kau, penikmat perubahan waktu dan rasa
berpijak pada bumi yg sama
menghirup oksigen yg sama
menyandang nama yg pun sama
dengan ku, yg mau tak mau menikmati perubahan waktu dan rasa
dengan sedikit harap menyisakan asa
akan waktu dan rasa lalu
tak perlu tambahan bumbu2
cukup semua apa adanya, murni, saat abu-abu
meski hanya abu-abu dan tak seberwarna sepasang kaos dan celana yg kau pakai setiap harinya
hai kau, penikmat perubahan waktu dan rasa
rindukah kau ingat tarian canda tawa caci
rindukah kau umpatan2 si iblis kecil yg manis
belajar bersama bagaimana tunduk dan taat pada Tuan berhati emas
ingatkah kau setiap langkah gerak tari jorokmu
yg menjadi benciku sekaligus pembangkit tenaga rindu
kau, kau, dan kau, pun aku
sama2 menikmati perubahan waktu dan rasa
rasa lalu yg tak lagi sama
dan kumohon jgn buang kaset2 usangmu ke bak sampah
biarkanlah berdebu di sudut itu lebih baik...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Waspada Gudang Celotehan Bajakan!
Belakangan ini gue iseng buka blog gue setelah sekian lama gak terjamah. Gue iseng aja ketik keyword "Gudang Celotehan" di Googl...
-
Seumur -umur gue kuliah, gue jarang banget nyentuh serial drama Korea ataupun Jepang, padahal saat gue SMP dan SMA gue engga mau melewatkan...
-
Belakangan ini gue iseng buka blog gue setelah sekian lama gak terjamah. Gue iseng aja ketik keyword "Gudang Celotehan" di Googl...
No comments:
Post a Comment
monggo komentar membangunnya. saya dengan senang hati akan membaca dan membalasnya. :) makasih juga sudah melipir ke blog saya, jangan jera-jera untuk datang kembali, ya, hehehe. God bless you :).