ada saat dimana seseorang sangat lelah, bahkan untuk memindahkan cangkir kopi. tubuhnya serasa remuk redam. apa yang ia kerjakan sebenarnya tidak seberapa karena ia tidak sedang berada dalam sebuah proyek pembangunan gedung yang menuntutnya untuk memindahkan bata-bata. tetapi, ia letih karena dirinya berkelahi. lawannya adalah dirinya sendiri. pikirannya tidak berhenti berargument, mempertanyakan, bahkan memutar ulang masa lalu. jika ia menang melawan dirinya berarti dirinya yang lain kalah. jika dirinya yang lain menang, maka dirinya kalah. lalu, makin letih lah tubuhnya ini. ketika bahkan ia lelah untuk memindahkan cangkir kopi, tapi tetap ia memindahkannya. ia tiba pada saat sebuah kata tidak ada pengaruhnya, karena saat ia berkata lelah, toh tangannya tetap harus memindahkan cangkir kopi. ia berharap bisa berdamai dengan kondisi. saat ini ada cerita yang sudah malas untuk diungkapkan karena akan sulit baginya untuk mempercayai lawan bicaranya akan mengerti atau malah menambah perih. kini, hanya ada sisa rintih yang tak terkatakan, "Tuhan, maaf, aku letih. Tolonglah aku yang lemah ini."
Thursday, June 5, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Waspada Gudang Celotehan Bajakan!
Belakangan ini gue iseng buka blog gue setelah sekian lama gak terjamah. Gue iseng aja ketik keyword "Gudang Celotehan" di Googl...

-
Hari ini yang menarik perhatian gue untuk gue torehkan di blog ini adalah penampakan yang gue temui sepanjang perjalanan RS Fatmawati-rumah ...
-
Labil. Galau. Mungkin dua kata itu sangat cocok untuk menggambarkan kondisi mental dan perasaan gue akhir-akhir ini. Bukan gue pengen ikut-i...
No comments:
Post a Comment
monggo komentar membangunnya. saya dengan senang hati akan membaca dan membalasnya. :) makasih juga sudah melipir ke blog saya, jangan jera-jera untuk datang kembali, ya, hehehe. God bless you :).