Alkisah, di suatu desa yang damai sejahtera tanpa ada macet di jalan rayanya, tinggallah seorang perempuan bermata sipit yang manis --begitu kata Ibunya. Gadis ini hobinya naik ke pohon, rumah pohon tepatnya. Rumah pohon yang ia buat khusus untuk bermimpi setinggi-tingginya. Anehnya, ia tidak membuat atap pada rumah pohonnya, hanya dedaunan rindang dari pohon yang menjadi atap rumahnya. Alasannya, agar ketika ia sedang bermimpi, mimpinya tidak sampai kepentok atap rumah, biar mimpinya bisa tinggi setinggi langit di angkasa.
Sunday, December 16, 2012
Wednesday, December 12, 2012
Doa dari Lirih
kaca di mataku kini lebih mudah retak
ia lebih mudah pecah
tersentuh seujung jari lalu basah
kepingan-kepingannya semua tumpah
mengalir dan mengalir tanpa jengah
kepingan-kepingannya... berserak
ia lebih mudah pecah
tersentuh seujung jari lalu basah
kepingan-kepingannya semua tumpah
mengalir dan mengalir tanpa jengah
kepingan-kepingannya... berserak
Ceroboh Lagi. Belajar Lagi.
Melihat blog teronggok kaku tanpa ada cerita-cerita yang bergerak di imajinasi pembaca itu rasanya kayak ngebiarin duren montong dilalerin, bukannya dimakan :#. Berhubung hari-hari ini gue masih belum bisa bernafas tenang pasalnya adaaaaaa aja urusan kampus yang belum kelar, jadi gue cuman bisa menulis seadanya. Seadanya yang ada di otak dan yang ingin dikeluarin aja dari hati, daripada hati gue penuh sesak kan? Emang hati gue metro mini :p.
Puisi Edisi Galau
Mega Mendung
Belakangan ini mega mendung
sejak mata terbuka pertama kali
entah jiwaku terkurung
perasaan serupa dengan wajah murung
aku rindu akan kampung
emosipun entah tak terkendali
naik-turun seperti katrol sumur
aku berkawan dengan keluh dan peluh
semakin menjadi si harimauku ular berbisa
belakang ini mega mendung
Tuhan, ampun.
Sunday, December 2, 2012
...
kalau ada yang ke hutan lalu teriaknya, bersyukurlah
kalau ada yang ke pantai lalu teriaknya, bersyukurlah
kalau bahkan ada yang ke gunung lalu teriaknya, bersyukurlah
karena ada yang ke hutan lalu diam
ada yang ke pantai lalu bungkam
bahkan ada yang ke gunung lalu ...
Aku Dulu Mati, Kini Hidup
Dulu aku buta, sekarang aku melihat
Dulu aku tuli, sekarang aku mendengar
Dulu aku bisu, sekarang aku berbicara
Dulu aku lumpuh, sekarang aku berjalan
Dulu aku lemah, sekarang aku kuat
Dulu aku mati, sekarang aku hidup
Dulu aku tuli, sekarang aku mendengar
Dulu aku bisu, sekarang aku berbicara
Dulu aku lumpuh, sekarang aku berjalan
Dulu aku lemah, sekarang aku kuat
Dulu aku mati, sekarang aku hidup
Monday, November 19, 2012
Xmas Songs
Ini sudah tanggal 20 November 2012, tinggal menghitung semua jari tangan udah ganti bulan Desember :D. Itu artinya semester sesuatu ini akan segera berakhir! ahahaha *ketawa picik :p*. Nah, kalau sudah masuk Desember itu berarti mendekati Natal dan Natal itu identik dengan rumah, sekali lagi RUMAH. Nah lagi, kalau udah ngomongin rumah, gue akan sangat amat teramat ingin pulang, sekali lagi PULANG. PULANG ke RUMAH. Lalu, faktanya adalah saat ini gue sedang terdampar pada sebuah akhir dari semester sesuatu ini dan sedang tenggelam dalam panggilan tugas-tugas ganjen yang pengennya nempeeeeel mulu :#
Hal luar binasanya adalah biasanya ketika awal November tiba gue akan dengan sangat ceria mem-play deretan Christmas songs di abang ganteng Winamp. Tapi, sekarang? Sekarang apa? *gaya sinetron* Bahkan sudah hampir di penghujung November pun gue masih ragu kalau mau mem-play Xmas songs di leptop gue. Ini semua karena gue takut. Takut kangen. Takut kangen pulang. Takut kangen pulang ke rumah. Takut kangen pulang ke rumah di "saat-saat begini" :# Iya, terlebih takut lagi kalau penyakit "homesick" ini semakin membesar dan menyebar ke seluruh lapisan di tubuh gue, bahkan sampai masuk ke pori-pori kulit. Intinya gue takut makin kangen pengen pulang padahal tugas lagi rame-ramenya :@
Yang bisa gue lakuin sekarang cuman sering-sering ngurut dada, bukan karena dada gue pegel-pegel, tapi maksudnya adalah bersabaaaaaaaaaaar seperti engkau tidak memiliki batas kesabaran *aseeek B). Mari kita doakan saja semoga semester sesuatu ini (benar-benar) segera berlalu karena badai pun pasti berlalu *Apasih -_-*. Ya, mohon doanya ya teman-teman semua semoga saya bisa melewati semester ini dengan sehat luar dalem, sehat badan sehat dompet (biar pas liburan bisa jajan :p).
