita melalui banyak perkara. Anugerah Tuhan dong kalau kita yang minder ini ternyata bisa melalui banyak perkara dengan baik dan masih bernafas. Anugerah adalah pemberian yang diberikan secara cuma-cuma dan tulus kepada orang yang engga layak menerimanya. Balik lagi, siapa sih kita? sering kali bahkan diri sendiri aja merasa engga lebih baik dari upil, emang layak dapat pemberian? Toh kalau kita dapat anugerah itu pasti karena Tuhan sendiri yang emang dasarnya penuh kasih dan mengasihi kita yang lemah ini. So, karena anugerahNya kita bisa mengerjakan banyak hal, melewati banyak tantangan, dan menjadi lebih baik. Bersyukurlah! Bersyukur karena bisa mencicipi manisnya kasih Tuhan dalam hidup kita. :)))
Merangkum semua alasan di atas, rendah diri menjaga kita untuk tetep menundukkan kepala mengingat siapa kita sesungguhnya dan memandang ke atas melihat, memohon, dan mensyukuri Pribadi yang sudah dengan penuh kasih menolong kita.
Jadi, siapa yang masih rendah diri? Rendah diri oke selama itu membuat kita semakin dekat dengan Pencipta. Ketika kita memiliki hubungan yang baik dengan Pencipta, kita tahu arah mana yang harus dituju dalam hidup ini. Logis bukan? Emang Allah itu luarbiasa. :)
i am just bored with similarities in routines
The sexiest reason for me to go home fast is my bed because i am so sleepy.
But, sometimes you want more than a bed. Am i right?
Something which is alive. Well, English has a term for it, "someone."
Is it clear enough?
No, i am not in the mood of finding mr. right as soon as possible.
I just feel bored with my bed, my room, my usual activities, my common zone.
That's comfort, but common.
I am in the mood of looking for differences out of my routines.
It's totally boring when you get up early in the morning, sometimes 5 or 10 minutes late.
Then, you take a bath in hurry.
You get dressed.
You say to the mirror that "you are awesome! today is gonna be a great day!"
Then, you go. You work.
You face your stuff.
You see the clock and wanna kill it for you are missing your bed so bad.
Then, you sleep.
Those daily things officially happen in most of the days in a week. Whatta!
So, here it comes. That feeling.
Am i the one and only person that feels bored towards routines and similarities on earth?
Or are you with me?
So you know what, at this point, i suggest you that please, laugh at your mistakes.
Mistakes happen to break the routines. You know, i mean mistakes which are under your good responsibility as human beings. human beings, not animals.
I am writing this for no special reasons, unless..
I just want you my reader(s) to know my "unique" feeling right now.
I am writing for taking my medicine to beat this feeling.
Ya, my blog. This is home. This is my medicine. This is my loyal listener.
A place that i will always come back.
I love you, blog.
sorry for you who accidentally read this posting till the end that it is not beneficial at all for you. but, thank you to listen to my words, my feeling. :)
But, sometimes you want more than a bed. Am i right?
Something which is alive. Well, English has a term for it, "someone."
Is it clear enough?
No, i am not in the mood of finding mr. right as soon as possible.
I just feel bored with my bed, my room, my usual activities, my common zone.
That's comfort, but common.
I am in the mood of looking for differences out of my routines.
It's totally boring when you get up early in the morning, sometimes 5 or 10 minutes late.
Then, you take a bath in hurry.
You get dressed.
You say to the mirror that "you are awesome! today is gonna be a great day!"
Then, you go. You work.
You face your stuff.
You see the clock and wanna kill it for you are missing your bed so bad.
Then, you sleep.
Those daily things officially happen in most of the days in a week. Whatta!
So, here it comes. That feeling.
Am i the one and only person that feels bored towards routines and similarities on earth?
Or are you with me?
So you know what, at this point, i suggest you that please, laugh at your mistakes.
Mistakes happen to break the routines. You know, i mean mistakes which are under your good responsibility as human beings. human beings, not animals.
I am writing this for no special reasons, unless..
I just want you my reader(s) to know my "unique" feeling right now.
