ada.

ada saat dimana seseorang sangat lelah, bahkan untuk memindahkan cangkir kopi. tubuhnya serasa remuk redam. apa yang ia kerjakan sebenarnya tidak seberapa karena ia tidak sedang berada dalam sebuah proyek pembangunan gedung yang menuntutnya untuk memindahkan bata-bata. tetapi, ia letih karena dirinya berkelahi. lawannya adalah dirinya sendiri. pikirannya tidak berhenti berargument, mempertanyakan, bahkan memutar ulang masa lalu. jika ia menang melawan dirinya berarti dirinya yang lain kalah. jika dirinya yang lain menang, maka dirinya kalah. lalu, makin letih lah tubuhnya ini. ketika bahkan ia lelah untuk memindahkan cangkir kopi, tapi tetap ia memindahkannya. ia tiba pada saat sebuah kata tidak ada pengaruhnya, karena saat ia berkata lelah, toh tangannya tetap harus memindahkan cangkir kopi. ia berharap bisa berdamai dengan kondisi. saat ini ada cerita yang sudah malas untuk diungkapkan karena akan sulit baginya untuk mempercayai lawan bicaranya akan mengerti atau malah menambah perih. kini, hanya ada sisa rintih yang tak terkatakan, "Tuhan, maaf, aku letih. Tolonglah aku yang lemah ini."

Comments

Popular posts from this blog

Seragam SMA = Baju Jojon

Postingan Galau

Demam Itazura na Kiss, Mischievous Kiss: Love in Tokyo