Wednesday, November 7, 2012
The Room of Sigh(s)
It's 2 A.M. already and I miss writing something here, so I write.
Today, I went to campus with a heart full of spirit to deal with assignments (as usual). Then, I entered a room. It's Access room actually, the base camp of Access crew. Yet, somehow, I wanted to call it "bunglon" room or the room of sigh(s).
Tuesday, October 23, 2012
nulis apa kek gitu...
Yak, seperti biasa kalau gue lagi digandrungin sama tugas-tugas eksotis dari fakultas gue, itu akan mengurangi paksa daya tarik ngeblog buat gue. Walaupun jauh di lubuk hati yang terpelosok, gue ingiiiiiiin seingin-inginnya nulis ini itu di blog ketimbang nge-date terus-terusan sama si tugas-tugas. Haaaah seandainyaa gue bisa memilih. Hmm sebenernya gue bisa sih memilih. Pilihannya cuman dua: bikin tugas atau gak lulus? Nah, kan! Lo pikir gue bakal milih yang mana? -______-"
Thursday, October 4, 2012
Rain ohh Rain
as the time goes by..
as the burden comes one by one..
as the life's getting hot and hotter..
as I do miss rain ohh rain..
Anak Kecil Itu
begitu tiba, jeritannya memekakan telinga yg letih tapi entah kenapa aku tak risih.
kedua bola matanya membulat indah menatap wajah baru, oh Tuhan aku lihat sebuah harapan bercampur haru.
tanpa terduga, dari belakang, kedua tangannya melingkar lincah di pinggangku, bagaikan tersengat listrik aku terkejut, sebegituhkah hatinya yang rindu?
"Aku sama Mbak Rayi yaaaa, Mbak Rayi... Mbak Rayi...," jeritnya berkali-kali.
Hanya bisa kubalas seringai lebar sambil membatin, "Ya Tuhan, situasi macam apa ini? Ternyata ada yang seperti ini. Begitu riil."
Dia membuka bukunya, sambil sesering mungkin wajah polosnya menyeringai manis menatapku, entah apa yg dia pikirkan.
Tangannya memainkan lidi, berhitung demi menjawab soal yg ku beri.
Sesekali dia melantunkan dialog dr sinetron, "kamseupay.. ga level.. ga level," celotehnya.
Sesekali dia menyapa centil temannya yg pria, entah apa tujuannya.
Ini kah fakta sesungguhnya, perwakilan kehidupan2 kecil yg lain di tengah kehidupan2 besar yg mengerikan.
Semoga kau tetap pada umurmu, dik. Besarlah pada waktunya dan tanpa menjadi sama seperti dunia, mengerikan.
Kalau kini ku telah melihatmu, apa yg bisa, aku mau bantu.
Karena kasihNya untukku, juga untukmu.
Lalu biarlah senyummu tetap jujur begitu.
kedua bola matanya membulat indah menatap wajah baru, oh Tuhan aku lihat sebuah harapan bercampur haru.
tanpa terduga, dari belakang, kedua tangannya melingkar lincah di pinggangku, bagaikan tersengat listrik aku terkejut, sebegituhkah hatinya yang rindu?
"Aku sama Mbak Rayi yaaaa, Mbak Rayi... Mbak Rayi...," jeritnya berkali-kali.
Hanya bisa kubalas seringai lebar sambil membatin, "Ya Tuhan, situasi macam apa ini? Ternyata ada yang seperti ini. Begitu riil."
Dia membuka bukunya, sambil sesering mungkin wajah polosnya menyeringai manis menatapku, entah apa yg dia pikirkan.
Tangannya memainkan lidi, berhitung demi menjawab soal yg ku beri.
Sesekali dia melantunkan dialog dr sinetron, "kamseupay.. ga level.. ga level," celotehnya.
Sesekali dia menyapa centil temannya yg pria, entah apa tujuannya.
Ini kah fakta sesungguhnya, perwakilan kehidupan2 kecil yg lain di tengah kehidupan2 besar yg mengerikan.
Semoga kau tetap pada umurmu, dik. Besarlah pada waktunya dan tanpa menjadi sama seperti dunia, mengerikan.
Kalau kini ku telah melihatmu, apa yg bisa, aku mau bantu.
Karena kasihNya untukku, juga untukmu.
Lalu biarlah senyummu tetap jujur begitu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Waspada Gudang Celotehan Bajakan!
Belakangan ini gue iseng buka blog gue setelah sekian lama gak terjamah. Gue iseng aja ketik keyword "Gudang Celotehan" di Googl...
-
Beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan yang selalu menjadi bulan penengah setiap tahunnya, saat gue bersama beberapa teman sedang ...
-
Dari jaman masih berseragam putih abu-abu, hasrat ngeblog gue udah menggebu-gebu. Sayangnya, saat itu megang FB aja gue masih gemeteran h...