I am writing for taking my medicine to beat this feeling.
Ya, my blog. This is home. This is my medicine. This is my loyal listener.
A place that i will always come back.
I love you, blog.
sorry for you who accidentally read this posting till the end that it is not beneficial at all for you. but, thank you to listen to my words, my feeling. :)
This World is Lullaby
i have to still be awake
my eyes must keep opened
this world is lullaby
but if i sleep on it, i die.
some sleep on it, they're insane
they forget to wake up
this world is more than sleeping pills
it's a tender bed
once you lay on, forever you will sleep
this world is so nice
it is an apple with poison
we have to still be awake
our eyes must keep opened
this world is lullaby
but if we sleep on it, we die.
my eyes must keep opened
this world is lullaby
but if i sleep on it, i die.
some sleep on it, they're insane
they forget to wake up
this world is more than sleeping pills
it's a tender bed
once you lay on, forever you will sleep
this world is so nice
it is an apple with poison
we have to still be awake
our eyes must keep opened
this world is lullaby
but if we sleep on it, we die.
Thursday, August 28, 2014
aku ingin merdeka!
aku ingin merdeka!
merdeka dari beban di pundak.
merdeka dari kata-kata mereka.
merdeka menjadi apa adanya.
merdeka dari rasa terpaksa.
merdeka dari harus begini, begitu.
aku ingin merdeka untuk berkarya!
dengan apa yang kubisa
dengan diriku seutuhnya aku
tanpa topeng
tanpa tameng
tanpa menjadi orang lain!
aku ingin merdeka!
merdeka tertawa
merdeka membantu sesama
merdeka bersedih
merdeka menguras keringat
menjadi biasa aja. ya, aku ingin jadi biasa saja!
cukup dengan indomie, aku rela.
tak perlu makanan eropa yang selangit harganya.
cukup indomie saja.
aku ingin merdeka!
merdeka menjadi aku.
bukan menjadi yang mereka mau.
bukan dengan cara-cara untuk menopang wibawa.
bukan dengan upaya-upaya agar dihargai.
lihatlah mereka yang melukis.
ada tidak adanya pujian, tetap melukis.
ada tidak adanya cacian, tetap berkarya.
panas dingin, hujan badai, tetap melukis.
menumpahkan seluruh dirinya di atas kanvas.
menggapai kepuasan dengan menjadi diri sendiri.
persetan dengan menjadi orang lain tuk topang wibawa.
aku tidak perlu.
tidak perlu!
Sunday, June 8, 2014
Kusuka Tulus dan Lirik-liriknya
Siapa yang kenal Tulus? Nah kan, banyak yang kenal. Iya, pendatang yang cukup baru di bilantika musik Indonesia ini memang terkenal bersuara apik, adem ayem, dan jazzy banget. Belum lagi, beberapa lirik lagu di albumnya ia tulis sendiri. Ini dia yang bikin gue makin jatuh cinta sama dia. Lirik-lirik bikinannya meaningful dan positif. Nah, saking ngefansnya gue sama doi, postingan ini gue khususkan untuk menampung lirik-lirik lagu Tulus. Check 'em out!
-Gajah-
Setidaknya punya tujuh puluh tahun
Tak bisa melompat kumahir berenang
Bahagia melihat kawanan betina
Berkumpul bersama sampai ajal
Besar dan berani berperang sendiri
Yang aku hindari hanya semut kecil
Otak ini cerdas kurakit berangka
Wajahmu tak akan pernah ku lupa
Waktu kecil dulu mereka menertawakan
Mereka panggilku gajah, ku marah
Kini baru ku tahu puji di dalam olokan
Mereka ingatku marah
Jabat tanganku panggil aku gajah
Kau temanku kau doakan aku
Punya otak cerdas aku harus tangguh
Bila jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku
Kecil kita tak tahu apa-apa
Wajar bila terlalu cepat marah
Kecil kita tak tahu apa-apa
Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
Kau temanku kau doakan aku
Punya otak cerdas aku harus tangguh
Bila jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disitu masih rela jadi tamengku
Kau temanku kau doakan aku
Punya otak cerdas aku harus tangguh
Bila jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku
courtesy of: http://www.metrolyrics.com/gajah-lyrics-tulus.html
Setau gue, lagu berjudul Gajah ini bercerita tentang masa kecil Tulus yang sering dipanggil "Gajah" oleh teman-temannya. Nah, di lagu ini Tulus kasih respon positif tentang panggilan "Gajah" tersebut, meskipun dulunya ia sempat marah dijuluki "Gajah." Wajar lah anak kecil.
-Baru-
Tak perlu kau ajak aku bicara
Tak akan pernah ku mendengar-nya
Ini aku yang dulu bahkan tak dapat sebelah dengar dari telingamu
Tak perlu pesolek berwangi bunga
Tak akan mampu luluhkan hatiku
Ini aku yang dulu bahkan tak dapat sebelah mata dari pandanganmu
(Reff)
Nikmatilah kejutanku
Ini aku yang baru
Nikmatilah rasa rindu
Tak lagi di kuasamu
Tak perlu gelitik aku tertawa
Tak lagi kulihat ada yang lucu
Ini aku yang dulu namanya terus jadi sisipan tiap leluconmu
(Reff 2x)
Dari dulu kamu tau
Patuh aku demi kamu
Dulu lalu tinggal dulu
Inilah aku yang baru
(Reff 2x)
courtesy of http://www.metrolyrics.com/baru-lyrics-tulus.html
Lagu sepanjang 2 menit 57 detik di atas ini ditulis Tulus tahun 2013 dengan bantuan sahabatnya, Ferry Nurhayat. Aransemen musiknya ditangani langsung oleh produser Tulus sendiri: Ari Renaldi. (sumber)
Untuk sementara, dua ini dulu lirik-lirik lagu yang ditulis sendiri oleh Tulus dan gue favoritkan. Silakan kalau mau dipakai buat karaokean. Tapi, lagunya download sendiri ya. Hehehehe.
Keep Calm and Enjoy Free Time
Hai!
Salah satu penyakit dari seorang pecinta deadline yang menikmati kesibukkan di detik-detik akhir adalah "merasa ada yang salah dengan waktu lowong atau kosong." Entah penyakit ini dialami oleh semua deadliner atau cuman gue doang. Tapi, beberapa orang pecinta kesibukan di detik-detik akhir deadline yang gue tanya mengakui hal yang sama, bahwa sering kali kita merasa aneh kalau ada jam kosong.
Biasanya rempong nyelesein pekerjaan yang berceceran mepet deadline. Lalu ketika mereka sudah terselesaikan, tibalah gue di waktu-waktu lowong. Waktu-waktu lowong buat gue adalah waktu-waktu tanpa deadline, tanpa ada list pekerjaan yang harus diselesaikan satu demi satu dengan sesegera mungkin. Nah, di waktu lowong macam ini, gue sering banget ngerasa aneh atau ngerasa ada yang salah atau ngerasa "ini yakin gak ada kerjaan yang harus gue beresin? jangan-jangan i miss a thing." Nah, efek selanjutnya setelah tidak yakin dengan waktu lowong, biasanya gue mulai menduga-duga ada pekerjaan yang kelewat atau malah takut jangan-jangan ada pekerjaan yang lupa gue kerjain. Terus, gue akan berada dalam lingkaran "ngerasa ada yang salah" dan "jangan-jangan ada yang lupa dikerjain" itu melulu selama waktu lowong. Pernah ngalamin kayak gitu juga gak?
Hal di atas gue sebut penyakit karena gue jadi kurang menikmati waktu lowong yang mungkin memang sudah jatahnya atau sudah waktunya gue terima buat nyantai atau "atur nafas" sejenak. Bete kan.
Tapi, makin ke sini, gue belajar untuk ngilangin penyakit itu sih. Caranya dengan sebisa mungkin bikin things to do list, beserta deadlinenya. Jangan lupa nyentang-nyentangin hal-hal yang udah beres. Nah, kalau sudah kecentang semua berarti tanggung jawab untuk nyelesein hal-hal tersebut udah kelar. Lalu, syukuri dan nikmati waktu-waktu lowong. Kalo kemudian penyakit itu dateng di waktu lowong gue, cuekin aja. Toh gue udah berusaha bertanggung jawab nyelesein tiap pekerjaan sebaik mungkin, buktinya adalah things to do list yang udah kecentang dan pekerjaan itu sendiri. Kalau ternyata benar ada pekerjaan yang kelewat atau lupa dikerjain, berharap Tuhan memberi orang-orang yang ngingetin pekerjaan tersebut, jadi bisa segera kita kerjain. Tapi, kalau engga ada tanda-tanda ada pekerjaan yang lupa dikerjain berarti semua udah beres, penyakit itu dicuekin aja. Kadang-kadang kita emang perlu nyuekin perasaan sendiri kalau itu engga ada manfaatnya.
Lagi pula, workers, sudah menjadi hak kita kok menikmati waktu-waktu lowong setelah bekerja keras. Jadi, jangan ngerasa aneh lagi and just enjoy your FREE TIME! kayak gue sekarang ini. Waktu lowong, daripada waktu kebuang buat ngebingungin mau ngapain, mending buat ngeblog. Yuhuuuuuu!
Thursday, June 5, 2014
ada.
ada saat dimana seseorang sangat lelah, bahkan untuk memindahkan cangkir kopi. tubuhnya serasa remuk redam. apa yang ia kerjakan sebenarnya tidak seberapa karena ia tidak sedang berada dalam sebuah proyek pembangunan gedung yang menuntutnya untuk memindahkan bata-bata. tetapi, ia letih karena dirinya berkelahi. lawannya adalah dirinya sendiri. pikirannya tidak berhenti berargument, mempertanyakan, bahkan memutar ulang masa lalu. jika ia menang melawan dirinya berarti dirinya yang lain kalah. jika dirinya yang lain menang, maka dirinya kalah. lalu, makin letih lah tubuhnya ini. ketika bahkan ia lelah untuk memindahkan cangkir kopi, tapi tetap ia memindahkannya. ia tiba pada saat sebuah kata tidak ada pengaruhnya, karena saat ia berkata lelah, toh tangannya tetap harus memindahkan cangkir kopi. ia berharap bisa berdamai dengan kondisi. saat ini ada cerita yang sudah malas untuk diungkapkan karena akan sulit baginya untuk mempercayai lawan bicaranya akan mengerti atau malah menambah perih. kini, hanya ada sisa rintih yang tak terkatakan, "Tuhan, maaf, aku letih. Tolonglah aku yang lemah ini."
u wont really understand until we come to the end. now just believe that my God is good.
if u think it's easy, it isn't.
if u think im happy, im not.
if u think im proud, no.
if u think i wanna be longer here, unfortunately i dont.
the one and only reason to stay is a hope.
i still keep a hope.
that one day these tears are used to the glory of my God.
at the end, people will know and praise Him to the high.
cause this is about God's story, not mine.
im only a tool. a minor character in His whole story.
at the end those that mock me will praise Him because of His work through these painful paths.
i will not be willing to walk on the rough path if God dont go with me and put a grace of hope to keep me walking on.
if u think im happy, im not.
if u think im proud, no.
if u think i wanna be longer here, unfortunately i dont.
the one and only reason to stay is a hope.
i still keep a hope.
that one day these tears are used to the glory of my God.
at the end, people will know and praise Him to the high.
cause this is about God's story, not mine.
im only a tool. a minor character in His whole story.
at the end those that mock me will praise Him because of His work through these painful paths.
i will not be willing to walk on the rough path if God dont go with me and put a grace of hope to keep me walking on.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Waspada Gudang Celotehan Bajakan!
Belakangan ini gue iseng buka blog gue setelah sekian lama gak terjamah. Gue iseng aja ketik keyword "Gudang Celotehan" di Googl...
-
Beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan yang selalu menjadi bulan penengah setiap tahunnya, saat gue bersama beberapa teman sedang ...
-
Dari jaman masih berseragam putih abu-abu, hasrat ngeblog gue udah menggebu-gebu. Sayangnya, saat itu megang FB aja gue masih gemeteran h...









